Select Page

Pada Artikel kali ini saya akan memberitahu dan menjelaskan cara budidaya kambing jawa yang mudah,efisien dan menguntungkan. Kuy cari tahu carannya dibawah!

Usaha budidaya kambing Jawa sekarang masih banyak yang bersifat usaha sampingan dan dilakukan secara tradisional,sebab orang kurang tahu ilmu tentang budidaya kambing Jawa. Hal ini sangat disayangkan,mengingat peluang usaha budidaya kambing Jawa masih terbuka lebar dan sangat menguntungkan.

Kambing adalah salah satu hewan pemamah biak,yang banyak dipelihara oleh masyarakat Indonesia. Budidaya kambing jawa merupakan salah satu mata pencaharian pokok bagi sebagian masyarakat,hal ini disebabkan karena permintaan pasar akan daging kambing terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dibandingkan dengan budidaya jenis hewan pedaging lainnya seperti sapi,kerbau maupun ayam pedaging. Pemeliharaan juga mudah,sebab kambing jawa terbilang hewan pemakan rerumputan atau daun-daunan.

Kali ini kami akan mengajak Anda,untuk membahas bagaimana budidaya kambing jawa. Sumber dan informasi yang kami dapatkan langsung dari peternak di wilayah jawa dan sekitarnya. Selengkapnya silahkan Anda baca berikut metode dan cara budidaya kambing jawa modern.

Sistem Pemeliharaan Budidaya Kambing Jawa Modern

Kali ini kami akan mengajak Anda,untuk membahas bagaimana budidaya kambing jawa. Sumber dan informasi yang kami dapatkan langsung dari peternak di wilayah jawa dan sekitarnya. Selengkapnya silahkan Anda baca berikut metode dan cara budidaya kambing jawa modern.

1. Cara Pemilihan Bibit Kambing

budidaya-kambing-jawa

Hal pertama dalam budidaya kambing jawa yang harus Anda lakukan yaitu menemukan bibit dari varietas kambing jawa unggulan agar hasil budidaya kambing sesuai dengan harapan.

Beberapa ciri-ciri bibit unggul jantan adalah bentuk tubuhnya besar serta sehat dan terbebas dari berbagai penyakit,bulu kambing jantan terlihat mengkilat,berbadan panjang,berkaki lurus,gagah,atraktiff serta memiliki nafsu kawin yang besar dengan buah zakar yang normal tidak ada kelainan tertentu.

Sedangkan untuk menentukan indukan betina dalam budidaya kambing jawa dapat dilihat dari ciri-ciri fisik berbadan sehat,berbulu bersih serta terlihat mengkilat,bentuk badan tidak terlalu gemuk,puting susu kambing betina normal,halus dan kenyal,serta terbebas dari berbagai macam penyakit.

2. Pakan Budidaya Kambing Jawa

jenis-pakan-kambing

Budidaya kambing jawa juga tidak lepas dari tahap pemberian pakan kambing. Pakan kambing terbagi menjadi 2 jenis,yaitu pakan ramban atau dedaunan serta pakan konsentrat atau vitamin kambing.

Beberapa jenis daun yang biasa dijadikan pakan dalam budidaya kambing jawa adalah daun lamtoro,daun nangka, daun ketela pohon,daun pepaya,dan masih banyak lagi lainnya.

Sedangkan jenis pakan konsentrat dalam budidaya kambing jawa adalah pakan yang dibuat dari bekatul atau dedak padi. Dalam pembuatan pakan budidaya kambing diperlukan inovasi supaya pemenuhan gizi dapat optimal.

Teknik Pembuatan Fermentasi Pakan Kambing

Fermentasi pakan kambing dapat didapatkan dari sisa pertanian dan limbah organik disekeliling kita. Sisa limbah pertanian atau industri pengelolaan pertanian yang dapat difermentasi dan digunakan sebagai pakan dasar pada kambing yaitu kulit kopi,kulit kakao,kulit markisa,kulit nanas,jerami,dan masih banyak lagi.

