Select Page

Halo ketemu lagi dengan saya, jika sebelumnya kita pernah membahas tentang cara membuat pupuk organik dari daun. Kali ini saya akan membuat artikel yang membahas tentang cara membuat pupuk organik cair. Yang dapat anda buat anda sendiri di rumah dengan cara yang lengkap dari awal hingga akhir.

Kita semua tahu bahwa budidaya tanaman yang baik tak akan lepas dari yang namanya pupuk. Untuk pupuk sendiri ada yang merupakan pupuk organik dan ada pula yang merupakan pupuk kimia.

Walaupun pupuk kimia bisa memberikan unsur hara dengan kadar yang lebih tinggi di bandingkan pupuk organik. Tetapi belakangan ini terbukti bahwa dengan pemakaian pupuk kimia juga memberikan dampak yang buruk bagi tanah. Yaitu tanah akan mengeras serta kesuburan tanah berkurang, ha ini di sebabkan karena penumpukan residu kimia.

Penumpukan residu dalam tanah akan menimbulkan defisiensi unsur hara yang ada dalam tanah. Hal ini akan menghambat pertumbuhan pada tanaman dan tentunya akan membuat produksi tanamn juga berkurang. Oleh sebab itu, para petani kini berangsur angsur mulai tidak mebggunakan pupuk kimia dan kembali menggunakan pupuk organik.

Namun ternyata penggunaan pupuk organik juga tak memberikan pengaruh yang besar karena bahan organik tersebut sulit diuraikan oleh tanah jika sudah terlanjur mengeras. Maka dari itu solusinya adalah dengan membuat pupuk bokashi yang merupakan hasil fermentasi bahan organik.

Sehingga bahan organik yang sudah terurai menjadi bokashi akan dengan mudah diserap akar tanaman. Pupuk bokashi berbentuk padat sehingga penggunaanya hanya sebatas pada area perakaran. Padahal untuk memacu perkembangan tanaman maka diperlukan juga nutrisi yang disemprotkan lewat daun.

Untuk mengatasi permasalahan ini maka di buat juga pupuk organik dalam bentuk cair, yang merupakan versi cair dari pupuk organik padat. Pupuk organik cair memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta mudah diserap oleh daun tanaman. Berikut ini adalah cara membuat pupuk organik cair, tetapi sebelumya kita mengenal dulu apa itu pupuk organik cair.

Pupuk Organik Cair

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bagian bagian makhlk hidup, seperti pelapukan sisa tanaman, kotoran hewan, dedaunan, rumput, dan masih banyak lagi. Selain itu, pupuk organik dapat berupa padat maupun cair yang di gunakan untuk memperbaiki sifat fiska, kimia, dan biologi pada tanah.

Pada pupuk organik lebih banyak mengandung bahan organik daripada kadar unsur haranya. Sumber bahan unuk pupuk organik dapat berupa kompos, pupuk hijauan, kandang, jerami, tongkol jagung, tebu, sabut kelapa, limbah pasar dan kota ( kategori pertanian).

Sifat dan Karakteristik Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair tidak dapat di jadikan sebagai pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya anda juga gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk dasar atau utama. Di karenakan pupuk organik padat akan tersimpan terlebih dahulu dan akan bertahan lama dalam media tanam. Selain itu pupuk akan menyediakan hara untuk jangka waktu yang panjang.

Sedangkan nutrisi yang terdapat pada pupuk cair juga lebih rentan terbawa erosi. Tetapi, di sisi lain pupuk cair lebih mudah unruk di cerna oleh tanaman. Jenis pupuk cair lebih efisien dan efektif untuk di aplikasikan terhadap daun, bunga, batang jika di bandingkan ke media tanam. Namun, hal ini tidak berlaku pada metode hidroponik.

Pupuk organik cair juga bisa berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan pada tanaman. Terutama pada saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif guna merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan  batang dapat menyerap langsung pupuk yang di berikan melewati stomata yang ada pada permukaannya.

Dalam pemberian pupuk organik cair lewat daun harus berhati hati. Jangan sampai berlebihan atau overdosis, Hal ini di karenakan dapat membunuh tanaman anda. Selain itu juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran atau dosis haruslah benar benar seimbang agar hasil yang di dapat maksimal.

Setiap tanaman memiliki kapasita sendiri dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teori, tanaman hanya dapat menyerap unsur hara dalam tanah <2% per hari. Pada daun, meskipun itu belum pasti, tapi dapat di perkiraan kurang dari 2%. Maka dari itu pemberian pupuk organik cair harus di buat encer dahulu.

