Select Page

Pada Artikel kali ini saya akan memberitahu dan menjelaskan tentang jenis pakan sapi yang berkualitas dan membuat sapi gemuk. Kuy cari tahu dibawah ini!

Tahukah Anda bahwa orang sekarang berusaha atau berinvestasi ternak,ntah ternak sapi,kambing,domba maupun kerbau. Bisnis ini memang menghasilkan untung yang besar, coba Anda bayangkan hanya beternak namun menghasilkan uang yang banyak,menarik bukan ?

Tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar usaha Anda ini berjalan lancar dan sukses serta tidak kalah akan persaingan pasar yang begitu ketat. Bagaimana caranya agar usaha kita tidak kalah saing ? Yaitu dengan memperhatikan hal penting ini. Cari tahu di bawah ini !

Peternakan, khususnya yang berfokus pada penggemukan sapi potong adalah jenis usaha yang menggiurkan. Maka tak heran jika banyak orang serta perusahaan besar yang terjun ke industri ternak hewan ruminansia ini. Demi bisa bertahan dalam persaingan itu, kualitas dan kuantitas produk menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan.

Pakan adalah kunci utama untuk menjaga kualitas serta kuantitas produksi. Jenis pakan sapi yang baik dengan komposisi nutrisi seimbang dan tingkat kecernaan tinggi akan membuat sapi potong dan hewan ruminansia lainnya cepat gemuk dan memiliki daging yang kualitasnya baik.

Dan jenis pakan sapi memilliki definisi sebagai bahan yang dapat dimakan, disukai, dapat dicerna, tidak menimbulkan penyakit, serta bermanfaat bagi hewan ternak. Ada banyak jenis pakan sapi yang bisa diberikan pada ternak sapi potong.

Secara garis besar,jenis pakan sapi potong dapat digolongkan jadi 3, yaitu pakan hijauan, pakan konsentrat, dan pakan tambahan. Dari pada Anda penasaran,kuy bacalah artikel ini dari awal sampai akhir dan jangan di close sebelum selesai membaca supaya menambah wawasan Anda.

Jenis Pakan Ternak dan Kandungan Nutrisinya

jenis-pakan-sapi

Jenis pakan sapi demi kesuksesan usaha peternakan sapi Anda. Bagi seorang peternak, bisa dikatakan sukses ketika berhasil membangun peternakan yang besar, memiliki hewan ternak yang banyak, dan memiliki hasil yang besar pula dari sana. Apakah Anda juga demikian?

Memang untuk beternak tidaklah semudah yang dilihat. Butuh pengetahuan, pengalaman, dan ketekunan serta keuletan sejati sebagai peternak dan memberikan yang terbaik pada peternakan yang dimilikinya. Dengannya, Anda dapat menjalankan peternakan dengan lebih baik, berkembang dengan pesat dan mendapatkan hasil seperti yang Anda dan peternak lain inginkan.

Terlepas dari pengalaman yang dimiliki, bagi seorang peternak ulung atau sudah berpengalaman maupun peternak pemula, satu hal yang tidak dapat dinomor duakan adalah pengetahuan tentang jenis pakan sapi ternak. Karena hal ini sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak Anda.

Dengan pengetahuan jenis pakan sapi yang tepat, maka peternak dapat fokus pada apa yang ingin ditingkatkan, ingin mempercepat pertumbuhan hewan ternak, penggemukan, atau memaksimalkan dan menjaga kualitas dari hasil hewan ternak tersebut.

Bahan Pakan Ternak

Memang banyak jenis bahan makanan yang dapat digunakan sebagai jenis pakan sapi ternak. Tetapi secara umum, bahan pakan ternak dibagi menjadi 5 jenis, pakan kasar, pakan penguat/ konsentrat, mineral, vitamin, dan pakan tambahan.

1. Pakan Kasar

Pakan kasar adalah pakan yang bervolume besar namun berat dari setiap unit volume-nya rendah. Makanan yang tergolong pakan kasar dapat berasal dari hijauan, antara lain:

  • Rumput, dapat menggunakan rumput lapangan, rumput tanaman, rumput grinting, rumput benggala, rumput kolonjono, rumput tuton.
  • Daun leguminos.
  • Sisa hasil panen seperti jerami, baik jerami padi, jerami kedelai, jerami jagung, maupun jerami kacang tanah.

