Select Page

Assalamualaikum.wr.wb. Di sini saya akan menulis artikel yang mengulas tentang virus yang menyerang tumbuhan. Bagi anda yang belum mengetahui apa saja Virus Yang Menyerang Tumbuhan, cocok sekali jika anda membaca artikel ini.

Virus Yang Menyerang Tumbuhan

Virus tumbuhan adalah virus yang menginfeksi tumbuhan. Sama dengan jenis virus yang lainnya susunan struktur fisik virus kimia tumbuhan sederhana sekali, hanya terdiri asam protein.

Virus tumbuhan berbeda dengan patogen tumbuhan lainnya, perbedaan tersebut terdapat pada metode yang ter infeksi. Serta translokasi di dalam inang, perbanyakan diri, penyebaran, dan gejala yang dihasilkan pada inang.

Virus yang menyerang tumbuhan pertama kali ditemukan pada akhir abad ke-19 ilmuan berkebangasaan Belanda, Martinus Beijerinck dan ilmuan berkebangsaan Rusia. Dmitrii Iwanowski ketika meneliti penyebab penyakit pada tanaman tembakau.

Karena belum banyak yang diketahui tentang penyebab penyakit ini, ilmuan mencoba mengidentifikasi patogen. Dengan postulat Koch untuk mengisolasi bakteri dan jamur, namun usaha ini gagal.

Beijerinck dan Iwanowski bekerja secara terpisah dan menyatakan bahwa terdapat agen yang tidak biasa, menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau. Agen penyebab penyakit tersebut saat ini dikenal dengan virus mosaik tembakau.

Apabila penyakit tumbuhan dikarenakan oleh virus, partikel virus secara individu hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron saja.

Gejala tumbuhan yang terkena penyakit yang disebabkan oleh virus : pola daun yang terdapat pada , klorosis, nekrosis bercak cincin.

Gejala yang muncul sebagian besar menyerupai gejala disebabkan oleh mutasi, diferensiasi, keracuanan hara, sekresi serangga, dan penyebab oleh patogen lain.

Untuk menentukan bahwa gejala tertentu pada tumbuhan itu disebabkan oleh virus dilakukan penyingkiran setiap kemungkinan lain yang membuat penyakit tersebut.

Lalu apa nama dari jenis virus yang menyebabkan penyakit mozaik pada tanaman tembakau tersebut? Bagaimana gejala yang biasanya ditimbulkan, cara penularan serta cara untuk pencegahannya?
Mari langsung saja kita bahas tentang virus yang menyerang tumbuhan di bawah ini :

1. Virus Penyebab Penyakit Mosaik

Penyakit mosaik biasanya disebabkan oleh Tobacco Mozaic Virus atau virus TMV. Virus ini mempunyai hospes (inang) utama yaitu jeniss tanaman tembakau.

Dan penularan virus dari tumbuhan yang sakit ke tumbuhan sehat dengan cara membasmi agensia penyebab penyakit yang lain.

Penyakit mozaik yang biasanya menyerang daun tanaman tembakau disebabkan oleh virus. Keberadaan virus mozaik ini mulai diteliti pertama kali pada tahun 1883 oleh seorang ilmuwan terkenal dari jerman bernama Adolf Meyer.
Akan tetapi peneltian Meyer itu belum mampu membuktikan keberadaan virus tersebut. 
Tahun 1935, ilmuwan Amerika Serikat bernama Wendell M. Stanley bisa berhasil membuktikan keberadaan virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman tembakau.
Akan tetapi karena virus TMV mampu bermutasi, ia juga dapat menginfeksi tumbuhan yang lainnya. Contohnya seperti labu, buncis, tebu, mentimun, gandum, kentang, tomat, kacang kedelai dan sebagainya.
 
Gejala yang timbul jika tumbuhan terkena virus TMV adalah:
  • Warna daun akan berubah menjadi belang kuning-hijau,
  • Timbul bintik-bintik atau bercak-bercak pada daun,
  • Nekrosis atau kematian sel jaringan pada lokasi-lokasi tertentu,
  • Ukuran daun menjadi terlihat lebih kecil dan tubuh kerdil karena pertumbuhan yang terhambat.
Virus mosaik dapat saja menular melalui benih ataupun secara mekanis melalui vektor serangga penular atau dari tangan manusia.
Terutama dari tangan para pekerja di kebun tembakau yang telah terkontaminasi oleh cairan tembakau yang telah terinfeksi penyakit mosaik tersebut.
 
