Select Page

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan,cara ternak kelinci pedaging yang mudah,efisien dan dijamiin usaha maju. Yuk cari tahu caranya dibawah ini!

Selain menjadi binatang peliharaan, kelinci juga dapat di ternak untuk dimanfaatkan dagingnya, Sekarang ini olahan masakan daging kelinci sudah mulai populer di masyarakat, Seperti sate kelinci, yang lezat serta menpunyai kandungan gizi yang cukup tinggi.

Kelinci diternak bukan hanya untuk dimanfaatkan dagingnya, tapi bisa juga untuk menyalurkan hobi, serta bisa dijual sebagai kelinci hias, jadi bagi anda yang ingin budidaya kelinci tidak perlu khawatir untuk pemasaran hasil ternak kelinci,

cara ternak kelinci pedaging sebenarnya sangatlah mudah, bagi pemula yang ingin menekuni budidaya kelinci silahkan ikutilah langkah-langkah berikut ini:

Cara ternak kelinci pedaging modern agar sukses

1.  Persiapan kandang kelinci

cara-ternak-kelinci-pedaging

Kandang adalah syarat utama dalam cara ternak kelinci pedaging, Sebelum kita membuat kandang kelinci, Hal utama yang perlu diperhatikan adalah lokasi,

Lokasi tempat pembuatan kandang harus jauh dari keramaian, Bebas dari asap atau polusi udara, Memiliki sirkulasi udara lancar, serta terkena sinar matahari secara langsung, Sedangkan suhu udara yang ideal untuk ternak kelinci sekitar 21 derajat celcius.

Untuk ukuran kandang bisa disesuaikan dengan padatnya bibit, Misalnya untuk ukuran 200 x 70 x 70 cm, cukup untuk diisi 12 ekor kelinci betina, Atau 10 ekor untuk kelinci jantan,

Kandang bisa dibuat menggunakan material seprti bambu,kayu, kawat atau besi, Penempatan kandang harus terhindar dari binatang predator lain, Seperti tikus, kucing atau anjing.

2. Pemilihan bibit

cara-ternak-kelinci-pedaging

Setelah kandang selesai kita siapkan, lcara ternak kelinci pedaging selanjutnya adalah mencari bibit, Bibit yang sering dibudidaya untuk kelinci potong adalah jenis kelinci flemish giant, kelinci new zealand, dan kelinci Rex.

Untuk mengetahui ciri-cirinya baca selengkapnya disini: jenis-jenis kelinci pedaging, Pilihlah bibit yang berkualitas agar dapat melahirkan banyak anak, Jangan lupa pilih bibit yang masih muda serta produktif.

Ciri-ciri bibit yang mempunyai kualitas bagus adalah:

– Bibit tidak cacat fisik
– Tidak nervous dan bulunya halus
– Warna tidak kusam
– Lincah dan aktif bergerak
– Serta mata bersih dan terawat.

Setelah mengetahui ciri-ciri bibit yang bagus dalam cara ternak kelinci pedaging, Sekarang tinggal memilih bibit jantan dan betina (perpasang),

Cara membedakan kelinci jantan dan betina

Kelinci jantan:
Mencari tahu kelinci jantan tidaklah sulit, Kelinci jantan biasanya memiliki tanda dibawah ekor dan tepat diatas anus terdapat tabung kecil tertutup bulu, Itu adalah merupakan alat kelamin kelinci jantan.

Masa produksi kelinci jantan adalah sekitar umur 6-8 bulan, Postur tubuh kelinci jantan biasanya lebih kecil dibanding kelinci betina, Kelinci jantan lebih aktif bergerak dan lebih akrab dengan manusia.

Kelinci betina;
Untuk mencari tahu kelinci betina juga sama dengan mencari tahu kelinci jantan, Bedanya adalah kelinci betina memiliki gundukan dengan celah memanjang yang terdapat dibawah ekor tepat diatas anus, Itu adalah alat kelamin kelinci betina.

Kelinci betina mempunyai postur tubuh lebih besar dibanding kelinci jantan, Masa produksi kelinci betina yaitu sekitar umur 4-6 bulan,
dan saya sarankan untuk pemula belilah bibit 2-5 pasang terlebih dahulu, Untuk memudahkan perawatan serta pemasaran.

