Select Page

Pakan utama bagi ternak seperti sapi, kerbau, domba, kambing dan lainnya yang terdiri dari rumput-rumputan, kacang-kacangan dan dedaunan. Jenis pakan ini juga bisa berasal dari limbah pertanian seperti jerami padi, daun jagung, pucuk tebu dan lainnya.

Pakan hijauan akan semakin banyak sesuai dengan bertambahnya jumlah populasi sapi yang dimiliki. Hambatan utama penyediaan hijauan pakan untuk ternak adalah ketersediaan yang tidak tetap sepanjang tahun. Produksi hijauan pakan ternak akan melimpah ketika musin penghujan, sebaliknya saat musim kemarau tingkat produksinya akan rendah bahkan tidak berproduksi sama sekali.

Salah satu pakan hijauan ternak yang paling mudah ditemukan adalah rumput yang biasanya berasal dari rumput liar di pinggir jalan maupun sungai, hutan bahkan yang banyak tumbuh di perkebunan.

Diperkirakan di dunia terdapat sekitar 10.000 spesies rumput. Banyaknya itu kisaran biomassa yang dihasilkan sangat beragam, demikian juga kandungan nutrisinya. Rumput merupakan sumber serat kasar yang berperan dalam menjaga kesehatan dan fungsi rumen. Di dalam hijauan pakan terdapat serat (selulosa dan hemiselulosa) menjadikan sumber energi bagi mikroba rumen, sama halnya dengan mineral dan protein (terutama dari legumnya) merupakan sumber N bagi bakteri serta protein dalam produk.

Maka dari itu keberhasilan usaha ternak sapi, kambing dan domba sangatlah bergantung dari ketersediaan pakan hijauan dengan jumlah cukup serta nutrisi yang banyak.

Terdapat Berbagai Jenis Rumput Pakan Ternak Yang Sering Digunakan Mntuk Makanan Ternak, Di Antaranya:

1. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)

Rumput gajah berasal dari Afrika serta dapat tumbuh tinggi dan tegak setinggi 3-4,5 m. Kalau dibiarkan bebas bisa setinggi 6 m, akar sedalam 4,7 m. Panjang daun mencapai 17-91 cm dan lebar 7-33mm.

2. Rumput Raja atau King Grass (Pennisetum purpudoides)

Rumput ini adalah hasil persilangan P. purpureum dan P. typhoides dan berasal dari Afrika Selatan. Memiliki ciri-ciri tumbuh membentuk rumpun dan warna hijau tua dengan bagian dalam permukaan daun kasar, tulang daun lebih putih daripada rumput gajah.

Produksi hijauan rumput raja 2 kali lipat dari produksi rumput gajah, mencapai 35 ton rumput per hektar sekali panen atau 200-240 ton rumput segar per hektar setahun.

3. Rumput Setaria (Setaria sphacelata)

Jenis ini berasal dari Afrika tropik dan dikembangbiakkan dengan cara pols dan biji. Rumput ini tegak, berumpun lebat, kuat, berdaun halus pada permukaannya dan tingginya dapat mencapai 3 m. Daunnya lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah agak ungu, pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas.

4. Rumput Brachiaria (Bhachria brizantha)

Berasal dari Afrika dan dikembangbiakkan menggunakan pols. Rumput ini bisa hidup dan tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, ketinggian 0-1100 cm, curah hujan lebih dari 1600 mm per tahun dan pada struktur yang ringan, sedang hingga berat.

Batang dan daunnya kaku serta kasar, sangat cocok digunakan untuk rumput hay karena batangnya yang kecil sehingga mudah menjadi kering.

5. Rumput Benggala (Panicum maximum)

Tingginya dapat mencapai 1 hingga 1,7 m dengan daun lebih halus daripada rumput gajah, lidah daun berbuku dan memiliki banyak anakan. Bunga berwarna hijau atau kekuningan dengan akar serabut. Jenis rumput ini berfungsi untuk penutup tanah dan tentu saja pakan ternak.

6. Rumput Kolonjono (Brachiaria mutica)

Brachiaria mutica atau yang sering disebut rumput kolonjono merupakan rumput yang berasal dari Afrika dan Amerika Selatan. Rumput kolonjono tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian yang tidak lebih dari 1200 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 1000 mm.

7. Rumput Australia (Paspalum dilatatum)

Paspalum dilatatum atau sering disebut rumput australia merupakan salah satu jenis tanaman pakan ternak yang berasal dari Argentina, Amerika Serikat.