Berikut tips membuat,alat serta bahan yang digunakan untuk fermentasi pakan kambing dengan bahan dasar jerami padi.

Bahan Fermentasi Pakan Kambing:

  • 100 kg jerami padi
  • 0,5 kg molases
  • 1 liter suplemen organik cair GDM spesialis ternak
  • Air secukupnya

Alat Fermentasi Pakan Kambing:

  • Pisau/alat pemecah jerami
  • Drum/wadah penutup
  • Bak/wadah terbuka

Cara Membuat Pakan Fermentasi Kambing:

  1. Cuci jerami dengan air mengalir.Ini berfungsi untuk menghilangkan kotoran yang bisa mengganggu proses fermentasi pakan.
  2. Kering anginkan jerami hingga dirasa kadar airnya sedikit berkuarang dan terhindar dari kotoran-kotoran yang dapat menggangu proses fermentasi.
  3. Cacah kasar jerami padi berukuran 8-10 cm.Jangan cacah jerami terlalu kecil,karena ukuran yang terlalu kecil dapat menurunkan nafsu makan kambing.
  4. Masukkan  jerami kedalam bak/wadah terbuka yang cukup besar.
  5. Tambahkan Molases atau pengganti gula,1 liter suplemen organik cair GDM spesialis ternak,dan air secukupnya.
  6. Aduk-aduk hingga dirasa jerami dan bahan tambahan telah tercampur merata.
  7. Masukkan kedalam wadah tertutup,kemudian simpan dan diamkan selama satu minggu.
  8. Setelah satu minggu,pakan fermentasi sudah dapat digunakan.

Pada proses fermentasi pakan kambing,peran bakteri sangatlah penting. Tanpa adanya bakteri yang berfungsi membantu proses fermentasi,maka fermentasi tidak akan berhasil.

Penggunaan  suplemen organik cair  yang memiliki 5 jenis bakteri baik sangat berfungsi untuk membantu proses fermentasi pakan kambing.Jenis bakteri yang terkandung dalam suplemen organik cair GDM spesialis ternak adalah Bacillus brevis,Bacillus pumillus,Bacillus mycoides,Pseudomonas alcaligenes,dan Micrococcus roseus.

Kelima bakteri ini sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan fermentasi dari berbagai bahan oraganik,seperti jerami,kulit singking,biji kakao,dan lainnya.

3. Cara Mengawinkan Kambing

Sebaiknya Anda memulai membeli indukan kambing jawa pada saat usianya menginjak umur 10 hingga 12 bulan pada kambing betina,serta usia 1 tahun pada kambing jantan. Hal ini dimaksudkan  karena pada usia tersebut adalah usia kambing mulai memasuki musim kawin.

Budidaya kambing jawa dalam periode ini harus Anda perhatikan apakah kambing betina sudah terlihat gelisah,terjadi pembengkakan pda alat kelamin (basah,hangat,dan berwarna kemerahan) serta sering menggerakkan ekornya maka inilah pertanda musim kawin tiba.

Terlebih lagi bila nafsu makan kambing jawa betina berkurang,serta diam saja ketika dinaiki oleh kambing jantan. Umumnya kedaan kambing betina dengan ciri tersebut berlangsung selama 30 jam,sedangkan siklus kambing minta kawin berkisar antara 15 hingga 17 hari.

Masukkan kambing jawa jantan serta kambing jawa betina di dalam kandang yang sama untuk kawin. Sebaiknya hal ini dilakukan 12 jam setelah tanda kambing betina mulai birahi,tujuannya adalah agar proses kawin lebih mudah serta dapat mengurangi resiko kegagalan kawin pada kambing.