3. Pemberian pakan

cara-ternak-kelinci-pedaging

Pakan kelinci di habitat aslinya berupa rerumputan serta sayur-sayuran seperti; Wortel, kangkung, atau sayuran hijau lainya, Tapi jika kita budidaya kelinci bisa kita berikan makanan campuran berupa pellet khusus kelinci.

Pemberian pakan berupa pelet bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, dan pembetukan daging, Makanan bisa diberikan 2 kali sehari pagi dan sore, Dengan cara pagi kita berikan pellet, dan sore harinya kita berikan sayuran, atau sebaliknya, Jangan lupa selalu sediakan air minumnya.

Konsentrat atau Pelet

Jenis makanan kelinci ini memiliki fungsi pelet bagi kelinci yaitu untuk meningkatkan nilai gizi dan juga dapat mempermudah bagi kita dalam penyediaan pakan kelinci.

Pelet diberikan cuma sebagai makanan tambahan saja dan penguat setelah sayuran dan hay yaitu sebagai makanan utama. Perlu diperhatikan bahwa jika pemberian pelet terlalu banyak bisa mengganggu kesehatan kelinci.

Cara Membuat Konsentrat atau Pelet

Pelet kelinci adalah merupakan salah satu konsetrat yang diperlukan kelinci . Apakah konsentrat itu? konsentrat adalah bahan pakan dengan nutrisi tinggi yang didalamnya mencakup tanaman bijian dan residu dari proses industri bijian serta bahan lain untuk konsumsi manusia.

Pelet biasanya terbuat dari bagian dari bekatul padi halus,tepung jagung/tepung terigu,tetes tebu, garam dan lain-lain. Untuk kebutuhan serat bisa ditambah hay yang diremukan.

Kebutuhan pelet bagi kelinci harus diperhatikan jumlah kebutuhannya :

  • Kelinci dewasa antara 100-140 gram
  • Untuk kelinci hamil 160-200 gram
  • Sedangkan kelinci umur 2,5 – 4 bulan < 70 gram

Pemberian pelet tidak boleh berlebihan sebab dapat berakibat kegemukan pada kelinci, hal ini akan menganggu kesehatan kelinci iu sendiri. Apabila terjadi kegemukan maka kelinci perlu melakukan diet atau kelinci di lepas diluar kandang biar beraktifitas sehingga kelinci mengeluarkan tinja sesering mungkin.

Dibawah ini contoh komposisi pelet:

A.Pelet tanpa rumput

  • Ampas tahu 50%
  • Bekatul 40%
  • Tepung jagung giling 9%
  • Mineral ( garam yodium ) 0,5%
  • Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5%

B.Pelet dengan rumput

  • Bungkil kelapa 9%
  • Bekatul 50%
  • Tepung jagung giling 10%
  • Bungkil keledai 20%
  • Rumput kering 10%
  • Premix 0,5%
  • Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5%

Berikut komposisi pelet sederhana dari sebuah literatur :

  1. Kelinci yg sedang dalam masa pertumbuhan,
  • Jagung Giling 62.5%
  • Bungkil Kedele 15%
  • Dedak Halus 20%
  • Tepung Tulang 1%
  • Garam 1.5%
  1. Penggemukan (Kelinci pedaging)
  • Jagung Giling 42%
  • Bungkil Kedele 25%
  • Dedak Halus 30%
  • Tepung Tulang 1.5%
  • Garam 1.5%
  1. Induk Produktif
  • Jagung Giling 52%
  • Bungkil Kedele 12.5%
  • Dedak Halus 22.5%
  • Tepung Tulang 1.5%
  • Garam 1.5%

Pada saat ini, pelet kelinci merupakan makanan alternatif bagi pemelihara yang mungkin malas atau enggan untuk mencari rumput dan hijauan yang terkadang sulit di dapatkan. Apalagi untuk pemelihara kelinci hias yang mungkin punya kesibukan lain selain mengurusi kelinci.

