Select Page

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan,tentang jenis makanan kelinci supaya kelinci Anda senantiasa sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Yuk cari tahu informasinya dibawah ini!

Jenis makanan yang diberikan pada seekor kelinci,bahan dan kualitas makanan,begitu mempengaruhi pertumbuhan,kesehatan dan perkembangan kelinci ternakan ataupun kelinci hias seperti kelinci anggora.

Jenis makanan kelinci yang sehat adalah biji-bijian,umbi-umbian,hay,atau pelet sebagai makanan tambahan. Berikut adalah jenis makanan kelinci yang sehat untuk kelinci ternakan ataupun kelinci peliharaan.

Sayuran Hijau

 

jenis-makanan-kelinci

Makanan sayuran yang baik dan sehat untuk kelinci yaitu: Wortel,kol,kangkung,lobak,sawi,daun singkong,daun kembang sepatu,daun turi,daun lamtoro,daun ubi jalar,daun kacang panjang,daun kacang tanah,talas,batang jagung,daun pepaya,rerumputan dan yang lainnya.

Tetapi perlu diperhatikan makanan hijau tersebut tidak mengandung pestisida. Rumput yang bisa diberikan untuk kelinci yaitu rumput dari jenis rumput lunak seperti rumput kalamenta,jampang,grinting dan cakar ayam.

Hay atau  Rumput Awetan

jenis-makanan-kelinci

Makanan yang sehat untuk kelinci yaitu hay. Hay adalah rumput yang diawetkan dan dipotong sebelum berbunga. Agar gizi dalam rumput tersebut tidak hilang,maka rumput dikeringkan dan untuk mempertinggi serat kasarnya.

Kelinci membutuhkan makanan yang memiliki serat tinggi. Diantaranya yaitu hay. Hay mempunyai serat tinggi dan bisa membantu mengatasi masalah pencernaan pada kelinci dan mencegah terjadinya masalah hairball di usus. Hay juga dapat mengurangi kemungkinan masalah gigi tonggos pada kelinci.

Umbi-Umbian

Umbian-umbian yang sehat adalah singkong,wortel,uwi,ganyong,talas dan ubi jalar untuk makanan tambahan kelinci. Pastikan juga umbi-umbian tidak mengandung pestisida.

Jenis makanan kelinci yang satu ini sangat identik dengan kelinci atau populer karena banyak ditampilkan di film atau kartun tentang kelinci yang suka makan wortel.

Biji-Bijian

Biji-bijian yang baik yaitu biji bunga matahari,kedelai,padi,jagung,gandum,kacang tanah dan kacang hijau yang berfungsi sebagai makanan penguat untuk kelinci,khusunya untuk kelinci yang sedang hamil dan menyusui. Jenis makanan kelinci ini mudah untuk didapat.

Sebelum dikasihkan,sebaiknya biji-bijian tersebut ditumbuk ataupun digiling terlebih dahulu. Satu ekor kelinci dapat diberi dengan takar sekitar 200-300 gram biji-bijian per hari.

Konsentrat atau Pelet

Jenis makanan kelinci ini memiliki fungsi pelet bagi kelinci yaitu untuk meningkatkan nilai gizi dan juga dapat mempermudah bagi kita dalam penyediaan pakan kelinci.

Pelet diberikan cuma sebagai makanan tambahan saja dan penguat setelah sayuran dan hay yaitu sebagai makanan utama. Perlu diperhatikan bahwa jika pemberian pelet terlalu banyak bisa mengganggu kesehatan kelinci.

Cara Membuat Konsentrat atau Pelet

Pelet kelinci adalah merupakan salah satu konsetrat yang diperlukan kelinci . Apakah konsentrat itu? konsentrat adalah bahan pakan dengan nutrisi tinggi yang didalamnya mencakup tanaman bijian dan residu dari proses industri bijian serta bahan lain untuk konsumsi manusia.

Pelet biasanya terbuat dari bagian dari bekatul padi halus,tepung jagung/tepung terigu,tetes tebu, garam dan lain-lain. Untuk kebutuhan serat bisa ditambah hay yang diremukan.