Cara untuk pencegahan penyakit mozaik dapat dilakukan dengan cara :
  • Melakukan sanitasi,
  • Memotong bagian tanaman yang telah terinfeksi agar virus tidak segera menyebar,
  • Mensterilkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk memotong dan juga jangan merokok sambil menangani tanaman karena cerutu,
  • Rokok dan pipa tembakau dapat terinfeksi virus mozaik.
 

2. Virus Penyebab Penyakit Tungro

Penyakit tungro adalah sejenis penyakit kerdil yang biasanya menyerang tanaman padi. ini adalah salah satu Virus Yang Menyerang Tumbuhan.
Penyakit tungro biasanya dapat disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda, yaitu virus tungro batang atau Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan virus tungro bulat atau Rice Tungro Spherical Virus (RTSV). Kedua jenis virus ini tidak memiliki hubungan yang erat secara serologi dan dapat menginfeksi tanaman padi secara bersamaan.
 
Gejala yang timbul jika tanaman padi telah terinfeksi oleh virus tungro adalah :
  • Tanaman padi menjadi kerdil,
  • Daun bewarna kuning sampai kuning jingga disertai bercak-bercak yang bewarna coklat,
  • Perubahan warna dapat meluas mulai dari ujung ke bagian pangkal serta terjadi penurunan produktivitas gabah setiap kali saat panen.
Penularan penyakit tungro terjadi dari perantara angin, kontak langsung dari tanaman sehat ke tanaman yang sedanng sakit atau melalui serangga.
Serangga yang dapat menyebarkan virus tungro adalah contohnya wereng hijau (Nephotettix virescens). Wereng hijau merupakan Agent of Disease yang paling efisien sehingga perlu mewaspadai keberadaan hewan ini.
 
Berikut cara pencegahan terhadap penyakit tungro :
  • menanam padi varietas tahan (unggul) yang mampu mempertahankan diri dari infeksi virus,
  • memusnahkan tanaman yang sudah terinfeksi agar tidak menyebar luas,
  • memanfaatkan insektisida sistemik butiran (carbofuran) dan juga tidak membuat persemaian di sekitar lampu untuk menghindari berkumpulnya wereng di persemaian.
 

3. Virus Penyebab Penyakit  Degenerasi Jeruk

Degenerasi pada jeruk biasanya di sebabkan oleh adanya virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang menyerang pembuluh tapis (floem) dari tanaman jeruk sehingga mengalami malfungsi. Pembuluh floem adalah pembuluh terdapat pada kulit batang yang berfungsi mengangkut zat makanan dari daun menuju seluruh tubuh pada tumbuhan.
 
Jika pembuluh floem mengalami kerusakan akibat virus CVPD, maka zat makanan fotosintesis tertumpuk pada daun sehingga bagian lainnya kekurangan makanan. Akibatnya,  pertumbuhan tanaman jeruk dapat terhambat dan dapat mati secara perlahan-lahan.
 
Gejala yang biasanya muncul jika tanaman jeruk sudah terinfeksi virus CVPD adalah warna daun berubah menjadi belang – belang kuning dengan pola yang sangat tidak teratur, daun kaku, mengecil, meruncing dan tegak ke atas (terutama pada daun di ujung ranting), bagian dalam buah tidak simetris, biji tidak bernas, ujung biji bewarna coklat serta pertumbuhan tanaman jeruk akan lambat dan merana.
Penularan penyakit CVPD dapat saja terjadi melalui dua cara. Pertama , CVPD bisa menular dari perantara serangga yang namanya kutu loncat jeruk Asia atau Diaphorina citri sebagai vektor(makhluk hidup yang tubuhnya mengandung bibit penyakit tanpa harus menjadi sakit, ex. Nyamuk Anopeles yang tubuhnya mengandung plasmodium yang dapat menyebabkan sakit malaria). Dan kedua, dapat melalui okulasi menggunakan mata tempel yang diambil dari pohon induk yang telah terinfeksi penyakit CVPD.
 
Cara penyegahan untuk  penyakit CVPD adalah dengan menanam bibit jeruk bersertifikat dan pengendalian serangga vektor (kutu loncat). Untuk mengendalikan hama kutu loncat dapat dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya melalui insektisida dan pemanfaatan musuh alami kutu loncat yaitu kepik merah.