Mulanya Pelet kelinci merupakan konsentrat kandungan gizi yang di butuhkan oleh kelinci dalam bentuk yang lebih sederhana. Sehingga pelet ini mudah disimpan dan tahan lama. Namun, banyak orang yang mengeluhkan tingkat harga pelet kelinci yang relatif mahal.

Sesuai dengan konsep yang diusung oleh Komunitas hobby kelinci ( Rabbit Hobbies Community Palembang), akan mencoba mensolusikan dengan cara membuat sendiri pelet kelinci berbiaya murah. Minimal anggota komunitas ini memiliki pengetahuan tentang cara membuat pelet, yang mungkin bisa menjadi bekal jika dikemudian hari ingin terjun ke bisnis pelet.

Membuat Sendiri Pelet Kelinci berkualitas

Dari beberapa sumber pembuatan pelet, dituliskan artikel bagaimana bikin pelet kelinci berukuran kecil untuk di konsumsi kelinci peliharaan di rumah.

Bahan-bahan:

  1. Ampas Tahu (Bisa di ganti dengan tepung kedelai)
  2. Bekatul (dedak Halus)
  3. Tepung Jagung
  4. Mineral dan garam yodium
  5. Arang aktif
  6. Rumput kering (Jika ada)
  7.     Air bersih

Peralatan yang dibutuhkan:

Bak plastik (untuk mencampur adonan pelet)

  1. Sendok / centong
  2. Panci kukus
  3. Kompor
  4. Penggiling ikan/daging
  5. Plastik bening
  6. Panggangan/Oven (jika ada, kalau cuaca panas gunakan sinar matahari untuk menjemur)

Cara Pembuatan:

1.Campur adonan pelet berupa ampas tahu yang masih hangat sebesar 15% dengan tepung jagung 50% Bekatul atau dedak halus 20% Tepung mineral + garam  yodium 5% Arang  aktif  1% rumput kering 9%. Jika rumput tidak ada maka komposisi di tambahkan pada tepung jagung.

2.Adonan di campur rata menggunakan pelarut air hingga menyatu sepenuhnya menjadi adonan pada bak pelastik.

3.Setelah yakin merata, kukus adonan pada panci dengan suhu yang tinggi selama 30 menit. Warna adonan akan berubah menjadi lebih tua.

4.Selagi panas, cetak adonan pada alat penggilingan daging sehingga akan membentuk adonan memanjang.

5.Keringkan adonan dengan oven, jika tidak ada bisa di jemur hingga benar-benar kering dengan alas pelastik.

Masa reproduksi (kembang biak)

kelinci-jumbo

Setelah kelinci betina berusia 4-6 bulan dan kelinci jantan berusia 6-8 bulan, Kelinci sudah siap dikawinkan, dan masa yang paling produktif ketika kelinci berumur diatas 1 tahun.

Jangan memaksakan kelinci kawin di usia muda ,sebab akan merusak pertumbuhanya yaitu kelinci jantan biasanya akan berubah menjadi kerdil, Bahkan bisa mengakibatkan gagal hamil untuk kelinci betina.

Tanda-tanda kelinci betina mengalami birahi atau siap kawin adalah; Sering berlaku aneh yaitu menggosok-gosokkan dagunya pada bagian kandang, Sikapnya terlihat gelisah, nafsu makanya berkurang, kemaluanya terlihat bengkak serta berwarna merah

– Proses mengawinkan kelinci

cara ternak kelinci pedaging yaitu mengawinkan kelinci ternyata harus ada ritualnya yaitu;
Kelinci betina kita pindahkan kekandang kelinci jantan, Jangan sampai terbalik ya, cara ini bertujuan supaya kelinci jantan lebih percaya diri.

Setelah kelinci betina telah berada dalam kandang kelinci jantan, Tunggu beberapa saat, biarkan kelinci bercumbu, Dan melakukan perkawinan.

Setelah kelinci terlihat melakukan hubungan pertama, Angkat/pisahkan kelinci betina agar istirahat selama 15 menit, Kemudian masukkan lagi kelinci betina kekandang kelinci jantan, Sampai kelinci betina sudah tidak mau dikawinkan lagi, Berarti proses perkawinan sudah selesai, Dan kembalikan kelinci betina kekandangnya.

