cara membuat pupuk kompos dari daun

Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun yang Ampuh Menyuburkan Tanaman

Bingung mengolah daun yang ada dirumah ? Tenang, kali ini saya akan memberikan tutorial cara membuat pupuk kompos dari daun. Kalo anda memang berniat masuk kedunia pengomposan. Nah, saya akan memberikan tutorial cara membuat pupuk kompos dari daun yang mudah. Tapi, saya akan memberitahukan pengertian dari pupuk kompos.

Daftar isi :

  1. Pengertian Pupuk Kompos dari Daun
  2. Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun
  3. Ciri-Ciri Pupuk Yang Sudah Jadi
  4. Cara Penggunaan Pupuk Organik (kompos)
  5. Keunggulan Pupuk Organik (kompos)
  6. Kekurangan Pupuk Organik (kompos)
  7. Manfaat Pupuk Organik (kompos)
  8. Kualitas kompos Daun Dengan Hewan Ternak.

 

Pengertian Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun

Pasti kamu pernah melihat dedaunan kering bertebaran di sekitar kita? Tentunya kita menganggap dedaunan tersebut hanya sampah yang mengotori jalan. Di tempat kita tinggal pasti banyak dedaunan kering yang bertebaran tak terhingga. Biasanya disapu, diserok dan dibakar, karena terlihat mengotori halaman atau sekitaar rumah.

Pupuk organik (kompos) merupakan sebuah pupuk yang berguna kembali pada tanaman, pupuk organik (kompos) berasal dari bahan-bahan organik atau bahan alami yang mudah terurai.

Tanaman memiliki umur pada daunnya, daun yang kering akan berjatuhan. Daun-daun yang gugur tersebut janganlah dibakar begitu saja, karena akan menimbulkan polusi udara (asap). Namun banyak orang yang tidak sadar bahwa dedaunan kering itu bisa kita gunakan untuk bahan pembuatan pupuk organik yang mudah didapatkan.

Banyak berbagai jenis dedaunan yang kaya akan mineral dan material organik sehat. Oleh karena itu, kamu bisa memakai dedaunan yang ada di halaman atau di taman umum untuk dibuat kompos berbiaya rendah setiap musim gugur. Supaya cepat proses penguraian daun, coba di giling dengan mesin penghancur daun atau pemotong rumput. Kompos akan memperbanyak kandungan nutrisi dalam tanah dan petak bunga, serta memungkinkan kamu memakai ulang sisa makanan dan material organik lainnya yang biasanya dibuang ke tempat sampah.

Apakah Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Daun Ramah Lingkungan?

Tentunya pupuk kompos ramah lingkungan (tidak merusak tanah). Justru tanah yang dicampur dengan pupuk organik (kompos) akan menghasilkan kesuburan pada tanah. Banyak petani di kampung yang maunya pupuk instan, mereka menggunakan pupuk  yang terbuat dari bahan kimia, namun sebaliknya secara tidak langsung mereka pun membuat sebuah kerusakan yang akan menimbulkan dampak untuk dirinya sendiri.

Setelah tanah tercampur atau terkena pupuk kimia kualitas kesuburannya akan menurun. Untuk mencegah hal itu, pupuk organik (kompos) yang menjadi solusi utamanya, tetapi apakah para petani tahu cara membuat pupuk kompos dari daun? kemungkinan lumayan banyak  yang sudah tahu. Tetapi saya yakin banyak juga yang belom tahu tentang cara membuat pupuk kompos dari daun.

Cara membuat pupuk kompos dari daun beragam yaitu, sesuai dengan besaran, kadar dan bahan- bahan yang digunakan tergantung si pembuat. Pupuk organik (kompos) akan meningkatkan kesuburan pada tanah dan merangsang perakaran yang sehat. Menperbaiki tanah dengan cara meningkatkan kandungan bahan organik yang akan meningkatkan kemampuan tanah untuk menjaga kandungan air.

Pupuk yang berbahan alami tidak merusak lingkungan. Sebalikn banyak orang yang tidak sadar bahwa dedaunan kering tersebut bisa untuk bahan pembuatan pupuk organik (kompos). Selain itu bahan dasar daun kering sangat mudah untuk didapatkan. Maka dari itu, sebaiknya kita belajar memanfaatkan dedaunan kering untuk dijadikan  pupuk organik supaya meningkatkan kesuburan tanaman.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun :

cara membuat pupuk kompos dari daun

1. Persiapan Alat dan Bahan Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun :

  • Sekop
  • Selang
  • Daun kering dan daun segar
  • Terpal
  • Larutan EM4, untuk larutan EM4 kalian bisa mendapatkan ditoko pertanian
  • Ember
  • Kayu
  • Gunting atau mesin pencacah rumput
  • Kantong plastik hitam
  • Martil
  • Paku
  • Gergaji.