Pakan ternak yang berasal dari hijauan mempunyai kandungan serat kasar sekitar 18% tetapi memiliki kandungan energi yang rendah. Hijauan yang menjadi sumber nutrisi yang baik yaitu hijauan yang mengandung protein kasar sebanyak 20 % total bahan kering seperti leguminosa/ kacang – kacangan.

Sedangkan, pakan dari sisa hasil panen seperti jerami, hanya mempunyai kandungan protein kasar sekitar 3 – 4 % bahan kering. Dari pakan hijau – hijauan yang berasal dari daun dan rumput yang berkualitas, hewan ternak seperti sapi hanya dapat berproduksi 70% dari kemampuan seharusnya.

Namun bagaimanapun juga, pakan kasar sangat diperlukan untuk hewan ternak ruminansia karena memiliki serat kasar tinggi yang dibutuhkan untuk merangsang rumen serta menentukan kadar lemak susu pada hewan ternak.

Jenis Rumput Unggulan Untuk Pakan Ternak Hijauan

jenis-pakan-sapi

1) Rumput Gajah

Rumput gajah toleran terhadap berbagai macam jenis tanah. Dan juga rumput gajah bisa tumbuh dari dataran rendah hingga dataran tinggi, yang tahan terhadap lingkungan sedang, serta curah hujan yang cukup, suka dengan tanah lempung yang subur, tetapi tidak tahan terhadap genangan.

2) Rumput Benggala

Rumput jenis ini memiliki ciri – ciri bersifat perennial, batangnya kuat dan tegak, serta membentuk rumpun dengan akar membentuk serabut dalam. Memiliki bunga berwarna hijau atau keunguan.

Rumput benggala tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi 0 – 1200 meter di atas permukaan laut.

3) Rumput Raja

Pengembangan rumput raja biasanya dilakukan dengan stek batang atau pols dan mampu tumbuh dengan baik pada daerah dengan tanah yang ringan sampai berat. Rumput raja mampu hidup dan tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 0 – 3000 meter di atas permukaan air laut dengan curah hujan tahunan sebesar 1000 meter atau lebih.

Ciri – ciri rumput raja antara lain, berdaun tunggal, batang berbentuk persegi dan silindris, berakar serabut, dan tumbuh di daerah yang kering. Memiliki struktur daun yang kasar, batang keras dan tebal. Bentuk daunnya panjang, dengan permukaan daun yang luas.

4) Rumput Meksiko

Seperti namanya, rumput ini berasal dari Mexico, Amerika Latin dan Amerika Tengah. Yang dapat hidup di daerah tropis yang basah dan juga di daerah subtropis dengan tanah berair. Serta memiliki ciri daun yang lebih lebar dari rumput jenis lain, dengan panjang daun sekitar 1,5 meter dan memiliki lebar daun sekitar 10 centimeter.

Rumput meksiko dapat tumbuh dengan baik pada daerah yang memiliki tanah dengan struktru sedang ataupun berat, dengan ketinggian sampai 1200 meter di atas permukaan air laut. Serta curah hujan 2000 meter per tahunnya.

5) Rumput Setaria

Rumput setaria dan sering juga dikenal dengan nama Rumput Golden Timothy yang berasal dari Afrika dan memiliki siklus hidup parenial. Cirinya tumbuh membentuk rumpun yang kuat dan lebat, dengan daun yang lebar dan sedikit berbulu pada bagian permukaan atasnya.

Rumput Setaria kalau sudah berumur cukup dewasa, maka dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 180 centimeter. Mempunyai karakter yang tahan terhadap lingkungan kering maupun bergenang. Bisa hidup pada dataran dengan ketinggian 1000 kaki, dengan curah hujan 25 inchi/ tahunnya.

Oh ya, untuk mempermudah pemberian pakan rumput sapi, sebaiknya menggunakan mesin pencacah aneka rumput supaya mengecilkan ukuran rumput. Manfaatnya sapi akan mudah mencerna rumput yang akan dimakan.

2. Pakan Penguat (Konsentrat)

jenis-pakan-sapi

Pakan penguat atau disebut juga konsentrat adalah pakan ternak yang memiliki kandungan serat kasar rendah, dibawah 18%. Nutrisi utama dari pakan konsentrat berupa energi dan protein. Ada dua perbedaan konsentrat, yakni konsentrat untuk sumber energi dan sebagai sumber protein.