Kebutuhan pelet bagi kelinci harus diperhatikan jumlah kebutuhannya :

  • Kelinci dewasa antara 100-140 gram
  • Untuk kelinci hamil 160-200 gram
  • Sedangkan kelinci umur 2,5 – 4 bulan < 70 gram

Pemberian pelet tidak boleh berlebihan sebab dapat berakibat kegemukan pada kelinci, hal ini akan menganggu kesehatan kelinci iu sendiri. Apabila terjadi kegemukan maka kelinci perlu melakukan diet atau kelinci di umbar diluar kandang biar beraktifitas sehingga kelinci mengeluarkan tinja sesering mungkin.

Dibawah ini contoh komposisi pelet:

A.Pelet tanpa rumput

  • Ampas tahu 50%
  • Bekatul 40%
  • Tepung jagung giling 9%
  • Mineral ( garam yodium ) 0,5%
  • Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5%

B.Pelet dengan rumput

  • Bungkil kelapa 9%
  • Bekatul 50%
  • Tepung jagung giling 10%
  • Bungkil keledai 20%
  • Rumput kering 10%
  • Premix 0,5%
  • Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5%

Berikut komposisi pelet sederhana dari sebuah literatur :

  1. Kelinci yg sedang dalam masa pertumbuhan,
  • Jagung Giling 62.5%
  • Bungkil Kedele 15%
  • Dedak Halus 20%
  • Tepung Tulang 1%
  • Garam 1.5%
  1. Penggemukan (Kelinci pedaging)
  • Jagung Giling 42%
  • Bungkil Kedele 25%
  • Dedak Halus 30%
  • Tepung Tulang 1.5%
  • Garam 1.5%
  1. Induk Produktif
  • Jagung Giling 52%
  • Bungkil Kedele 12.5%
  • Dedak Halus 22.5%
  • Tepung Tulang 1.5%
  • Garam 1.5%

Pada saat ini, pelet kelinci merupakan makanan alternatif bagi pemelihara yang mungkin malas atau enggan untuk mencari rumput dan hijauan yang terkadang sulit di dapatkan. Apalagi untuk pemelihara kelinci hias yang mungkin punya kesibukan lain selain mengurusi kelinci.

Mulanya Pelet kelinci merupakan konsentrat kandungan gizi yang di butuhkan oleh kelinci dalam bentuk yang lebih sederhana. Sehingga pelet ini mudah disimpan dan tahan lama. Namun, banyak orang yang mengeluhkan tingkat harga pelet kelinci yang relatif mahal.

Sesuai dengan konsep yang diusung oleh Komunitas hobby kelinci ( Rabbit Hobbies Community Palembang), akan mencoba mensolusikan dengan cara membuat sendiri pelet kelinci berbiaya murah. Minimal anggota komunitas ini memiliki pengetahuan tentang cara membuat pelet, yang mungkin bisa menjadi bekal jika dikemudian hari ingin terjun ke bisnis pelet.

Membuat Sendiri Pelet Kelinci berkualitas

Dari beberapa sumber pembuatan pelet, dituliskan artikel bagaimana membuat pelet kelinci berukuran kecil untuk di konsumsi kelinci peliharaan di rumah.

Bahan-bahan:

  1. Ampas Tahu (Bisa di ganti dengan tepung kedelai)
  2. Bekatul (dedak Halus)
  3. Tepung Jagung
  4. Mineral dan garam yodium
  5. Arang aktif
  6. Rumput kering (Jika ada)
  7.     Air bersih

Peralatan yang dibutuhkan:

Bak plastik (untuk mencampur adonan pelet)

  1. Sendok / centong
  2. Panci kukus
  3. Kompor
  4. Penggiling ikan/daging
  5. Plastik bening
  6. Panggangan/Oven (jika ada, kalau cuaca panas gunakan sinar matahari untuk menjemur)

Cara Pembuatan:

1.Campur adonan pelet berupa ampas tahu yang masih hangat sebesar 15% dengan tepung jagung 50% Bekatul atau dedak halus 20% Tepung mineral + garam  yodium 5% Arang  aktif  1% rumput kering 9%. Jika rumput tidak ada maka komposisi di tambahkan pada tepung jagung.