Rumput ini dapat tumbuh di tanah dengan struktur sedang hingga berat, namun tumbuh paling baik di tanah berat yang basah dan subur. Tanaman ini mampu hidup di ketinggian 0 -2000 mdpl dengan curah hujan 900-1400 mm/tahun.

8. Rumput Odot

Rumput ini mempunyai palatabilitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai pakan kambing atau pakan domba. Disebabkan karena rumput ini memiliki tekstur yang lebih lunak daripada rumput gajah dan rumput raja. Maka dari itu, rumput odot tidak berbulu seperti yang terdapat pada rumput gajah dan rumput raja.

Ini dia beberapa jenis rumput yang cocok dan baik untuk dijadikan asupan pakan ternak. Adakah jenis rumpat di atas yang sudah kamu gunakan? Atau adakah jenis tanaman rumput lain yang pernah kamu gunakan? Dan untuk mempermudah dalam memotong rumput bisa menggunakan mesin chopper rumput perajang rumput karena mesin pencacah rumput mudah digunakannya.

Di artikel ini akan dijelaskan lebih banyak tentang jenis rumput odot.

Rumput Odot Bikin Berat Badan Kambing Makin Melejit

Berkeinginan menanan untuk ternak kambing, rumput odot merupakan pilihan yang sangat tepat. Hewan ini dikenal sebagai hewan ternak yang makannya milih – milih. Atau biasanya dikenal dengan istilah meramban.

Tidak semua jenis rumput akan disukai oleh kambing. Contohnya, rumput raja dan rumput gajah.Berbeda dengan sapi yang sangat menyukai rumput gajah dan rumput raja. Jika rumput gajah dan rumput raja sapi saja mau, maka odot pasti juga mau.Berbeda halnya dengan rumput odot. Sudah banyak ditanam dan dibudidayakan oleh peternak kambing. Rumput ini dikenal mempunyai palatabilitas yang cukup baik untuk digunakan sebagai pakan kambing atau pakan domba.

Dikarenakan rumput ini memiliki tekstur yang lebih lunak daripada rumput gajah dan rumput raja. Terdapat bulu pada rumput gajah dan rumput raja sedangkan rumput ini tidak berbulu. Lalu bagaimanakah kualitas rumput ini untuk digunakan sebagai pakan kambing?

Produktivitas Rumput Odot

Nama lain dari rumput odot dalam bahasa Indonesia adalah rumput gajah kerdil. Namun di kalangan para peternak kambing dan domba lebih dikenal sebagai odot. Seperti namanya, rumput gajah kerdil, produktifitas hijauan dari rumput ini tidak sebanyak rumput gajah. Dengan demikian, produktifitas dari rumput ini dapat dimaksimalkan dengan mengoptimalkan jumlah anakan rumput odot di setiap rumpunnya.

Supaya bisa maksimal, maka ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Sebab faktor tersebut nantinya akan mempengaruhi baik dan tidaknya produksi hijauan dari odot ini. Pengaruh tersebut meliputi kebutuhan air, banyaknya naungan, pemupukan, kesuburan tanah, pemangkasan dan jarak tanam. Rumput ini sangat responsif terhadap jumlah air dan pemupukan. yang dimaksud, tinggi rumput , lebar daun dan hasil hijauannya bisa sangat berbeda antara rumput yang dipupuk dan yang tidak.

Menghasilkan hijauan sebanyak 24,22 ton/ha/tahun dalam berat kering untuk produksi rumput odot. Ini tanpa diberi pupuk. Dan yang perlu diperhatikan itu dalam berat kering. Cara mendapatkan angka dalam berat segar, tinggal dikalikan saja dengan 100 kemudian dibagi 13,55. Hasilnya adalah 178,4 ton/hektar/tahun dalam bentuk rumput segar. Ditambahkan pupuk NPK sebanyak 2 – 3 karung/ha/tahun, produksi rumput odot bisa sebanyak 47,16 ton/ha/tahun. Produksinya bisa hampir 2 kali lipatnya.

Total dari jumlah produksi hijauan odot di atas kalau panennya pada usia 2 bulan. Seandainya dipanen lebih awal, tentu produksinya lebih sedikit. Kita akan melihat lebih dalam lagi mengenai faktor – faktor tersebut. Walaupun tidak banyak, beruntung sudah ada sebuah penelitian tentang produktifitas rumput ini.

Perbandingan rumput odot dan rumput gajah

Jika dibandingkan rumput gajah, odot memiliki keunggulan tersendiri.