Konsentrat sumber energi adalah konsentrat yang mempunyai kadar protein kurang dari 20%. Sebaliknya, konsentrat sumber protein adalah konsentrat yang mempunyai kadar protein di atas 20%.

Konsentrat merupakan suatu bahan pakan ternak yang diberikan bersamaan dengan bahan pakan ternak lainnya  supaya meningkatkan kandungan gizi pakan ternak yang dicampurkan sebagai pakan pelengkap.

Perternak sapi perah, agar dapat menjaga produksi susu sapi, pakan ternak yang diberikan harus sebagian besar dari pakan ternak konsentrat. Karena sapi yang hanya diberikan pakan ternak dari hijauan akan memproduksi susu 30% lebih rendah dibandingkan sapi yang diberikan pakan ternak hijauan yang juga ditambahkan dengan pemberian pakan ternak konsentrat.

Karena, sapi tidak mampu menampung pakan kasar sesuai dengan energi yang dibutuhkan. Sebabnya, untuk mencukupi energi, maka diperlukanlah tambahan pakan konsentrat. Pakan konsentrat bisa berasal,

Dari Hewan:

  • Tepung daging
  • Pati daging dan tulang
  • Serbuk darah
  •  Abuk bulu
  • Powder cacing
  • Hasil sampingan pengolahan ikan, yaitu tepung ikan
  • Alhasil sampingan pengolahan susu seperti lemak susu dan bubuk susu skim.

Untuk pakan ternak konsentrat yang berasal dari hewan ditandai dengan protein kualitas tinggi yang jumlahnya relatif banyak, dan kandungan mineral yang cukup tinggi juga. Mengandung protein lebih dari 47%, mineral Ca lebih dari 1%, P lebih dari 1,5%, serta serat kasar kurang dari 2,5%.

Dari Tumbuhan:

  • Hasil panen pertanian seperti kedelai, kacang hijau, jagung, serta yang lainnya.
  • Sisa industri pertanian seperti bungkil kelapa/ kelapa sawit, bungkil wijen, bungkil kedelai, biji palm, biji karet, ampas tahu, dedak sekam padi, serta yang lainnya.

Pakan ternak konsentrat mempunyai kandungan energi dan protein yang tinggi. Kelompok yang memiliki kandungan terbanyak seperti jagung, biji – bijian, sorghum, yang SE dan TDN yang tinggi, serat kasar yang rendah, kandungan protein kasar sedang, serta kandungan mineral yang bervariasi.

Pakan ternak konsentrat yang berasal dari tumbuhan mempunyai kandungan protein 47%, mineral Ca kurang dari 1%, P kurang dari 1,5 %, dan serat kasar yang lebih dari 2,5%. pakan ayam legund juga,

Supaya dapat sesuai sasaran yang diinginkan, maka penggunaan pakan ternak konsentrat harus memperhatikan 2 hal berikut ini:

  • Pemberian pakan ternak konsentrat harus memperhatikan kebutuhan nutrisi hewan ternak, jangan sampai pemberian pakan ternak konsentrat terlalu berlebihan sebab konsentrat hanyalah penguat atau pakan tambahan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi saja.
  • Memberikan pakan ternak konsentrat harus sesuai dengan imbangan jumlah produksinya, susu ataupun daging.

Cara Membuat Konsentrat

Konsetrat adalah campuran dari beberapa bahan pakan untuk me­lengkapi kekurangan gizi dari kebutuhan pakan sapi potong per hari. Bahan pakan kosentrat atau suplemen pelengkap yang bisa diberikan pada ternak sapi antara lain : dedak  padi, bungkil kelapa, jagung giling, bungkil kacang tanah, ampas tahu, ampas kecap dan lain-lain.

Campuran bahan pakan kon­sentrat yang diberikan pada ternak tergantung kepada harga  dan ketersediaan akan pakan di sekitar lokasi usaha peng­­gemukan ternak sapi. Dari berbagai hasil penelitian beberapa formulasi pakan  kon­sentrat yang dapat diberikan pada kebutuhan pakan sapi potong per hari diantaranya adalah :

Cam­puran 70 % dedak padi serta 30% bungkil kelapa, kemudian ditambahkan dengan 0,5 % tepung tulang dan 1 % garam dapur.

Komposisi 2 bagian dedak ditambah 1 bagian bungkil kelapa + 1 bagian jagung. Selanjutnya ditambahkan tepung tulang serta garam dapur sebanyak 1 – 2 % kedalam  campuran pakan  tersebut. Perpaduan 70 % dedak padi + 25 % bungkil kelapa + 5% jagung giling lalu ditambahkan 1% tepung tulang dan garam dapur.