2.Adonan di campur rata menggunakan pelarut air hingga menyatu sepenuhnya menjadi adonan pada bak pelastik.

3.Setelah yakin merata, kukus adonan pada panci dengan suhu yang tinggi selama 30 menit. Warna adonan akan berubah menjadi lebih tua.

4.Selagi panas, cetak adonan pada alat penggilingan daging sehingga akan membentuk adonan memanjang.

5.Keringkan adonan dengan oven, jika tidak ada bisa di jemur hingga benar-benar kering dengan alas pelastik.

Bahan Makanan Kelinci yang Sehat dan Seimbang

jenis-makanan-kelinci

Seekor kelinci membutuhkan asupan yang pas untuk menunjang pertumbuhan dan mencegah kemungkinan munculnya penyakit pada kelinci. Kelinci yang baik serta sehat diberikan bahan makanan seimbang dapat hidup rata-rata 5-12 tahun

Pola makan yang salah,dapat membuat kelinci menderita penyakit cardiovaskar. Jangan diberikan terus-menerus sayuran,sebab pada dasarnya makanan utama kelinci yaitu rumput dan hay.

Jadwal Pemberian Pakan Kelinci

kelinci-kecil

Pemberian makanan kelinci harus teratur setiap harinya,terutama untuk kelinci ternak atau pedaging. Keteraturan dalam pemberian makan kelinci harus lebih diperhatikan daripada jumlah pemberiannya.

Pakan kelinci dapat diberikan 2-3 kali sehari. Kelinci yang dikenal sebagai binatang malam,sehingga volume dalam pemberian makanan kelinci terbanyak dapat anda berikan pada sore atau malam hari.

Sekitar jam 8 pagi,kandang kelinci harus sudah dibersihkan,pastikan juga tidak ada kotoran yang menempel di lantai-lantai kandang kelinci.

Jam 10 pagi,pemberian makan pertama yaitu berupa biji-bijian yang sudah dilembutkan,umbi-umbian dan pelet.

Jam 1 siang,pemberian makanan berupa rumput atau hijauan lainnya. Volumenya sekitar 0,5 kg per satu ekor bagi kelinci dewasa.

Jam 6 sore,pemberian makanan  berupa rumput atau hijauan lainnya yang juga banyak mengandung serat kasar dengan kapasitas 1 kg atau kurang lebih per satu ekor kelinci dewasa.

Pemberian makanan pada malam hari harus lebih banyak karena untuk memenuhi kebutuhan makan kelinci sepanjang malam.

Penyakit Kelinci dan Cara mencegah serta Mengobatinya

Kelinci jiga bisa terserang penyakit,ada sekitar 10 penyakit kelinci yang sering menyerang kelinci kita. Apa saja? Yuk cari tahu dibawah ini!

1. Penyakit Scabies pada Kelinci

Penyakit kelinci yang pertama ialah scabies atau scabiosis, penyakit ini berasal dari kutu sarcoptis scabi, tungau psoroptes cuniculi dan kutu haemodipsus ventricosus. Jenis parasit ini cukup berbahaya serta banyak mengakibatkan kegagalan peternak kelinci. Selain itu scabies juga memilik sifat menular. Bukan tidak hanya sesama kelinci namun juga dapat menular ke manusia.

Jadi bila kelinci kamu diserang oleh ketiga parasit  di atas sebaiknya langsung diobati. Sebab jika tidak secepatnya ditangani mereka akan terus menghisap cairan kulit kelinci dan mengakibatkan si kelinci merasakan gatal-gatal lalu digaruk sampai membentuk kudis atau kurap.

Berikut gejala kelinci yang terserang scabies:.

  • Bulu kelinci rontok akibat sering digaruk-garuk.
  • Akan membentuk koreng, gudik, kudis kurab bahkan cairan seperti nanah.
  • Kelinci sering kegatalan.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Cara mengatasi scabies: Pertama pisahkan dari kandang (isolasi) supaya tidak menular ke teman-temannya lalu cukur bulunya di daerah yang terserang scabies kemudian dicuci dan dilap sampai kering. Jika sudah bersih oleskan dengan obat kudis seperti scabicidcream.