– Masa kehamilan

Setelah kita tahu cara mengawinkan kelinci, selanjutnya adalah cara mengetahui kehamilan kelinci, Seekor kelinci dapat kita ketahui positif hamil atau tidaknya adalah, Perutnya mulai terlihat besar, nafsu makanya terus meningkat.

Untuk memastikan bahwa kelinci sedang hamil yaitu, Sekitar 2 minggu setelah proses perkawinan, Kita bisa meraba perut kelinci betina, Apabila terdapat benjolan kecil dalam perutnya, Berarti kelinci postif hamil.

Jika kita sudah mengetahui bahwa kelinci sedang hamil, Kita harus menambah porsi makannya, Tujuanya agar asupan makanan bayi kelinci dalam perut bisa terpenuhi.

Jangan lupa selalu menjaga kebersihan kandang, agar kelinci yang sedang hamil terhindar dari segala penyakit, Setelah memasuki usia kehamilan 3 ke 4 minggu, Sebaiknya kita siapkan kandang kotak berukuran 60 x 30 x 15 cm.

Kandang kita beri alas dengan rumput kering atau kain bekas untuk proses melahirkan serta menyusui anaknya, Kemudian pindahkan kelinci ketempat tersebut.

Idealnya usia kehamilan kelinci adalah 29-32 hari dan akan melahirkan, yang bisa ditandai dengan kelinci terlihat mulai membuat sarang, Yaitu dengan mengumpulkan benda-benda yang ada disekitarnya, Termasuk bulunya sendiri.
Kelinci pada umumnya bisa melahirkan anak 4-12 ekor,

– Menjaga dan merawat anak kelinci

cara ternak kelinci pedaging memang susah-susah gampang. Jika kelinci telah melahirkan, Tugas kita adalah merawat serta menjaga anaknya, Anak kelinci yang baru lahir biasanya tidak memiliki bulu, dengan mata terpejam dan asupan makananya adalah susu dari induknya.

Jika jumlah anak kelinci terlalu banyak, Kita bisa menitipkan anaknya pada indukan lain agar disusui, Anak kelinci yang masih kecil harus berada pada tempat yang nyaman, dan selalu hangat.

Untuk memberikan makanan kelinci sebagai asupan gizi untuk anaknya jangan sampai telat, Agar anak kelinci cepat tumbuh dan tetap sehat.

Kelinci potong bisa dipanen dan dipasarkan sekitar umur 3-4 bulan, Langsung dijual pada pengepul atau ke restoran yang membuat olahan dari kelinci.

Penyakit Kelinci dan Cara mencegah serta Mengobatinya

Kelinci jiga bisa terserang penyakit,ada sekitar 10 penyakit kelinci yang sering menyerang kelinci kita. Apa saja? Yuk cari tahu dibawah ini!

1. Penyakit Scabies pada Kelinci

Penyakit kelinci yang pertama ialah scabies atau scabiosis, penyakit ini berasal dari kutu sarcoptis scabi, tungau psoroptes cuniculi dan kutu haemodipsus ventricosus. Jenis parasit ini cukup berbahaya serta banyak mengakibatkan kegagalan peternak kelinci. Selain itu scabies juga memilik sifat menular. Bukan tidak hanya sesama kelinci namun juga dapat menular ke manusia.

Jadi bila kelinci kamu diserang oleh ketiga parasit  di atas sebaiknya langsung diobati. Sebab jika tidak secepatnya ditangani mereka akan terus menghisap cairan kulit kelinci dan mengakibatkan si kelinci merasakan gatal-gatal lalu digaruk sampai membentuk kudis atau kurap.

Berikut gejala kelinci yang terserang scabies:.

  • Bulu kelinci rontok akibat sering digaruk-garuk.
  • Akan membentuk koreng, gudik, kudis kurab bahkan cairan seperti nanah.
  • Kelinci sering kegatalan.

Lalu bagaimana cara mengobatinya? Cara mengatasi scabies: Pertama pisahkan dari kandang (isolasi) supaya tidak menular ke teman-temannya lalu cukur bulunya di daerah yang terserang scabies kemudian dicuci dan dilap sampai kering. Jika sudah bersih oleskan dengan obat kudis seperti scabicidcream.

