Select Page

Hay teman – teman yang ingin menambah pengetahuan dan wawasan tentang jenis – jenis pakan ternak yang cocok untuk hewan ternak kalian. Kalian bisa menyimaknya di sini ya ūüėČ

Jenis pakan ternak adalah salah satu hal yang penting dalam bidang peternakan. Kualitas pakan yang akan di berikan untuk ternak anda harus  sangat diperhatikan. Karena hal itu sangat berpengaruh pada perkembangan dan juga dengan kualitas ternak yang Anda pelihara.

Bagi Anda yang menjalankan usaha ternak, tentunya pakan menjadi salah satu hal terpenting dalam usaha yang anda jalankan. Karena sama saja dengan pelaku bisnis yang lainnya, peternak bisa dibilang sukses dari besarnya peternakan yang dijalankan dan dimilikinya.

Jumlah ternak, kualitas produksi dan juga kuantitas dari ternak merupakan tolak ukur dari besar atau kecilnya peternakan. Untuk menjaga kualitas dari hasil ternak, dibutuhkan berbagai jenis pakan ternak yang mempunyai kualitas yang tinggi.

Berbagai Jenis Pakan Ternak

Ada 6 jenis pakan ternak selain yang dibedakan berdasarkan dari sumbernya, yaitu mari simak di bawah ini :

1. Konsentrat atau Pakan Penguat

Konsentrat atau yang biasa dikenal juga dengan pakan penguat merupakan salah satu jenis pakan ternak yang memiliki kandungan serat kasar di bawah 18%. Untuk itu termasuk rendah. Bahan pakan ini memiliki kandungan nutrisi tertentu yang sangat tinggi, maka dari itu di sebut konsentrat.

Lalu kenapa bisa diberi nama atau disebut dengan pakan penguat?

Disebut pakan penguat karena jika saat diberikan atau dicampurkan dengan bahan yang lainnya. Bisa meningkatkan kandungan gizi yang terkandung dari pakan ternak tersebut.

Pakan konsentrat ini pun dapat di bagi menjadi dua jenis. Yaitu konsentrat yang bersumber energi dan juga konsentrat yang bersumber protein.

Jika kadar yang terkandungan dari protein sebuah konsentrat ada dibawah dari 20%, maka bahan pakan tersebut adalah konsentrat sumber energi.

Sebaliknya, jika kadar protein yang di kandungnya diatas 20%. Maka bahan pakan tersebut bisa disebut sebagai konsentrat sumber protein.

Contoh bahan pakan sumber energi yaitu rumput serat kasar, biji-bijian, dan juga tanaman umbi – umbian beserta limbahnya juga. Sedangkan yang menjadi contoh sumber protein yaitu adalah daun ubi jalar, lamtoro, ganggang dan bungkil, daun pisang, daun nangka, turi.

Peternakan sapi perah biasanya sangat membutuhkan pakan ternak konsentrat. Karena pakan konsentrat ini berfungsi untuk menjaga produksi dari susu sapi perah.

Dibandingkan dengan sapi yang hanya mendapatkan pakan hijauan. Sapi yang diberikan pakan konsentrat dapat meningkatkan produksi susunya hingga lebih dari 30%.

Agar kebutuhan energi hewan peliharaan ternak dapat tercukupi, maka pakan konsentrat energi dibutuhkan sebagai bahan pakan tambahan saja.

Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pemberian pakan konsentrat pada hewan peliharaan ternak, tidak bisa dilakukan  dengan sembarangan. Hal Рhal tersebut, yaitu :

  1. Baik sapi perah maupun sapi pedaging, pemberian pakan ternak konsentrat harus seimbang dengan jumlah produksi hewan ternak itu sendiri.
  2. Nutrisi dari hewan ternak harus sangat diperhatikan dalam pemberian pakan ternak konsentratnya, karena harus sesuai dan terjaga.

Konsentrat dari Sumber Tumbuhan dan Hewan

Pakan konsentrat yang di hasilkan dari pertanian contohnya yaitu Kacang hijau, jagung, dan kedelai. Contoh pakan yang berasal dari sisa industri pertanian yaitu bungkil kelapa, biji karet, ampas tahu dan lain Рlain.

Dari contoh diatas adalah contoh dari pakan konsentrat yang berasal dari tumbuhan. Pakan ternak konsentrat yang dari tumbuhan ini pada umumnya memiliki kandungan protein dan juga energi yang tinggi. Apalagi yang berasal dari sorghum, jagung, dan juga biji bijian.