Pada saat kambing betina mulai hamil,hal yang perlu Anda perhatikan,yaitu pastikan budidaya kambing jawa tersebut mendapatkan asupan pakan yang cukup. Agar anakan yang dihasilkan juga berkualitas. Tingkatkan penggunaan konsentrat 2 kali lipat lebih banyak,dibanding biasanya.

Ciri-ciri dari budidaya kambing jawa betina yang hendak melahirkan adalah:

  • Kaki kambing sering digaruk ketanah dan terlihat gelisah
  • Pinggul kambing betina terlihat mengendur
  • Nafsu makan kambing menurun serta sering mengembik
  • Terjadi pembengkakan alat kelamin,serta mengeluarkan cairan kolostrum

4. Pemeliharaan Anak Kambing

Setelah anak kambing lahir,langkah selanjutnya dari budidaya kambing adalah proses merawat anak kambing yang baru saja dilahirkan tersebut. Dekatkan anak kambing pada induknya agar mau menyusui,namun jika anak kambing enggan menyusu maka Anda harus memberinya susu buatan.

Untuk membuatkan susu buatan pada anak kambing dapat dibuat dengan bahan susu putih,gula pasir,serta satu butir telur,ketiga bahan tersebut dicampurkan dalam gelas yang sudah berisi air masak. Susu buatan tersebut diberikan kepada anak kambing setiap pagi dan sore hingga anak kambing mau menyusu induknya sendiri.

Biasanya anak kambing menyusu berlangsung selama 2 hingga 3 bulan,namun jika anak kambing tidak dipaksa untuk disapih,maka anak kambing dapat menyusu indukannya bahkan sampai menginjak usia 5 hingga 6 bulan.

5. Perawatan Kandang

budidaya-kambing-jawa

Kebersihan dan sanitasi kandang merupakan hal terpenting dalam budidaya kambing jawa agar kambing tidak mudah terserang penyakit yang dapat mengganggu proses pertumbuhan kambing jawa itu sendiri.

Kandang kambing harusnya terbuat dari bahan baku yang kokoh,terdapat ventilasi udara yang cukup,atap untuk mencegah kambing kehujanan,tempat makan dan minum yang mudah dijangkau kambing,serta menjaga kebersihan kandang dari kotoran kambing.

1. Syarat Kandang Kambing

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan tempat kandang kambing. Diantaranya yaitu:

  • Tempat cukup tinggi dan terhindar dari genangan air
  • Jaraknya cukup jauh dari rumah dan sumur
  • Mendapatkan cukup sinar matahari
  • Terhindar dari tiupan angin langsung(terutama pada malam hari).

2. Ukuran Kandang Kambing

Ukuran kandang kambing yang diperlukan untuk usaha ternak kambing modern sangat hemat,karena tidak perlu terlalu besar. Sehingga dapat menghemat tempat dan biaya pembuatan kandang.

Ukuran kandang kambing adalah tiga kali satu setengah meter untuk 10 ekor kambing. Kandang pada peternakan kambing modern tidak memerlukan ukuran yang besar,hal ini dikarenakan pakan yang diberikan sangat menghemat ruang.

Selain ukurannya yang berbeda,pemeliharaan kebersihan kandang kambing juga dirasa lebih mudah.Kebersihan kandang kambing dirasa mudah karena didukung oleh bentuk kandang yang kecil dengan lantai panggung.

Ukuran kandang kambing yang relatif kecil dengan populasi maksimal akan mengurangi ruang gerak dan aktivitas pada ternak kambing.

Hal itu bermanfaat pada transformasi pakan menjadi cadangan energi berupa daging,lemak,dan sedikit yang menjadi kotoran. Sehingga tidak banyak pakan kambing yang terbuang karena aktivitas gerak,yang otomatis bisa mempercepat penggemukan pada kambing.

3. Perawatan Kandang Kambing

Perawatan kandang kambing wajib harus dilakukan pada budidaya kambing modern. Semua bagian pada kandang kambing harus dibersihkan secara rutin. Seperti membersihkan lantai kandang,kokopan tempat makan kambing serta memperbaiki sesegera mungkin jika terdapat bagian kerusakan pada kandang kambing.