Kelebihan dari rumput odot adalah:

  1. Pertumbuhan lebih cepat.
  2. Produksi hijauan lebih banyak.
  3. Jumlah daun lebih banyak. Perbandingan atau rasio antara batang dan daun adalah 1 : 2. Misalkan bobot batang berjumlah 5 kg, maka daunnya sebanyak 10 kg.
  4. Bulu halus.
  5. Daun dan batang lunak.
  6. Lebih disukai ternak.
  7. Pertumbuhan setelah pemotongan lebih baik. Jumlah anakan yang dihasilkan lebih banyak.
  8. Kandungan lebih tinggi dari rumput gajah dengan serat kasar yang lebih kecil.
  9. Nutrisi yang bisa dicerna oleh ternak lebih tinggi.
  10. Tetap disukai ternak meskipun diberikan dalam bentuk kering.

Kandungan dari perbandingan nutrisi dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Nutrisi Rumput Odot

Cara Menanam Rumput Odot

Untuk menanam rumput odot yang benar pasti meliputi pengolahan tanah, penanaman dan perawatan serta pemanenan.

Pengolahan Tanah

Caranya dapat dilakukan dengan cara pencangkulan terlebih dahulu. Pencangkulan sebanyak dua kali lebih baik. Tapi ini tidak baku. Maksudnya untuk membuat tekstur tanah menjadi lebih gembur, memperbanyak oksigen di tanah dan membuang sisa – sisa akar tanaman yang sudah ada sebelumnya. Pupuk dasar menggunakan pupuk kandang. Dosisnya sebanyak 5 ton/hektar.

Jika saja lahan hanya 1000 meter persegi, berarti cuma butuh pupuk kandang sebanyak 500 kg atau 5 kwintal. Dengan kondisi tanah asam, dapat ditambahkan kapur untuk menaikkan pH tahan. Kapur yang digunakan bisa dolomit atau kapur kerang. Dosisnya sama yaitu 5 ton per hektar.

Penanaman bibit odot

Unutuk menanam jarak berpengaruh terhadap jumlah anakan yang dihasilkan oleh rumput odot ini. Jarak antar baris bisa diberikan sejauh 1 meter. Dan jarak tanam bisa bervariasi mulai 50 cm, 75 cm dan 100 cm (1 meter). Dari jumlah anakan pada jarak tanam 1 m x 1 m jumlah anakannya jauh lebih banyak dari pada jarak tanam yang lebih dekat.

Nanti akan saya berikan datanya. Rumput ini membutuhkan air yang cukup. Melakukan penyiraman di daerah penanamannya kekurangan air. Pencabutan pada gulma atau rumput – rumput liar juga perlu dilakukan. Supaya tidak terjadi perebutan nutrisi.

Untuk data penelitian, berikut adalah perbedaan antara jumlah anakan terhadap jarak tanam rumput odot.

Panen ke

Jumlah anakan

50 x 100 cm

75 x 100 cm

100 x 100 cm

1

20,4

23

24,9

2

29,5

27,5

41,1

3

41,6

50,3

66,6

4

39

41,5

53,1

Kandungan Nutrisi Rumput Odot

Ini memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik daripada rumput gajah.

Jumlah nutrisi yang lebih tinggi menjadi kelebihan tersendiri apabila rumput ini dijadikan sebagai pakan ternak khususnya kambing atau domba.

Kandungan Nutrisi

% (Berat Kering)

Bahan kering

13,55%

Bahan organik

85,55%

Abu

14,45%

ADF

34,02%

NDF

54,02%

Kadar lemak daun

2,72%

Kadar lemak Batang

0,91%

Protein Kasar Daun

14,35%

Protein Kasar Batang

8,10%

Kecernaan Daun

72,68%

Kecernaan Batang

62,56%

Kandungan Nutrisi Rumput Odot Pada Usia Penen Berbeda

Dengan lama usia panen rumput, maka kandungan nutrisinya akan semakin menurun. Odot yang dipanen pada umur 3, 6, 9 dan 12 minggu setelah tanam, kandungan protein kasarnya berturut – turut adalah 14.7%, 14.4%, 15.9%, 9.3% yang pernah diteliti. Namun pada penelitian yang lain, hasilnya sedikit berbeda. Informasi mengenai penelitiannya adalah sebagai berikut.

Rumput odot ditanam dalam beberapa pot. Dan ukuran pot sekitar 18 cm x 35 cm dan diameter potnya 22 cm. Setiap pot ditanami bibit rumput sebanyak tiga batang. Melainkan, setelah tujuh hari setelah tanam, hanya disisakan satu batang yang pertumbuhannya paling baik. Jika saja untuk tujuan sebagai pakan, tidak usah diseleksi juga tidak masalah. Eman – eman.