Salep itu bisa kalian beli di toko hewan, kira-kira harganya 40.000-50.000. Lakukan cara tersebut sampai betul-betul sembuh baru boleh disatukan lagi dengan yang lainnya. Untuk mencegahnya jaga kebersihan kandang selalu jangan sampai lembap, buang kotoran secara rutin.

2. Penyakit Pilek

penyakit-kelinci

Penyakit ini memang terlihat sangat diremehkan, tapi efeknya sangat fatal. Karena pilek bisa menular kepada kelinci lainnya, apalagi jika kandang kelinci tidak terkena sinar matahari sama sekali. Penyebab pilek biasanya sebab bakteri atau virus, sama seperti manusia kalau pilek juga karena bakteri atau virus.

Ciri-ciri kelinci yang sedang pilek yaitu hidungnya sering mengeluarkan lendir. Cara mengatasinya sangat mudah kok, kalian cuma perlu menyemprotkan larutan antiseptik pada hidungnya, kemudian diobati dengan antibiotik seperti Anticold dan Panicilin.

3. Penyakit Cacingan

Ternyata cacingan bukan hanya menyerang manusia tapi kelinci juga bisa cacingan loh. Cacingan (Pinworm) pada kelinci disebabkan karena memberikan makanan atau minuman yang kotor dan terdapat telur cacingnya sehingga saat dimakan telur cacing tersebut akan terbawa masuk dan hidup di usus belakangnya.

Ukurannya berbeda-beda namun yang sering terjadi biasanya dia mempunyai panjang kira-kira 2.5 cm. Gejala dari cacingan adalah:

  • Tubuh kelinci kurus walaupun sudah banyak makan.
  • Kurang agresif, lemas dan mukanya pucat.
  • Nafsu makan menurun
  • Dan suka menggaruk lubang duburnya (pantat)

Untuk mengobatinya, cukup berikan obat cacing secara teratur sampai kelinci sembuh dan jangan lupa rajin-rajinlah membersihkan kandang serta menjaga kebersihan makanan dan minumannya.

4. Penyakit Kelinci “Sembelit/Impaction”

Sembelit artinya susah buang air besar atau tersumbatnya saluran lambung dan caecum, setelah itu akan mempengaruhi sistem pencernaannya. Alasan utama terserang Impaction adalah karena stres tingkat tinggi, makanan yang terlalu banyak tanpa diseimbangi dengan asupan minuman yang cukup dan kurang memakan makanan hijau seperti sayuran dan rumput.

Nah maka dari itu supaya dia tidak terserang sembelit sebaiknya banyak diberi air minum dan makanan yang berserat serta sering-sering dikeluarkan dari kandangnya biar tidak penat di dalam kandang terus.

5. Kanker Telinga

Penyakit kelinci yang kelima adalah kanker telinga, bisa terjadi karena adanya kutu yang menyerang permukaan kulit telinga bagian dalam.

Kelinci Anda yang terserang penyakit ini ditandai dengan gatal-gatal di bagian telinga, lalu si kelinci akan sering mengggosok-gosokkan daun telinganya serta menggeleng-gelengkan kepalanya sampai telinganya menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini juga sangat berbahaya jadi secepatnya untuk mengobatinya. Kamu cukup membeli obat salep pembasmi kutu di pet shop lalu oleskan pada telinga kelinci yang terserang penyakit kanker.

6. Radang Mata atau Conjungtivitis

Penyebab radang mata berbeda-beda bisa karena infeksi bakteri Moraxella sp, kurang vitamin A, terkena debu atau gas amonia. Ciri-cirinya adalah mata mengeluarkan banyak cairan, warnanya merah dan terkadang ada nanahnya.

Apa obatnya? Obatnya adalah salep Chloramphenicol atau Alletrol (salah satu nama obat tetes mata yang bisa didapat di pet shop harga Rp. 15.000 – 25. 000). Cara memakainya bersihkan dulu bagian mata yang sedang terluka menggunakan kapas lalu teteskan secara pelan-pelan.