Di karenakan sifatnya hanya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara yang makro dapat di penuhi oleh pupuk organik padat melewati tanah, pupuk organik cair harus memberi unsur hara lebih banyak. Untuk mendapatkannya bisa di buat lewat pemilihan dari bahan baku pupuk cair.

Manfaat Pupuk Organik Cair

  1. Dapat meningkatkan, mempercepat, dan mendorong proses pembentukan klorofil pada daun. Dan juga meningkatkan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae. Maka dengan begitu kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen bertambah.
  2. Meningkatkan vigor pada tanaman yang akan membuat tanaman menjadi kokoh dan kuat. Serta menambah daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit.
  3. Merangsang pertumbuhan cabang produksi.
  4. Mempercepat waktu pembentukan bunga dan bakal buah, serta
  5. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah, sehingga tingkat kegagalan berkurang.

Pupuk organik cair akan lebih baik jika langsung anda semprotkan langsung pada daun, bunga, buah, dan batang. Cara ini tentunya sangat berbeda dengan cara penggunaan pupuk organik padat yang langsung di benamkan ke dalam tanah yang langsung bertemu dengan akar tanaman.

Penggunaan pupuk organik cair juga di gunakan sebagai alteratif dan penghematan biaya pengeluaran dari mahalnya pupuk non organik atau pupuk kimia. Tanaman sayuran yang menggunakan pupuk organik cair akan menghasilkan sayuran yang sangat sehat dan baik untuk di konsumsi. Hal ini bebeda jika kita menggunakan pupuk kimia.

Saat ini harga pupuk organik cair kira kira Rp.15.000 hingga Rp.60.000 per liternya (tergantung bahan pembuatannya, bahkan ada yang lebih). Walaupun masih tergolong murah, sebaiknya kita membuat pupuk cair sendiri daripada harus membeli, karena uangnya dapat kita gunakan untuk keperluan yang lain.

Nah, jika anda benar benar yakin untuk membuat sendiri pupuk organik cair guna menghemaat pengeluaran biaya anda. Maka anda telah memilih artikel yang tepat, karena dengan di sini anda akan di ajari tentang cara membuat pupuk organik cair secara urut dan lengkap.

Berikut ini adalah cara membuat pupuk cair yang lengkap dan tentunya dengan biaya yang murah, serta menghasilkan pupuk yang berkualitas.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair

cara membuat pupuk organik cair

Persiapan Peralatan Untuk Membuat Pupuk Organik Cair

Langkah pertama yang wajib anda persiapkan dalam membuat pupuk organik cair adalah mempersiapkan peralatan terlebih dahulu. Karena tanpa peralatan yang memadahi maka pembuatan pupuk tidak akan berjalan dengan lancar. Berikut merupakan peralatan yang anda butuhkan :

  • Tong air ukuran 100 liter.
  • Botol ukuran 1000 ml.
  • Bak atau wadah lainnya untuk mencuci bahan dasar.
  • Ember besar untuk mengaktifkan bakeri EM4.
  • Blender atau mesin crusher untuk menghancurkan / mencincang bahan dasar.
  • Selang.
  • Gunting, pisau.
  • Alat pengaduk.
  • Karung goni atau kaos yang sudah tidak terpakai.
  • Batu, untuk di jadikan pemberat.
  • Bor, untuk membuat lubang pada tong untuk di pasangi selang yang terhubung dengan botol yang berisi air.

Persiapan Dasar Membuat Pupuk Organik Cair

Bahan dasar untuk membuat pupuk organik cair hampir sama dengan bahan dasar pupuk organik padat. Tetapi sebaiknya anda memilih bahan bahan dasar yang benar benar memiliki kandungan unsur hara makro yang tinggi. Sehingga pupuk yang di hasilkan dapat mengandung kadar nutrisi yang tinggi juga.

Berikut ini adalah daftar bahan bahan yang dapat anda gunakan untuk membuat pupuk organik cair :

  • Sisa sisa sayuran.
  • Ampas dari kelapa.
  • Air sisa cucian beras.
  • Batang pohon pisang (batang bagian dalam).
  • Kotoran Ternak (bisa campuran).
  • Urine dari hewan herbivora (bisa di dapatkan dari ternak anda).
  • Tepung gandum / tepung beras / nasi basi.
  • Dedak atau bekatul.
  • Bungkil.
  • Ampas sisa pembuatan tahu atau tempe.