Jenis kandang kambing yang direkomendasikan yaitu jenis kandang panggung. Jenis kandang panggung memiliki keunggulan:

  • Kebersihan kandang lebih terjaga,karena kotoran dan air kencing jatuh ke bawah.
  • Kandang kering sehingga penyakit yang disebabkan oleh parasit dan jamur tidak mudah
  • Terhindar dari serangan hewan liar,seperti anjing dan lainnya.

6. Panen Kambing Jawa

Keberhasilan budidaya kambing jawa juga ditentukan oleh pangsa pasar. Jika Kamu memasarkan pada warung kambing guling,maka biasanya kambing jawa sudah dapat dipanen pada usia 8-12 bulan.

Sedangkan jika pasar Anda adalah musim idul adha,maka sebaiknya budidaya kambing jawa Anda mulai dipanen pada saat usia kambing mencapai umur 1 tahun lebih agar sesuai dengan kriteria kambing untuk kurban.

Untuk waktu yang benar menjual kambing adalah disaat bobot badan kambing sudah tidak bisa bertambah lagi (berat maksimal) agar nilai jualnya tinggi karena dagingnya juga banyak.Kambing diusia 1-1,5 tahun berat tubuhnya sudah tidak dapat bertambah lagi (kambing normal tidak kurus),jadi saat umur tersebut sangat ideal untuk menjualnya.

Oleh karena itu,sangat mudah untuk menjalankan budidaya kambing jawa yang baik dan benar supaya mencapai  hasil produksi yang maksimal,segerauntuk memulai usaha ini,saya ingatkan lagi bahwa permintaan daging kambing,dan susu kambing selalu mengalami kenaikan.Dan perternakan di Negara kita mampu menjawab hal itu,solusinya pemerintah melakukan ekspor daging.

7. Manajemen Pemasaran Budidaya Kambing Jawa

budidaya-kambing-jawa

Banyak hal yang bisa dilakukan saat ini untuk memasarkan budidaya kambing jawa dari mulai memasarkan langsung kepasar hewan samapai memasarkannya di media online atau sosial media. Akan tetapi,bagaimana sebenarnya cara pemasaran ternak kambing yang baik dan benar?

Tentunya pemasaran kambing jawa atau semua produk jualan yang kita miliki harus didasari dengan kejujuran dan tidak saling merugikan,itulah kunci utama dalam menjalankan usaha yang berkelanjutan.Lalu apa itu saja kiatnya? Tentunya tidak,ada beberapa cara yang bisa digunakan dalam melakukan pemasaran ternak  kambing yang bisa diterapkan dalam usaha ternak kambing yang kita jalankan.

1.Pemasaran Kambing di Pasar Kambing

Pemasaran kambing yang dilakukan dipasar kambing memang merupakan pemasaran yang umum dan cenderung terkesan kuno.Akan tetapi,pemasaran jenis ini merupakan pemasaran yang sangat efektif,mengingat pasarkambing merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli kambing secara langsung.

Bahkan di pasar kambing,pembeli bisa melihat langsung jenis dan ukuran kambing yang ia butuhkan.Akan tetapi, kelemahan pemasaran di tempat ini adalah jangkauan pasar yang hanya sebatas wilayah kecamatan dan regional kabupaten.

2.Pemasaran  Ternak Kambing menggunakan Media Instagaram

Instagaram merupakan media sosial yang sekarang sudah begitu populer di kalangan masyarakat.Biasanya Instagram digunakan oleh kalangan muda mudi dalam bersosialisasi.Sebagai pengusaha ternak,kita tentunya juga bisa menggunakan instagram untuk memasararkan produk ternak kambing kita.