Salep itu bisa kalian beli di toko hewan, kira-kira harganya 40.000-50.000. Lakukan cara tersebut sampai betul-betul sembuh baru boleh disatukan lagi dengan yang lainnya. Untuk mencegahnya jaga kebersihan kandang selalu jangan sampai lembap, buang kotoran secara rutin.

2. Penyakit Pilek

penyakit-kelinci

Penyakit ini memang terlihat sangat diremehkan, tapi efeknya sangat fatal. Karena pilek bisa menular kepada kelinci lainnya, apalagi jika kandang kelinci tidak terkena sinar matahari sama sekali. Penyebab pilek biasanya sebab bakteri atau virus, sama seperti manusia kalau pilek juga karena bakteri atau virus.

Ciri-ciri kelinci yang sedang pilek yaitu hidungnya sering mengeluarkan lendir. Cara mengatasinya sangat mudah kok, kalian cuma perlu menyemprotkan larutan antiseptik pada hidungnya, kemudian diobati dengan antibiotik seperti Anticold dan Panicilin.

3. Penyakit Cacingan

Ternyata cacingan tidak hanya menyerang manusia tapi kelinci juga bisa cacingan loh. Cacingan (Pinworm) pada kelinci disebabkan karena memberikan makanan atau minuman yang kotor dan terdapat telur cacingnya sehingga saat dimakan telur cacing tersebut akan terbawa masuk dan hidup di usus belakangnya.

Ukurannya berbeda-beda namun yang sering terjadi biasanya dia mempunyai panjang kira-kira 2.5 cm. Gejala dari cacingan adalah:

  • Tubuh kelinci kurus walaupun sudah banyak makan.
  • Kurang agresif, lemas dan mukanya pucat.
  • Nafsu makan menurun
  • Dan suka menggaruk lubang duburnya (pantat)

Untuk mengobatinya, cukup berikan obat cacing secara teratur hingga kelinci sembuh dan jangan lupa rajin-rajinlah membersihkan kandang serta menjaga kebersihan makanan dan minumannya.

4. Penyakit Kelinci “Sembelit/Impaction”

Sembelit artinya adalah susah buang air besar atau tersumbatnya saluran lambung dan caecum, setelah itu akan mempengaruhi sistem pencernaannya. Alasan utama terserang Impaction adalah karena stres tingkat tinggi, makanan yang terlalu banyak tanpa diseimbangi dengan asupan minuman yang cukup dan kurang memakan makanan hijau seperti sayuran dan rumput.

Nah maka dari itu supaya dia tidak terserang sembelit sebaiknya banyak diberi air minum dan makanan yang berserat serta sering-sering dikeluarkan dari kandangnya biar tidak penat di dalam kandang terus.

5. Kanker Telinga

Penyakit kelinci yang kelima yaitu kanker telinga, bisa terjadi karena adanya kutu yang menyerang permukaan kulit telinga bagian dalam.

Kelinci Anda yang terserang penyakit ini ditandai dengan gatal-gatal di bagian telinga, lalu si kelinci akan sering mengggosok-gosokkan daun telinganya serta menggeleng-gelengkan kepalanya sampai telinganya menjadi kemerah-merahan.

Penyakit ini juga sangat berbahaya jadi secepatnya untuk mengobatinya. Kamu cukup membeli obat salep pembasmi kutu di pet shop lalu oleskan pada telinga kelinci yang terserang penyakit kanker.

6. Radang Mata atau Conjungtivitis

Penyebab radang mata berbeda-beda bisa karena infeksi bakteri Moraxella sp, kurang vitamin A, terkena debu atau gas amonia. Ciri-cirinya adalah mata mengeluarkan banyak cairan, warnanya merah dan terkadang ada nanahnya.

Apa obatnya? Obatnya adalah salep Chloramphenicol atau Alletrol (salah satu nama obat tetes mata yang bisa didapat di pet shop harga Rp. 15.000 – 25. 000). Cara memakainya bersihkan dulu bagian mata yang sedang terluka menggunakan kapas lalu teteskan secara pelan-pelan.