4. Virus Penyebab Penyakit Yellow

Munculnya Tomato yellow leaf curl virus (TYLCV) yang dapat menyebabkan daun mengalami klorosis (yellowing) dan mengkerut/ keriting (curly) biasanya terjadi pada tumbuhan tomat Jenis penyakit ini. Penyakit yellow atau virus kuning ini sering disebut juga dengan sebutan penyakit keriting bule.
Gejala ini yang bisa ditimbulkan akibat serangan virus ini adalah daun tanaman tomat dapat menggulung, mengeras, bertekstur kasar dan lebih tebal dibanding tanaman normal serta mengalami penyusutan sedikit demi sedikit. Gejala – gejala tersebut hanya terjadi pada daun yang masih muda, sedangkan pada daun yang sudah tua tidak akan mengalami gejala penyusutan.
Penularan virus kuning dapat terjadi melalui bantuan hewan kutu kebul. Kutu kebul merupakan vektor utama dari penyebaran jenis virus TYLCV. Kutu kebul mendapatkan virus saat serangga tersebut baru menghisap cairan dari tanaman sakit kemudian menular apabila kutu kebul menghisap cairan dari tanaman yang masih sehat.
 
Untuk mencegahnya bisa dengann cara memusnahkan tanaman yang terinfeksi dan membasmi hama kutu kebul sebagai vektornya. Sementara itu menanam bibit dengan varietas unggul yang agak tahan terhadap serangan virus TYLCV juga dapat mencegah infeksi dari virus tersebut.

5. Virus Penyebab Penyakit Daun Menggulung

Penyakit daun menggulung umumnya mengenai tanaman seperti tembakau, kapas dan lobak. ini adalah salah satu Virus Yang Menyerang Tumbuhan .Jika biasanya kita menjumpai daun menggulung pada tumbuhan itu disebabkan karena terdapat ulat di dalamnya yang sedang bermetamorfosis, maka penyakit daun menggulung ini biasanya disebabkan oleh virus, yaitu Turnip Mozaic Virus (TuMV).
 
Seperti nama penyakitnya, gejala yang di munculkan tumbuhan yang terinfeksi virus TuMV dapat dengan mudah dikenali yaitu bentuk daunnya yang menggulung ke atas di sepanjang urat daun utama yang dimulai dari ujung anak daun selain itu warna daun kekuningan atau mengalami klorosis.
Penularan penyakit ini biasanya  dapat melalui kutu daun (Aphis), sehingga upaya pencegahan terhadap infeksi virus TuMV dapat dilakukan dengan cara pengendalian terhadap kutu daun tersebut yaitu dengan menggunakan insektisida sistemik. Tujuan dari penggunaan insektisida adalah untuk menekan populasi vektor kutu daun sehingga penyebaran virus antar tanaman dapat dicegah.

6. Virus Penyebab Penyakit Bercak Layu Tomat

Jenis penyakit bercak layu atau Spotted wilt adalah penyakit yang biasanya disebabkan oleh virus Tomato spotted wilt virus (TSWV) yang dapat menyerang tanaman tomat dan berbagai jenis tanaman lain. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi di daerah Australia pada tahun 1915 dan mampu menyebabkan kegagalam panen hingga sekitar 75 100%.
 
Virus ini bisa bertahan hidup pada banyak inang termasuk sekitarr 900 spesies tanaman yang tergolong ke dalam tanaman sayuran maupun rumput. Virus ini tidak bisa ditularkan melalui benih, tetapi oleh beberapa jenis hama thrips (hama yang menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan pada daun, batang atau buah. Ex. Kutu). Tanaman yang dapat terinfeksi oleh virus ini antara lain kacang – kacangan, selada, kacang tanah, cabai, kentang dam tembakau.
 
Pada tanaman tomat, gejala yang biasanya muncul yaitu munculnya luka kecil pada daun dengan lingkaran berwarna hijau gelap berbeda dengan warna daun secara keseluruhan. Luka ini kemudian akan menyebar menjadi berwarna seperti perunggu. Penyebarannya kemudian berlanjut kepada pangkal daun dan dapat menyebabkan kelayuan daun maupun sebagian cabang.
Tanaman tomat akan sangat kerdil dan mengalami stagnasi tumbuh apabila terserang virus bercak layu tomat pada umur yang relatif muda. Pada buah tomat akan muncul tanda bercak seperti gradasi warna yang lebih terang jika di bandingkan warna buah yang tersebar di seluruh permukaan buah.
 