2. Pemilihan Daun

  • Daun kering dicampurkan dengan daun yang segar (berwarna hijau). Dengan perbandingan 2 : 6.
  • Masukkanlah ke wadah yang sudah disiapkan, untuk dihancurkan.

3. Penghancuran Daun

Daun dipotong menggunakan gunting atau mesin pencacah rumput, hingga tercacah sekecil mungkin (hancur).

4. Pembuatan Media Pupuk Kompos dari Daun

Potonglah dengan bentuk persegi, setelah itu plastik hitam disesuaikan dengan bentuk wadah dan di bagian bawah diberi lubang-lubang kecil untuk menyaring air, dan sirkulasi udara supaya tidak ditumbuh jamur.

  • Tempat untuk meletakkan media disarankan lokasinya tidak terkena sinar matahari langsung dan lembab.
  • Diusahakan lokasinya luas dan mudah dijangkau, supaya mudah proses penjagaannya.

5. Pengomposan

Siapkan kompos sebagai pelapisan. Sebelum daun diletakkan di media, masukkan sedikit tanah sebagai lapisan pertama. Kemudian masukkan daun yang telah dihancurkan dan dilapisi lagi dengan tanah. Tahapan diulangi hingga daunnya habis. Kemudian setelah daun habis, bahan tersebut dipadatkan dan disirami dengan EM4 yang sudah dicampur dengan air. Kemudian media ditutupi dengan terpal serapat mungkin. Diamkan selama 6 minggu. Kegunaan EM4 untuk mempecepat proses pengomposan.

6. Pengadukan

Pengadukan kompos dilaksanakan agar mikroorganisme tercampur dengan merata dan bisa menguraikan dalam pembuatan pupuk. keadaan ini karena mikroorganisme mempunyai peran penting pada penguraian daun menjadi pupuk. Perlu diperhatikan juga untuk selalu menjaga kelembapan pupuk pada saat pengomposan. Untuk menjadikan kompos selalu lembab, kamu bisa mengambilnya segenggam kemudian meremasnya. Jika benar masih lembab maka pada saat kompos diremas hanya akan mengeluarkan sedikit air.

Cara pengadukan pupuk kompos yang pertama kali kamu harus menunggu sekitar 1–2 minggu. Panas yang muncul dalam kumpulan daun yang lembap merupakan bagian dari proses pengomposan atau disebut dengan “sedang memasak”. Cara pengadukkannya bisa dilihat di bawah ini :

  • Pakailah garpu rumput untuk mencungkil pada bagian paling bawah di tengah-tengah gundukan kompos dan membaliknya. Lapisan paling atas haruslah dipendam dan kompos daun harus terlihat segar dan masih basah pada bagian atas.
  • Pengadukan kompos di kerjakan 3 kali per minggu, atau paling tidak 2 kali setiap dua minggu. Hal tersebut di laksanakan secara terus menerus supaya pembuatan kompos lebih cepat saat pengomposan atau memasak..
  • Jangan sampai lupa untuk menutup media pengomposan dengan memakai terpal ataupun plastik untuk menjaga panas di dalam gundukan kompos supaya tidak keluar. Serta sesekali kamu perlu menambahkan sedikit air, tetapi jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan tumbuhnya jamur.
  • Campurkan kompos dengan tanah sesudah 4 sampai 9 bulan. Ketika warna kompos sudah berubah warna menjadi cokelat tua yang seragam.

Tips Sederhana Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun :

  • Jika kamu tinggal di kota, kebanyakan dedaunan gugur akan disapu pekerja dinas kebersihan kota. kamu bisa melihat jadwal penyapuan kota dan pergi di hari pengumpulan dedaunan untuk mengambil secukupnya. Pada waktu mengambil dedaunan, usahakan jangan memilih pada bagian paling bawah tumpukan karena bisa saja mengandung minyak dan residu lain dari mobil pengangkut.
  • Kalau kamu tidak bisa menemukan cukup dedaunan di halaman rumah dan tetangga, coba tanyakan perusahaan tata kebun apakah kamu dibolehkan membawa sebagian dedaunannya. Ambillah dedaunan di lokasi perusahaan.
  • Kalau kamu tinggal di iklim dingin, tutupi tumpukan kompos dengan terpal plastik untuk menjebak panas di dalamnya. Kamu bisa sesekali menambahkan sedikit air.
  • Kalau tidak mempunyai ruang di taman untuk membuat tumpukan kompos, kamu juga bisa mengumpulkannya dengan garpu taman dan membiarkannya mengompos di sekitar tempat dedaunan berguguran. Sebarkan di halaman supaya ketebalan lapisan dedaunan tidak melebihi 5-7,5 cm. Hal ini menguatkan rumput dan tanaman kecil di bawah karpet dedaunan yang terurai bisa terus menerima udara dan juga sinar matahari.