Bahkan jika kita memasarkan produk kita melalui Instagram,maka kita tidak perlu mengeluarkan niaya iklan. Kita hanya memerlukan smartphone dan koneksi internet serta follower instagram.

3.Pemasaran Ternak Kambing Menggunakan Youtube

Pemasaran budidaya kambing jawa melalui Youtube tentunya merupakan pemasaran yang cenderung lebih canggih dari yang lainnya,karena Youtube semua orang bisa melihat produk yang kita miliki. Akan tetapi,jenis pemasaran ternak kambing menggunakan Youtube cenderung sulit dan membutuhkan keterampilan yang tinggi.

Apabila anda dapat melakukannya,maka pemasaran dengan cara menggunakan Youtube akan membantu anda menjangkau wilayah yang luas bahkan Nasional dan Internasional,karena Youtune bersifat publik.

4.Pemasaran Ternak Kambing dengan Door To Door

Pemasaran ternak kambing dengan cara door to door merupakan pemasaran yang sangat efektif. Tetapi,pemasaran dengan menggunakan cara ini memerlukan waktu yang panjang dan keberanian serta keuletan.

Tetapi perlu diingat,sebagai peternak dan pengusaha ternak kambing tentunya diharus  kita datang dari satu rumah ke rumah lainnya.Kita cukup mendatangi rumah makan rumah makan yang menyediakan olahan kambing sebagai menunya.Kita bisa memilih memasarkan ke warung makan yang sudah memiliki nama atau rumah makan yang masih berskala sedang.

5.Pemasaran Ternak Kambing melalui Iklan di Pinggir Jalan

Tentunya ini juga masih merupakan ide yang sangat sederhana jika kita ingin memperluas jangkauan pemasaran ternak kambing.Akan tetapi,langkah ini cukup efektif unutuk dapat meningkatkan penjualan ternak kambing milik kita.

Dengan memasang iklan berupa spanduk dipinggir jalan akan memberikan informasi bagi orang yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu akan keberadaan usaha kambing kita.

Jika suatu saat orang yang melihat iklan kita butuh  kambing untuk kegiatan akikah atau qurban,maka tentulah mereka akan teringat untuk menghubungi kita.Karena telah melihat iklan usaha ternak kambing milik kita.

8. Manajemen Penghitungan Keuntungan Budidaya Kambing Jawa

kambing-sehat

Menghitung hasil keuntungan budidaya kambing jawa memang wajib dilakukan agar kita mengetahui apakah dari usaha budidaya kambing jawa kita itu menghasilkan untung atau malah buntung.Berikut dibawah ini saya akan jabarkan cara menghitung keuntungan ternak kambing.

  • Bibit kambing anakan sebanyak 10 ekor=Rp 2.000.000
  • Pembuatan kandang sederhana dan peralatan tambahan=Rp 3.000.000
  • Jenis pakan tumbuhan hijau per bulan=Rp 60.000 x 9 bulan=Rp 540.000
  • Pemberian pakan tambahan konsentrat per bulan=Rp 120.000 x 9 bulan=Rp 1.080.000

Total pengeluaran=Rp 6.620.000

Keuntungan usaha budidaya kambing jawa begitu menjanjikan  dan sangat mengejutkan serta menggiurkan lho!Analisanya sebagai berikut:

  • Harga penjualan kambing=Rp 1.300.000,00
  • Untung=Rp 13.000.000-Rp 6.620.000=Rp 6.380.000,00

Perkiraannya selama 1 periode perawatan budidaya kambing jawa selama 9 bulan Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 6.380.000,00.Ini masih perkiraan kasar belum dihitung jika kambing betina melahirkan anak,sebab selama satu tahun sekali,pada umumnya kambing betina akan melahirkan anak.

Demikian, Artikel tentang budidaya kambing jawa yang bisa saya bagikan kepada Anda,mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda yang ingin sukses dengan  cara budidaya kambing jawa. TERIMA KASIH