Upaya pencegahan terhadap penyakit ini adalah dengan menanam tomat varietas yang tahan serangan virus TSWV, memusnahkan tanaman yang telah terinfeksi virus dan menggunakan insektisida untuk menekan peningkatan jumlah populasi hama thrips.
 

7. Virus Penyebab Penyakit Mozaik Mentimun

Pada penyakit ini disebabkan oleh Cucumber mosaic virus (CMV) yang menyerang tanaman mentimun dan jenis tumbuhan lainnya. Lebih dari 49 famili tanaman terdiri dari tanaman budidaya, tanaman hias, gulma, tanaman tahunan dan semak dapat terinfeksi virus ini.
 
Oleh karena itu virus CMV memiliki reputasi sebagai virus yang memiliki ragam inang terluas dari semua virus tanaman yang dikenal. CMV dapat ditularkan dari tanaman satu ke tanaman lain baik secara mekanis melalui getah oleh kutu daun, virus ini juga dapat ditularkan melalui biji oleh gulma parasit seperti tali putri.
Gejala yang timbul pada tumbuhan yang terinfeksi CMV adalah timbulnya bintik yang terdapat pada daun, warna daun menguning, timbul bercak cincin serta distorsi daun, bunga dan juga buah. Infeksi CMV yang terjadi pada daun dapat menyebabkan gejala yang dikenal dengan efek shoestring yaitu efek yang menyebabkan daun muda terlihat kurus dan seluruh tanaman akan mengerdil.
Upaya pencegahan terhadap serangan virus CMV adalah dengan menanam bibit sehat (tidak mengandung virus), melakukan rotasi/pergiliran tanaman, melakukan sanitasi lingkungan serta menggunakan insektisida untuk mengendalikan jumlah populasi hama vektor.
 

8. Virus Penyebab Penyakit Mozaik Kembang Kol

Penyakit mozaik kembang kol disebabkan oleh virus Cauliflower mosaic virus (CaMV). Virus ini bisa saja menginfeksi berbagai jenis tanaman sayuran yaitu brokoli, taoge, kubis dan bunga kol.
Virus ini dapat menyebar luas melalui perantara misalnya kutu daun dari berbagai spesies seperti kutu persik hijau dan kutu kol/kubis

9. Virus Penyebab Penyakit Kuning Bit Barat

Penyakit Kuning bit barat biasanya di karenakan oleh munculnya virus Beet western yellow virus (BWYV) yang juga dikenal sebagai Turnip yellows virus (TuYV).
Hal ini menyerang tanaman bit yaitu sejenis tumbuhan dataran tinggi yang umbi akarnya bewarna merah dan dapat dipakai untuk membuat gula karena kadar gulanya tinggi. Cara penularan penyakit ini sama seperti penyebaran penyakit mosaik kembang kol.
 

10. Virus Penyebab Penyakit PTNRD

PTNRD atau Potato Tuber Necrotic Ringspot Disease adalah penyakit bercak cincin nekrotik yang disebabkan oleh Potato virus Y (PVY) yang menyerang tanaman kentang sesuai dengan namanya. Bercak cincin ini dapat menjadikan kentang tidak dapat dijual sehingga menyebabkan kerugian pada petani kentang.
PVY biasanya dapat menular melalui vektor kutu tetapi dapat juga dorman (mati sementara) dalam benih kentang. Bahwa menggunakan jalur keturunan yang sama untuk produksi benih kentang selama beberapa untuk generasi berikutnya akan menyebabkan kegagalan panen berikutnya. PVY selain dapat menginfeksi kentang juga dapat menginfeksi tanaman lain seperti tomat, tembakau dan juga merica.
 
Demikianlah artikel tentang macam-macam Virus Yang Menyerang Tumbuhan beserta gejala yang ditimbulkan, cara penyebaran virus serta pencegahan infeksinya. Anda juga dapat mempelajari tentang maccam tumbuhan monokotil Semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang ingin tahu tentang Virus Yang Menyerang Tumbuhan.