Serat kasar lebih dari 2,5%, fosfor kurang dari 1,5%, kalsium kurang dari 1%, dan juga protein sekitar 47%. Itu semua merupakan kandungan nutrisi yang berasal dari tumbuhan.

Berbeda dengan pakan konsentrat yang berasal dari tumbuhan, kalau dari sumber hewan diberikan dalam bentuk tepung. Contohnya seperti tepung tulang, daging, cacing, bulu, ikan.

Contoh lainnya selain tepung ada bubuk susu skim dan juga lemak susu. Pakan konsentrat juga tinggi kandungan proteinnya. Kandungan dari nutrisinya adalah kalsium sekitar 1%, fosfor 1,5%, protein 47%, dan serat kasar kurang dari 2,5%.

2. Pakan Kasar

Jenis pakan ternak yang satu ini merupakan pakan yang memiliki volume besar namun dengan berat jenis yang cukup rendah. Yang dimaksud dengan berat jenis adalah berat pakan per satuan volume.

Pakan ini berasal dari bahan pakan hijauan yang memiliki kandungan serat kasar sekitar 18% dengan kandungan energi yang lumayan rendah.

Pakan kasar merupakan pakan yang bervolume besar tetapi cukup berat dari setiap unit volume-nya rendah. Makanan yang termasuk dalam jenis pakan kasar dapat berasal dari hijauan, antara lain:

  • Rumput. Bisa jenis rumput lapangan, rumput tanaman, rumput grinting, rumput benggala, rumput kolonjono, rumput tuton.
  • Daun leguminos.
  • Sisa hasil panen contohnya seperti jerami, baik jerami padi, jerami kedelai, jerami jagung, maupun jerami kacang tanah.

Pakan ternak yang berasal dari hijauan memiliki kandungan serat kasar sekitar 18% tetapi memiliki kandungan energi yang cukup rendah. Hijauan sumber nutrisi yang baik adalah hijauan yang mengandung protein kasar sebanyak 20 % dari total bahan kering seperti leguminosa/ kacang ‚Äď kacangan.

Sedangkan pakan dari sisa hasil panen contohnya seperti jerami, hanya memiliki kandungan protein kasar sekitar 3 ‚Äď 4 % dari bahan kering.

Dari pakan hijauan yang berasal dari daun dan rumput yang berkualitas tinggi, hewan ternak hanya dapat berproduksi sekitar 70% dari kemampuan seharusnya.

Mau bagaimanapun lagi, pakan kasar masihsangat diperlukan untuk hewan ternak ruminansia. Karena memiliki serat kasar tinggi yang dibutuhkan untuk merangsang rumen serta menentukan kadar lemak susu yang di hasilkan.

3. Pakan Fermentasi

Menjadi seorang peternak memang harus mengerti tentang racikan bahan pakan dan juga jenis pakan ternak yang tepat. Segala halnya harus diperhatikan secara rinci. Ada berbagai jenis pakan yang bisa diberikan kepada ternak.

Baik itu peternak yang sudah cukup berpengalaman maupun pemula tidak bisa mengabaikan pakan hewan peliharaan ternak. Karena pakan ternak memegang kunci penting dari pertumbuhan dan juga perkembangan dari hewan ternak anda.

Pakan jenis fermentasi  adalah pakan yang dibuat dengan melalui proses peragian atau proses amoniasi. Jenis pakan fermentasi dibutuhkan untuk mengawetkan kandungan gizi pada pakan hijauan atau bahan pakan lainnya.

Sehingga pakan bisa disimpan dalam waktu lama tanpa merusak kandungan nutrisinya. Jangan sampai usaha ternak yang anda jalani merugi hanya karena lalai dalam mencukupi kebutuhan vitamin hewan peliharaan ternak.

Hal itu bisa menyebabkan hewan ternak menjadi sering sakit-sakitan, melemahkan tubuhnya, bahkan bisa menyebabkan kematian juga.

4. Vitamin

Vitamin ini biasanya hanya dibutuhkan dalam jumlah yang kecil saja, kecukupan untuk kebutuhan vitamin ini tidak bisa diabaikan sedikitpun. Dan lagi tidak semua bahan pakan ternak memiliki kandungan vitamin yang cukup lengkap.

Tubuh dari hewan ternak itu mirip dengan tubuh manusia, karenanya hewan ternak pun butuh berbagai jenis vitamin. Agar hewan ternak bisa memiliki pertumbuhan yang optimal.

Vitamin yang dibutuhkan oleh hewan ternak bisa dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ada vitamin yang bisa larut di dalam air dan juga yang bisa larut dalam lemak.