Sesudah proses cara membuat pupuk kompos dilakukan, selanjutnya kita melihat ciri- ciri pupuk organik (kompos) yang baik di bawah ini :

Pupuk Kompos dari Daun yang Telah Jadi dan Baik Untuk Dipakai Memiliki Ciri-ciri, Yaitu :

  • Warna organik (kompos) kecoklatan atau kehitaman
  • Aroma organik (kompos) tidak menyengat, mengeluarkan aroma seperti tanah
  • Jika digenggam akan menggumpal dan jika ditekan dengan lunak akan hancur dengan mudah.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun yang Baik dan Benar :

  • Sebelum memakainya, kita harus menyaringnya terlebih dulu supaya terpisah dari kotoran maupun pupuk yang menggumpal
  • Pada saat membuka penutup media pengomposan maka tidak tercium bau tak sedap ataupun aroma yang aneh, begitu pula teksturnya menyerupai tanah.
  • Bagaikan pupuk pada umumnya, pupuk organik (kompos) yang terbuat dari daun, kamu hanya perlu mencampurkannya dengan tanah pada media tumbuhan.
  • Pupuk bisa digunakan untuk berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman hias, perkebunan dan lain- lain.

 Pupuk Kompos dari Daun Memiliki Keungulan, Yaitu :

  •  Pupuk organik (kompos) mengandung makro dan mikro organisme tanah yang memiliki pengaruh sangat baik terhadap perbaikan fisik, biologis dan kimia tanah.
  • Pupuk organik (kompos) mengandung unsur hara yang lengkap, lebih baik dibandingkan kondisi yang dimiliki unsur pupuk buatan (anorganik)
  • Di  dalam pupuk organik (kompos) membuat asam- asam yaitu : humic, asam fulfic, hormon serta enzim yang tidak di miliki dalam pupuk buatan
  • Pupuk organik tidak memberikan dampak yang buruk terhadap lingkungan.

 Pupuk Kompos dari Daun Memiliki Kekurangan, Yaitu :

  • Kandungan hara pupuk organik terukur kecil, sehingga jumlah pupuk organik (kompos) yang akan diberikan harus terukur lebih banyak dibandingkan dengan pupuk anorganik
  • Karena jumlah yang digunakan lumayan banyak, menyebabkan biaya operasional untuk pengankutan dan implementasinya bertambah banyak
  • Tanah- tanah yang sudah miskin unsur haranya dalam jangka waktu jangka pendek, pemberian pupuk organik yang membutuhkan jumlah besar menjadi beban biaya bagi petani, sementara itu respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak sehebat pemberian pupuk buatan (anorganik).

Secara Umum Penggunaan Pupuk Kompos dari Daun Memiliki Manfaat Di Bawah ini :

  1. Mengembangkan kualitas dan produktivitas tanah
  2. Menjaga kesuburan dan kelembapan tanah
  3. Membangun unsur hara pada tanah sebagai nutrisi yang baik untuk tumbuhan
  4. Menambah kapasitas tukar kation tanah
  5. Memperbagus daya tahan dan daya serap air pada tanah
  6. memperbagus struktur tanah menjadi lebih gembur
  7. Membantu perkembangan mikroorganisme  untuk meningkatkan aktivitas biologi tanah
  8. Membantu praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah ingkungan
  9. Mengecilkan intensitas penggunaan pupuk sintetis kimia dan pestisida
  10. Menghindarkan ancaman dari kerusakan tanaman.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun dan Kompos dari Hewan Ternak

Jika kita menilai cara pembuatan kotoran ternak, carar membuat kompos dari daun jauh lebih mudah serta menyenangkan. Kita mungkin tidak akan percaya sebelum mencoba keduanya. Yang pertama yaitu daun lebih ringan. Tapi kalau beratnya mungkin bisa sama. Artinya yaitu jika dibandingkan dengan kotoran sapi, kotoran ayam ataupun kotoran kambing, dan sama – sama satu sekop, sampah dari daun tidak terlalu menguras tenaga.

Yang kedua yaitu, sampah daun lebih kering serta bersih. Secara wujud keduanya bisa terlihat sangat jelas bedanya. Tetapi, kalau kita memang mempunyai niat dalam dunia pengomposan, antara kotoran ternak dengan sampah daun, seharusnya tidak melihat dari sudut pandang tersebut. Jika kita menyaksikan kualitas kompos dari dedaunan, itu keliru. Kadarnya bisa diuji dengan membandingkan kompos dari kotoran sapi dan kambing.