Pupuk yang digunakan adalah Urea, TSP dan KCL. Banyaknya adalah 100 kg urea/ha, 50 kgTSP/ha and 50 Kcl/ha. Sedangkan penyiraman dilakukan jika perlu. Rumput dilakukan panen pada usia 8 dan 12 minggu setelah tanam. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Usia Panen Tinggi Tanaman Produksi Bahan kering Protein Kasar
8 minggu 104,75 (cm) 0,06 (ton/hektar) 12,94%
12 minggu 126,01 (cm) 1,76 (ton/hektar) 8,77%

Ketika di panen pada usia 8 bulan, kandungan protein kasar yang akan diperoleh lebih tinggi. Akan tetapi jumlah hijauan yang dihasilkan sedikit. Dan apabila menginginkan hasil hijauan yang lebih banyak, rumput bisa dipanen pada usia 12 minggu setelah tanam. Akan tetapi kandungan protein kasarnya sudah menurun.

Silase Rumput Odot

Masih perlukah rumput odot dibuat silase? Sebenarnya tidak disilase juga tidak masalah. ketika stok berlebihan dan membusuk, langkah paling efisien adalah dengan mengeringkannya. Kemudian bisa disimpan dan bisa dipakai saat musim kemarau. Mungkin belum ada peternakan yang melakukan fermentasi atau silase untuk bahan pakan yang kualitasnya cukup baik. Contohnya batang jagung, rumput gajah dan rumput odot ini. Sering ditimbun untuk difermentasi adalah bahan dengan kualitas ampas. Misalkan jerami padi.

Jika ingin membuat silase rumput odot, ini saya berikan referensi dan langkah – langkahnya.

  • Rumput dicacah menjadi ukuran sekitar 3 cm.

  • Kemudian dicampur dengan molases sampai merata.

  • Setelah itu disimpan dalam wadah tertutup (anaerob) selama 3 bulan. Setelah 3 bulan, hasilnya baru bisa terlihat bedanya.

Rumput odot dan molases dapat dibandingkan sebagai berikut. Berat 15 kg odot, ditambah dengan molases sebanyak 600 gram. Tinggal menyesuaikan jumlah rumput yang akan disilase. Jika berat 1 ton berarti membutuhkan molases sebanyak 40 kg. Seandainya mau inovasi sendiri juga bisa. Misalnya ditambah EM4 sebanyak 10 mL, mungkin bisa lebih cepat.

Rumput Odot Untuk Kambing

Ini merupakan solusi paling tepat untuk menyediakan pakan hijauan untuk ternak kambing. Perbandingan jenis rumput yang lain, rumput odot adalah yang terbaik. Sebab produksinya hijauannya tinggi, ngaritnya lebih cepat dan yang paling penting kambing menyukai jenis rumput ini. Ini adalah solusi dari kekecewaan para peternak terhadap rumput gajah. Disangka ingin dapat pakan cepat, mudah dan banyak tapi kambingnya tidak mau makan.

Menurut penelitian kambing marica yang diberi pakan rumput odot kenaikan bobotnya tertinggi daripada jenis rumput yang lain yaitu rumput odot yang terbaik. Memberikan rumput odot bisa naik sebanyak 58,69 gram/ekor/hari. Sedangkan pakan rumput lapangan hanya 36,9 gram/ekor/hari. Rumput odot juga bagus untuk kambing etawa. Agar pertumbuhan kambing PE maksimal, pemberian odot bisa dibarengi dengan legum.

Seperti odot rumput sebanyak 60% dan legumnya 40 %. Untuk kegunaannya adalah sebagai sumber protein yang sangat penting untuk pertumbuhan dan penggemukan. Ketika mendapatkan legum sulit, maka dapat digantikan dengan konsentrat. Totalnya yaitu sama rumput odot 60% dan konsentrat 40%. Komposisi pakan diatas, kambing etawa bisa naik bobotnya sebanyak sekitar 92 gram/ekor/hari.

Selain penjelasan tentang rumput pakan kambing diatas, tidak lupa juga daging kambing sangatlah populer dikalangan masyarakat baik dijadikan resep gulai kambing, kambing guling, dan sate kambing dengan resep bumbu sate kambing yang sangat enak.

Demikian artikel ini, semoga bisa mendapat ilmu yang bermanfaat setelah membaca ini.

× Whatsapp Kami!