Untuk kelompok yang larut dalam lemak sama seperti manusia yaitu vitamin A, D, E, dan K. Dan untuk kelompok yang larut dalam air contohnya adalah vitamin B kompleks, B6, B12, C, niacin, inondol, kholin, dan biotin.

Fungsi vitamin untuk sapi :

  • Menjalankan fungsi tubuh pada sapi.
  • Memproduksi energi yang dibutuhkan oleh sapi dalam tubuhnya untuk beraktivitas.
  • Membantu memelihara kesehatan pada syaraf dan otot dalam tubuh sapi.
  • Membantu tubuh sapi itu sendiri untuk membuat dan menggunakan protein.

Pemberian vitamin B1 pada tubuh sapi sebaiknya jangan terlalu berlebihan. Jika pemberian vitamin ini terlalu berlebihan maka vitamin B1 akan dibuang percuma melalui air seni sapi.

Gejala kekurangan vitamin B1 adalah nafsu makannya yang menurun, berat badan menurun. Namun, jika sapi mengalami kekurangan vitamin ini akan menimbulkan gangguan pada pencernaannya.

Pemakaian vitamin B yang melebihi batas normal yang diperlukan akan mempengaruhi sistem syaraf (denyut nadi menjadi sangat cepat). Karena terjadi reaksi hipersensitif yang akan menyebabkan sapi mudah stress.

Vitamin B1 akan lebih efektif lagi jika penggunaannya dilakukan bersamaan dengan vitamin B yang lain. Sumber makanan yang mengandung vitamin B1 contohnya seperti beras pecah kulit, daging, telur, hati, ikan, dan pakan hijauan.

Tubuh sapi yang menyimpan vitamin B1 pada hati, ginjal, jantung, otak dan otot, dalam jumlah yang cukup terbatas.

5. Mineral

Sebenarnya pemberian pakan mineral ini tidak terlalu dibutuhkan. Hal ini diberikan tergantung dengan jenis pakan yang dikonsumsi oleh ternak. Karena pada umumnya, bahan makanan ternak sudah mengandung sebagian mineral yang dibutuhkan oleh ternak.

Memilih mineral yang tepat untuk hewan ternak merupakan hal yang gampang – gampang sulit. Gampang karena di pasaran terdapat banyak produk mineral yang beredar.
Namun sulit memilih mana yang benar-benar baik dan dibutuhkan oleh hewan peliharaan ternak.  Adapun supplemen mineral yang beredar dipasaran adalah:
  • Garam Mineral. Garam ini merupakan jenis mineral yang paling banyak digunakan untuk supplement peternakan. Mineral jenis ini dapat dikenali dengan sebutan akhiran sulfate, chloride, atau carbonate (misal: iron sulfate, zinc chloride, calcium carbonate). Garam mineral ini sangat sedikit diserap tubuh dan sering menimbulkan masalah pada saluran pencernaan.
  • Garam Alkali.¬†Mineral jenis ini dapat dikenali dengan akhiran oxide atau hydroxide (misalnya: magnesium oxide, magnesium hydroxide). Garam alkali ini memiliki tingkat penyerapan lebih rendah daripada garam mineral dan hanya kurang dari 1% yang dapat dimanfaatkan ternak. Bahkan beberapa diantaranya sama sekali tidak dapat dimanfaatkan (contohnya : zinc oxide, copper oxide).
  • Mineral Colloidal.¬†Merupakan jenis mineral yang disuspensikan (tidak dilarutkan) dalam medium yang cair. Sehingga berada pada ukuran partikel yang beberapa kali lebih besar daripada mineral jenis lainnya, yang menjadikannya sangat sulit diserap tubuh.
  • Mineral Amino Acid Chelate (paling baik). Merupakan jenis mineral yang terikat pada struktur asam amino dan oligopeptida. Mineral jenis ini secara alami dapat dijumpai pada berbagai tumbuhan yang hidup dan mikro-organisme unisel bervakuola. Mineral ini lebih mudah diserap dan lebih siap untuk digunakan tubuh serta biasa dikenali dengan akhiran amino acid chelate.

Hewan ternak yang sangat membutuhkan mineral ini biasanya dari jenis hewan perah, baik itu sapi ataupun itu kambing. Ada berbagai jenis mineral yang sangat dibutuhkan ternak yaitu kalium, zat besi, kalsium, natrium, magnesium, fosfat, dan yang lainnya.