Dari pandangan tersebut banyak dialami oleh para pekebun dan petani urban. Karena tidak terbiasa dengan kotoran ternak, jadi terlihat jijik. Perpohonan besar cukup banyak di perkotaan. Namun hewan ternak tidak terlalu banyak.

Lebih Efisien Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun Daripada Pupuk Kompos dari Hewan Ternak

Meski cara membuat kompos dari daun itu lumayan mudah, prakteknya tinggal sedikit yang melakukan. Kita bisa melihatnya dari produk – produk pupuk organik yang dijual di pasaran atau penjual bunga. Nyaris semua pupuk organik hanya berasal dari kotoran sapi, kambing, ayam atau limbah RPH. Sebaliknya hanya sedikit yang terbuat dari sampah daun.

Pupuk kompos dari daun di atas umumnya dipakai sebagai media tanaman hias, taman – taman perumahan dan kebun toga. Tetapi, jika kita melihat orderannya, pupuk kompos ini termasuk laku di perkotaan. Sangat disayangkan kompos yang dibuat dari daun kering belum terselesikan dengan baik. Sementara itu bagi yang punya hobi berkebun, dan sering merawat tanaman, mengganti media tanam, cara membuat kompos dari daun bisa lebih menghemat biaya. Pasalnya, kompos diperkotaan harganya juga tergolong lumayan. Kemasan ukuran beras 5 kg, harganya 5 ribu rupiah.

Bahkan itu hanya cukup untuk 2 sampai 3 pot tanaman berukuran diameter 30 cm an. Tetapi bahan baku cara membuat pupuk kompos juga gratis. Sekurang-kurangnya kita bisa mengumpulkannya sedikit demi sedikit dengan memisahkan sampah yang organik dan yang anorganik. Sehingga lambat laun, ketika pupuk kompos sudah jadi, waktunya bisa saja sama dengan rencana pengisisan pupuk organik pada tanaman.

Kandungan Pupuk Kompos dari Daun dan Pupuk dari Hewan Ternak

Isi unsur hara yang terkandung dalam kompos kotoran sapi :

Kandungan unsur hara dalam kotoran sapi :

  • C-Organik %          29,7
  • Nitrogen %             1,65
  • Fosfor %                 0,5
  • Kalium %                2,3
  • pH                           6,6-6,8
  • C/N rasio                18
  • Kadar Air %            11-25

Sementara itu untuk kompos dari kotoran kambing sebagai berikut :

Unsur dan kualitas kotoran kambing :

  • Parameter               Min
  • C-Organik %             47,34
  • Nitrogen %                1,45
  • Fosfor %                    0,35
  • Kalium %                   1,03
  • Rasio C/N                  32,65
  • Kadar Air %               35,91

Kemudian sekarang kita lihat untuk isi kompos dari daun. Kandungan unsur haranya di bawah ini :

Parameter Nilai
C – Organik (%) 61,87
N – Total (%) 0,75
P Total (%) 0,17
K Total (%) 0,24
Rasio C/N 81,93
pH 6,53
Kadar Air 10,10

Jika kita memperkirakan kandungan unsur hara yang tinggi pada pupuk kompos, maka kita akan menyesal. Oleh karena itu, jika membandingkan unsur hara yang terdapat pada pupuk organik dengan pupuk anorganik. Bedanya pasti jauh.

Misalnya dengan pupuk NPK mutiara 16 – 16 – 16. Berarti kandungannya N 16%, P 16% dan K 16%.Dalam satu kilogram, masing – masing N, P dan K nya yaitu 160 gram. Dari isi kandungan unsur hara pupuk kompos di atas, agar mendapatkan nilai N yang sama (160 gram), kita harus membutuhkan kompos daun sekitar 21 kg.

Apabila yang mau disamakan jumlah P dan K nya, maka jumlah kompos daun masing – masing adalah 94 kg dan 67 kg. Bayangkan kita punya kompos daun sebanyak 100 kg, agar N, P dan K yang baru kita dapatkan bisa melebihi NPK 16-16-16. Ya, mau bagaimana lagi, memang seperti itu keadaanya. Dari segi jumlah memang pupuk organik kalah dari anorganik.

Baca Juga : https://mesinpencacahrumput.com/cara-beternak-kambing-bagi-pemula/

Demikian tutorial cara membuat pupuk kompos. Setelah membaca artikel di atas semoga bisa membantu anda bagaimana tutorial mengolah sampah daun disekitar kita.

Similar Posts