Bahan bahan yang ada di atas adalah bahan yang dapat di gunakan untuk membuat pupuk organik. Jadi anda dapat mencari bahan yang paling gampang dan sebanyak mungkin jenisnya. Lalu di bawah ini adalah beberapa bahan yang wajib ada yaitu sebagai berikut :

  • Susu (bisa cair maupun bubuk)
  • Telur dan madu
  • Air kelapa muda
  • EM4 dan gula / tetes tebu

Nah, anda bisa memilih bahan dasar pembuatan pupuk organik cair yang mana bisa dengan mudah anda dapatkan. Namun untuk bahan wajib anda harus memilikinya karena itu adalah kunci pelengkap nutrisi. Memang untuk bahan dasar pupuk sebaikya tidak digunakan bahan organik sembarangan dengan nutrisi seadanya sebagaimana pembuatan bokashi padat.

Kuncinya adalah semakin banyak jenis jenis bahan dasar yang anda campurkan maka akan semakin lengkap kandungan nutrisi dalam pupuk organik cair.

Pencucian Bahan

Sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya terlebih dahulu mencuci bahan yang sudah kita kumpulkan. Kenapa perlu dicuci ? Karena agar terhindar dari tercampurnya bahan-bahan utama dengan zat berbahaya.

Jika sampai bahan tadi terkena zat  yang ada dalam limbah rumah tangga tadi maka dapat mengambat proses fermentasi. Gunakan air bersih untuk membersihkannya. Bersihkan dari besi berkarat dan sejenisnya.

Penghalusan Bahan Dasar

Agar nantinya bahan yang di kupulkan tadi bisa dengan cepat terurai maka sebaiknya di lakukan penghalusan bahan dasar. Yaitu dengan mencincang cincang (mencacah) bahan menjadi ukuran yang lebih kecil terutama bagi bahan kasar seperti sayuran dan batang pisang.

Intinya semakin kecil potongannya maka akan semakin cepat proses penguraiannya. Jika ingin hasilnya bagus anda bisa menguakan blender atau mesin penghancur atau crusher hingga bahan hampir seperti bubur. Pisahkan antara bahan padat dengan bahan cair pada tempat yang berbeda sebelum dilakukan pencampuran.

Persiapan Mikroorganisme Pengurai (Dekomposer)

Mikroorganisme pengurai yang di gunakan bisa dari jenis bakteri ataupun jamur. Namun saya sarankan pada cara membuat pupuk organik cair sebaiknya menggunakan jenis bakteri yang baik saja. Yaitu bakteri yang bersifat decomposer serta antagonis (melawan bakteri pathogen penyebab penyakit tanaman).

Keuntungan dari menggunakan bakteri antagonis selain dapat mempercepat proses penguraian bahan dasar pembuatan pupuk organik cair. Juga mampu membebaskan pupuk organik cair dari kontaminasi bakteri pathogen (jahat) yang bisa membahayakan tanaman.

Pada umumnya bakteri yang biasa di gunakan oleh para petani adalah EM4 karena isinya sudah sangat lengkap yang tertidiri dari berbagai macam bakteri pengurai. Bakteri ini tidak bisa langsung di gunakan karena harus di aktivkan terlebih dahulu. Di bawah ini adalah cara untuk mengaktivkan bakteri EM4 :

  • Pertama larutkan gula (tetes tebu) dalam 10 Liter air sumur
  • Kedua tambahkan 200-500 CC Larutan EM4 (minimal 20 tutup botolnya)
  • Ketiga aduk rata dan diamkan 1 sampai 2 hari pada tempat yang teduh

Tujuan di lakukannya persiapan ini adalah guna untuk mengaktifkan bakteri serta membiakkannya trlebih dahulu sehingga akan lebih cepat menguraikan bahan dasar pupuk organik cair.

Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC)

Setelah anda  melewati berbagai proses di atas, sekarang kita memasuki langkah atau cara yang paling inti yaitu proses pembuatam pupuk organik. Pembuatan pupuk ini sangat gampang dan tentunya akan menjadi sulit jika anda tidak mengikutinya dengan benar. maka berikut adalah tahapan pembuatan pupuk organik cair yang benar :

  • Pertama campurkan secara merata semua bahan dasar jenis padat yang sudah di haluskan tadi, kemudian masukkan dalam karung berpori atau kain bekas berpori seperti kaos.
  • Kedua campurkan bahan cair seperti air cucian beras, susu, madu, telur, air kelapa dan EM4 lalu aduk merata dan masukkan dalam tong atau wadah lainnya.
  • Ketiga, setelah itu masukkan bungkusan bahan padat tadi kedalam tong yang anda siapkan. Pastikan seluruh bagian kantong tenggelam (anda dapat menambahkan batu dalam bungkusan untuk di jadikan pemberat agar tengelam)
  • Keempat tutup tong tersebut dan beri satu lubang kecil dan masukkan selang kecil pada lubang tersebut.
  • Kelima ujung selang yang berada diluar dimasukkan kedalam botol bekas berisi air tujuannya adalah untuk menstabilkan suhu didalam tong selama proses fermentasi (penguraian) terjadi.
  • Keenam penguraian model ini terjadi secara anaerob (tanpa udara) dan akan memakan waktu lebih lama yakni minimal 1 bulan
  • Ketujuh jika anda menghendaki waktu 2 kali lebih cepat maka anda bisa menggunakan metode aerob (dengan oksigen). Namun anda harus memompakan udara secara teratur melalui selang sehingga perlu dibuat 2 selang. Akan tetapi cara ini tentu membutuhkan biaya yang lebih banyak dan menyita lebih banyak waktu.
  • Dan terakhir anda bisa membuka tong setelah 1 bulan lalu mengambil bungkusan didalam tong setelah diperas terlebih dahulu agar sisa nutrisi keluar

Air dalam tong tersebut kemudian di saring dan di masukkan ke dalam botol ukuran satu liter sehingga anda akan memperoleh beberapa botol pupuk organik cair.

Ciri Ciri Pupuk Organik Cair Yang Sudah Matang (Siap Pakai)

Pupuk cair yang sudah siap pakai memiliki ciri ciri tidak berbau busuk dan justru berbau fermentasi (sepeti bau tape). Jika tercium bau busuk maka dapat di pastikan fermentasi yang anda buat gagal. Sehingga airnya justru malah berisi bakteri jahat dan senyawa kimia berbahaya yang akan membuat tanaman anda bisa mati.

Ciri yang lainnya ialah dengan melakukan percobaan pada tanaman dengan cara di campur air dengan dosis 5 sampai 10cc per liter. Lalu semprotkan ke daun tanaman serta di siramkan ke akar tanaman dengan dosis yang sama.

Jika setelah dua atau tiga hari daun tanaman tampak berubah menjadi lebih hijau dan segar serta tumbuh pesat. Maka sudah dapat di pastikan pupuk cair anda itu mengandung nutrisi yang baik untuk tanaman.

Sebenarnya anda juga bisa melakukan uji kandungan dengan meminta bantuan ke dinas pertanian atau di laboratorium terdekat. Dengan tujuan untuk mengetahui seberapa kandungan yang terdapat dalam pupuk lebih lengkapnya.

Pada umumnya dengan bahan dasar yang sudah kita gunakan seprti yang ada di atas maka pupuk cair sudah mengandung unsur hara lengkap seperti N, P, K, Mg, S, Ca. Lalu di tambah unsur hara mikro seperti B, Fe, Zn, Cu, Cl, Mo dan ZPT seperti Auxin, Giberilin dan Sitokinin serta bakteri baik yang bisa menyehatkan dan melindungi tanaman.

Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair

cara membuat pupuk organik cair

Pupuk organik cair dapat anda aplikasikan dengan cara di semprotkan ke daun, atau dengan cara lain yaitu di siramkan ke akar tanaman. Aturan dosis yang di gunakan adalah 5 – 10 cc per liter atau 100 cc untuk tiap tangki ukuran 14 hingga 16 liter. Untuk pengocoran sama saja, tetapi jika di tambah NPK maka anda bisa mengambil dosis kecil kira kira 5 cc per liter.

Pupuk cair ini bisa anda gunakan bersama dengan insektisida ataupun fungisida kimia hanya saja sebaiknya tidak bersama bakterisida karena dikhawatirkan meski nutrisi tetap terserap tanaman namun kandungan bakteri baiknya bisa mati akibat terkena bakterisida.


Itulah cara membuat pupuk organik cair sendiri dengan langkah yang jelas dan lengap. Semoga dapat menambah ilmu dan wawasan anda. Sampai jumpa di artikel lain.

Semoga Berhasil