3. Pakan Fermentasi

cara-ternak-sapi-potong

Pakan fementasi adalah hasil dari proses amoniasi, atau sering juga disebut sebagai peragian/ pemerana. Tujuan pembuatan pakan fermentasi yaitu untuk memaksimalkan pengawetan kandungan gizi pada pakan hijauan ataupun bahan pakan lainnya agar dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tanpa mengurangi jumlah nutrisinya.

Hal ini sangat penting,sehingga pada saat musim sulit dalam mendapatkan pakan sapi,pakan fermentasi sangatlah perlu dibutuhkan.

Kebutuhan gizi serta nutrisi yang tercukupi, maka banyak efek positif yang didapatkan. Kualitas binatang ternak yang semakin baik yang sudah pasti akan berdampak pada nilai jual hewan ternak.

Dengan menggunakan metode fermentasi, maka penyediaan pakan ternak akan lebih hemat. Adapun ciri – ciri dari pakan fermentasi yang sudah jadi, seperti ada peningkatan suhu, ada perubahan warna, dan menjadi lebih lapuk/ empuk.

Untuk tahu lebih lengkap tentang pakan ternak fermentasi, bagaimana cara membuat pakan ternak fermentasi sendiri, serta bagaimana pula cara tepat memberikannya pada hewan ternak Anda, bisa kunjungi artikel Fermentasi Pakan Ternak.

4. Mineral

Mineral atau zat – zat garam sangat dibutuhkan untuk hewan ternak perah. Zat anorganik contohnya : Kalsium, Kalium, Zat besi, Fosfat, Natrium, Magnesium, dan yang lainnya adalah macam – macam zat yang dibutuhkan oleh tubuh hewan ternak.

Tambahan mineral memang dibutuhkan sebagai tambahan pada beberapa pakan ternak, tetapi tidak semua, karena sebagian besar mineral tersebut dapat diperoleh dari bahan – bahan makanan ternak yang diberikan. Maka dari itu sangat penting untuk mengetahui kandungan dari pakan ternak yang diberikan, apakah sudah mencukupi kebutuhan mineral binatang ternak atau tidak.

5. Vitamin

Vitamin sangat penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan, serta menjaga fungsi alami dari sistem tubuh hewan ternak. Ada dua 2 kelompok vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh binatang ternak, yaitu vitamin yang larut dalam air diantaranya vitamin B kompleks, B6, B12, C, biotin, kholin, inondol, niacin. Serta vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin, A, D, E, dan K.

Memang vitamin hanya sedikit yang dibutuhkan, tetapi hal ini sama sekali tidak boleh diabaikan karena tidak semua bahan pakan ternak mengandung vitamin yang lengkap, mengingat resiko dari hewan ternak yang jika kekurangan vitamin maka dapat mengakibatkan tubuh hewan ternak lemah, sakit – sakitan, dan bahkan kematian. Tentu hal tersebut akan merugikan Anda bukan?

6. Pakan Tambahan

kebutuhan-pakan-sapi-potong-per-hari

Adalah pakan yang digunakan hanya sebagai tambahan dan bukanlah untuk konsumsi pokok bagi hewan ternak. Pakan tambahan yang dimaksudkan yaitu produk yang tidak bernutrisi, namun berguna untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit, ataupun menyembuhkan hewan ternak. Diantaranya, antibiotik, anti toksin, obat cacing, hormon, dan yang lainnya.

Pada pemberian antibiotik sendiri, dimaksudkan untuk memodifikasi keseimbangan bakteri yang berada dalam saluran pencernaan binatang ternak. Keseimbangan antara bakteri yang menguntungkan dengan bakteri yang merugikan akan mencegah terjadinya penurunan produksi ternak.

Demikian Artikel kali ini yang dapat saya bagikan kepada Anda,mudah-mudahan dapat membantu menemukn solusi atau menyelesaikan masalah yang sedang Anda alami. Support dan ikuti saya selalu,supaya anda bisa selalu membaca artikel saya selanjutnya.

Serta jangan lupa berikan saran,komentar,kritik tentang artikel jenis pakan sapi ini agar saya dapat memperbaikinya sehingga membuat anda nyaman saat membaca artikel saya. Sekian dan Terima kasih.

× Whatsapp Kami!