7. Jenis Penyakit Young Doe Syndrome

Penyakit kelinci yang ketujuh ini sangat berbahaya, karena dapat mengakibatkan kematian untuk induk dan anaknya. Loh kok bisa? Ya karena Young Doe Syndrome ini menjangkit kelinci yang sedang menyusui. Bila terserang, susu si induk akan membengkak di bagian kelenjarnya (puting) sehingga anaknya akan mati karena tidak mendapatkan air susu ibunya.

Saat kalian sudah melihat pembengkakan sebaiknya langsung disuntik dengan Sulfa Strong, Penicilin, Oxylin atau Sulmethonl sebelum terlambat. Tapi sebelumnya harus diisolasikan dulu dari teman-temannya.

8. Penyakit Diare atau Mucoid Enteritis

Sebenarnya penyakit pada kelinci ini termasuk di daftar yang paling atas, karena termasuk faktor utama atas kematian kelinci, baik daging maupun hias seperti anggora dan Holland Lop. Diare sendiri disebabkan karena adanya virus pathogen semisal clostridium dan E.coli yang masuk melalui makanan yang sudah terkontaminasi, terlalu banyak makanan hijau, kondisi kandang kotor dan kelebihan dosis obat.

Ciri-ciri Enteritis adalah:

  • Kotoran berwarna hijau dan mengeluarkan lendir di duburnya.
  • Kurang gairah atau agresif.
  • Muka mengecil, pucat dan lemas.
  • Badannya tambah kurus.
  • Telinga kelinci turun ke bawah.
  • Kelinci sering kehausan.
  • Dan tampak kasian.

Jadi jika dibiarkan bisa mati seketika. Lalu gimana cara mengobati diare pada kelinci? Ubah pola makannya, bila sebelumnya menggunakan rumput hijau atau sayuran maka diganti dengan pelet atau hay (jerami). Kemudian berikan dia minuman yang sudah dicampur antibiotik plus bersihkan kandang sebaik mungkin. Jangan malas broo..

9. Penyakit Pasteurellosis

Pasteurellosis juga salah satu penyakit yang sangat parah serta banyak terjadi sama kelinci, nama bakterinya adalah Pasteurella multocida.

Bakteri tersebut langsung menyerang pernafasan, radang paru-paru dan infeksi telinga. Awalnya akan berdampak pada sistem pencernaan tetapi semakin lama akan merembet ke organ tubuh kelinci lainnya. Misalnya uterus, kelenjar susu, testicles, saluran pernafasan dan lain sebagainya.

Selain itu, jenis penyakit Pasteurellosis juga sangat menular, baik melalui udara atau juga dengan kontak langsung. Apa saja gejala sakit Pasteurellosis?
Kelinci sulit bernafas.
Mata kelinci mengeluarkan cairan.
Juga mengeluarkan cairan di hidung.
Kelinci suka bersin dan batuk.

Cara mengatasinya, pertama isolasikan kelinci yang sakit ke dalam ruang khusus yang memiliki banyak sirkulasi udara (kandangnya luas). Lalu suntik dengan obat-obatan seperti Oxylin, Sulfa Strong atau Penicilin. Tunggu sampai sembuh, semoga selamat.

10. Memakan Bulu Karena Kurang Gizi

Wah kok bisa ya kelinci makan bulu? Bisa donk, biasanya kelinci akan memakan bulunya sendiri atau bulu kelinci lainnya, disebabkan karena pakan yang diberikan kurang berprotein dan bergizi. Padahal bulu tersebut tidak dapat dicerna yang akhirnya pencernaan kelinci jadi terganggu. Hal ini membuat berat badannya semakin merosot dan jatuh sakit.

Untuk mengatasinya, sobat cukup memberikan pakan yang kaya protein dan gizi saja, seperti pakan hijau-hijauan, hay dan pelet.

Demikian artikel tentang jenis makanan kelinci yang dapat saya bagikan kepada Anda,mudah-mudahan dapat membantu Anda. TERIMA KASIH

× Whatsapp Kami!