7. Jenis Penyakit Young Doe Syndrome

Penyakit kelinci yang ketujuh ini sangat membahayakan, sebab dapat mengakibatkan kematian untuk induk dan anaknya. Loh kok bisa? Ya karena Young Doe Syndrome ini menjangkit kelinci yang sedang menyusui. Bila terserang, susu si induk akan membengkak di bagian kelenjarnya (puting) sehingga anaknya akan mati karena tidak mendapatkan air susu ibunya.

Saat kalian sudah melihat pembengkakan sebaiknya langsung disuntik dengan Sulfa Strong, Penicilin, Oxylin atau Sulmethonl sebelum terlambat. Tapi sebelumnya harus diisolasikan dulu dari teman-temannya.

8. Penyakit Diare atau Mucoid Enteritis

Sebenarnya penyakit pada kelinci ini masuk di daftar yang paling atas, karena termasuk faktor utama atas kematian kelinci, baik daging maupun hias seperti anggora dan Holland Lop. Diare sendiri disebabkan karena adanya virus pathogen semisal clostridium dan E.coli yang masuk melalui makanan yang sudah terkontaminasi, terlalu banyak makanan hijau, kondisi kandang kotor dan kelebihan dosis obat.

Ciri-ciri Enteritis adalah:

  • Kotoran berwarna hijau dan mengeluarkan lendir di duburnya.
  • Kurang gairah atau agresif.
  • Muka mengecil, pucat dan lemas.
  • Badannya tambah kurus.
  • Telinga kelinci turun ke bawah.
  • Kelinci sering kehausan.
  • Dan tampak kasian.

Jadi jika dibiarkan bisa mati seketika. Lalu gimana cara mengobati diare pada kelinci? Ubah pola makannya, bila sebelumnya menggunakan rumput hijau atau sayuran maka diganti dengan pelet atau hay (jerami). Kemudian berikan dia minuman yang sudah dicampur antibiotik plus bersihkan kandang sebaik mungkin. Jangan malas broo..

9. Penyakit Pasteurellosis

Pasteurellosis juga salah satu penyakit yang sangat parah serta banyak terjadi sama kelinci, nama bakterinya adalah Pasteurella multocida.

Bakteri tersebut langsung menyerang pernafasan, radang paru-paru dan infeksi telinga. Awalnya akan berdampak pada sistem pencernaan tetapi semakin lama akan merembet ke organ tubuh kelinci lainnya. Misalnya uterus, kelenjar susu, testicles, saluran pernafasan dan lain sebagainya.

Selain itu, jenis penyakit Pasteurellosis juga sangat menular, baik melalui udara atau juga dengan kontak langsung. Apa saja gejala sakit Pasteurellosis?
Kelinci sulit bernafas.
Mata kelinci mengeluarkan cairan.
Juga mengeluarkan cairan di hidung.
Kelinci suka bersin dan batuk.

Cara mengatasinya, pertama isolasikan kelinci yang sakit ke dalam ruang khusus yang memiliki banyak sirkulasi udara (kandangnya luas). Lalu suntik dengan obat-obatan seperti Oxylin, Sulfa Strong atau Penicilin. Tunggu sampai sembuh, semoga selamat.

10. Memakan Bulu Karena Kurang Gizi

Wah kok bisa ya kelinci makan bulu? Bisa donk, biasanya kelinci akan memakan bulunya sendiri atau bulu kelinci lainnya, disebabkan karena pakan yang diberikan kurang berprotein dan bergizi. Padahal bulu tersebut tidak dapat dicerna yang akhirnya pencernaan kelinci jadi terganggu. Hal ini membuat berat badannya semakin merosot dan jatuh sakit.

Untuk mengatasinya, sobat cukup memberikan pakan yang kaya protein dan gizi saja, seperti pakan hijau-hijauan, hay dan pelet.

Demikian artikel tentang jenis makanan kelinci yang dapat saya bagikan kepada Anda,mudah-mudahan dapat membantu Anda. TERIMA KASIH

 

× Whatsapp Kami!