Tips

Jika ingin memberikan tambahan mineral, ada baiknya untuk memeriksa apa saja dan seberapa besar kandungan nutrisi pada pakan ternak yang diberikan. Agar ternak tidak menerima asupan mineral berlebih, karena yang berlebihan itu tidak baik.

6. Pakan Tambahan

Pakan yang satu ini sama seperti dengan namanya, berfungsi hanya sebagai tambahan bukan menjadi konsumsi utama ternak. Jenis pakan ternak yang satu ini jika ada diberikan, jikapun tidak ada ya tidak apa-apa.

Pakan tambahan memiliki fungsi selain sebagai tambahan tapi juga untuk membantu mencegah penyakit, menyembuhkan hewan ternak, ataupun untuk menjaga kesehatan.

Antitoksin, hormon, antibiotik, obat cacing, merupakan contoh dari jenis pakan ternak tambahan. Jika hewan peliharaan ternak diberikan antibiotik, tujuannya adalah agar memodifikasi keseimbangan bakteri pada saluran cerna hewan peliharaan ternak.

Jika bakteri yang menguntungkan dan merugikan pada tubuh ternak yang seimbang, maka ternak bisa terjaga akan produksinya.

 

Berbagai jenis pakan

Berbagai jenis bahan pakanyang bisa dinamakan serta dicerna oleh hewan peliharaan ternak. Baik itu selurhnya ataupun sebagian saja tanpa mengganggu kesehatan ternak yaitu bisa disebut bahan pakan. Tanaman ataupun bukan tanaman bisa menjadi bahan pakan yang aakan di berikan untuk hewan ternak.

Kandungan dari nutrisi dan juga komposisi kimianya sangat berpengaruh pada kualitas dari bahan pakan ternak. Selain itu kandungan dari zat anti-nutrisi yang di kandung pada bahan pakan juga dapat mempengaruhinya.

Ada empat kunci yang harus diperhatikan dalam meracik ransum untuk hewan peliharaan ternak. Yang pertama yaitu carilah bahan baku yang disukai oleh ternak, lalu bahan bakunya mudah diperoleh. Setelah itu harganya terjangkau, dan bahan pakan tersebut bervariasi macamnya.

Maka dari itu, untuk menjadi seorang peternak juga harus bisa meracik ransum secara tepat, baik itu dari segi nutrisinya maupun harganya. Semuanya harus diperhatikan secara rinci dan juga tepat agar hasilnya pun baik.

Macam Bahan Pakan Ternak

Pada umumnya, macam dari bahan pakan ternak ada dua. Yaitu bahan pakan hijauan dan juga non-hijauan. Sumber bahan pakan hijauan di Indonesia masih banyak didapatkan seperti berbagai jenis dedaunan, berbagai jenis rumput, dan juga legume. 

Bahan pakan non-hijauan bersumber dari sumber mineral dan juga dari biji-bijian. Ada berbagai sumber bahan pakan hijauan yang bisa kita dapatkan. Contohnya seperti tanaman legum yang merambat dan tanaman legum yang memiliki protein cukup tinggi.

Jenis tanaman legum yang merambat contohnya yaitu kembang telang, kacang ruji, dan kacang sentro. Sedangkan yang berprotein tinggi contohnya yaitu gamal, lamtoro, dan kaliandra.

Namun selain tanaman legum yang merambat, ada lagi sumber pakan hijauan lain seperti jerami dan juga rumput gajah. Tetapi jerami ini merupakan bahan pakan yang nutrisinya rendah, jadi kurang disarankan sebagai bahan pakan untuk hewan peliharaan ternak anda.

Berbagai bahan pakan ini juga bisa ditemukan secara alami dan juga bisa didapatkan juga secara buatan. Yang secara alami ini bisa ditemukan di alam bebas, seperti contohnya di dalam hutan, di lahan perkebunan dan juga pertanian.

Sementara yang secara buatan adalah dengan cara budidaya. Dihasilkan dengan cara budidaya merupakan bahan pakan yang didapatkan melalui proses penanaman dan pemeliharaan secara perawatan yang intensif.

Contoh dari bahan pakan non-hijauan ini yaitu ada bungkil kacang tanah, onggok, bungkil kelapa, ubi kayu. Dan hasil ikutannya, kedelai dan ikutannya, dedak jagung, kulit kacang tanah, dan dedak padi. Ada lagi sumber lain yang berasal dari kulit buah, seperti kulit kakao dan juga kulit kopi.

Cukup sekian dari yang saya untuk Anda yang sedang bersiap untuk beternak. Semoga apa yang sudah ditulis di atas dapat bermanfaat bagi anda semua.

Wassalamualaikum.wr.wb