Select Page

Halo, bertemu lagi dengan saya, kali ini saya akan menulis artikel yang membahas tentang cara budidaya kambing etawa yang mudah bagi pemula. Memulai usaha pada bidang peternakan merupakan salah satu cara yang tepat dalam meraup keuntungan yang banyak. Hal ini karena permintaan pasar dan industri kuliner makin hari makin meningkat.

Bagi para peternak kambing pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kambing etawa. Kambing etawa sudah banyak di pelihara atau di budidayakan masyarakat karena kambing ini dapat di manfaatkan sebagai penghasil susu, sebagai kambing pedaging, dan bahkan untuk di ikutkan kontes, karena memiliki perawakan yang bagus dan gagah.

Oleh karena itu, kini banyak para peternak kambing jawa yang beralih untuk beternak kambing etawa. Selain punya banyak keunggulan kambing etawa juga mempunyai harga jual yang tinggi. Kebanyakan para peternak kambing etawa berasal dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta (Kulon Progo).

Langkah Budidaya Kambing Etawa

budidaya kambing etawa

Nah, jika anda sudah benar benar mantap dan serius untuk memulai atau menjalankan usaha budidaya kambing etawa. Ada beberapa langkah yang harus anda ikuti agar usaha anda mendapatkan hasil yang sesuai dan memuaskan. Berikut langkah langkah cara budidaya kambing etawa.

1. Mengenal dan Jenis Kambing Etawa

Kambing etawa merupakan hewan ternak yang berasal dari negara India dan memiliki nama asli kambing Jamnapari. Etawa jantan memiliki tinggi sekitar 90 sampai 127 cm, sedangkan betina hanya dapat mencapai 92 cm. Berat badan kambing etawa jantan adalah kira kira 91 kg dan kambing betina mencapai 63 kg.

Jenis ini memiliki bentuk kepala cembung, telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Kambing jantan maupun betina memiliki tanduk yang pendek, dan mempunyai postur tubuh yang gagah dan tegap.

Jenis kambing etawa sebenarnya hanya ada satu. Tetapi jika di bedakan berdasarka kelasnya, hasil keturunan kawin silang, dan ciri ciri fisiknya. Maka kambing etawa terbagi menjadi tiga golongan yaitu kambing etawa senduro, kaligesing, dan super.

a. Kambing Etawa Senduro

Pada awalnya Presiden Sukarno membawa kambing Jamnapari atau yang kita kenal dengan kambing etawa dari India ke Indonesia. Hanya untuk keperluan pengembangan kawin silang pada tahun 1947.

Hewan ternak kambing jenis ini disilangkan dengan kambing lokal dari Lumajang (Kambing Menggolo). Kambing Menggolo memiliki ukuran lebih besar dari kambing kacang. Hasil dari persilangan ini di sebut dengan Kambing Etawa Ras Senduro.

Di beri nama kambing etawa senduro karena merupakan hasil pengembangbiakan ternak yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur. Tepatnya berada di kecamatan Senduro, kawasan dekat dengan lereng gunung Merapi. Nama Senduro di dapatkan tidak terlepas dari peristiwa bencana alam gunung berapi yang melanda di Desa Lumajang.

Pada saat itu telah terjadi keajaiban di mana semua para peternak kambing etawa selamat. Lalu pada akhirnya kambing ini mendapatkan tempat di hati masyarakat dan masih terus di budidayakan hingga sekarang. Ciri khusus yang paling menonjol adalah terdapat bulu berwarna putih penuh yang ada pada seluruh bagian kepala dan kaki.

b. Kambing Etawa Kaligesing

Dulu pada sekitar tahun 1930-an. Pemerintahan kolonial Belanda membawa kambing jamnapari atau etawa yang berasal dari India ke daerah Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kambing etawa ini kemudian di kawin silangkan dengan kambing lokal (kambing jawa randu) . Keturunan hasil dari persilangan ini dikenal dengan nama Kambing Etawa ras Kaligesing.

Nama kambing ini diambil dari daerah sentranya, yakni Kaligesing – Purworejo. Kambing etawa jenis ini memiliki ciri khas pada tekstur kepalanya seperti ikan lohan dan kuping yang panjang terlipat, bulunya lebat dengan warna coklat, hitam, dan belang. Awalnya hewan ternak ini di kembangkan hanya untuk peranakan dan memproduksi susu.

Kambing etawa kaligesing adalah salah satu dari 3 kambing etawa berkualitas tinggi, serta sering di jadikan hewan ternak kontes dan penghasil susu yang baik.

c. Kambing Etawa Super

Kambing etawa jenis golongan sudah menjadi primadona dari kalangan pecinta etawa dan masyarakat yang hobi mengikuti kontes kambing. Ciri dari kambing ini adalah memiliki tubuh yang besar, gampang beradaptasi, mudah di pelihara, dan tentunya juga memiliki harga jual maupun beli yang mahal.

2. Pemilihan Indukan Bibit Unggul

Pada tahap awal yang harus anda perhatikan ketika budidaya kambing etawa adalah dalam pemilihan bibit dengan kualitas yang terbaik. Dalam hal ini, anda dalam pembelian bibit ada baiknya membeli ke kelompok atau para peternak kambing  yang sudah terpercaya, dan memiliki indukan atau anakan kambing yang berkualitas super.

Karena dengan melakukan itu kita bisa mengetahui asal usul dari kambing yang akan kita budidaya tersebut. Kambing etawa yang bagus untuk di jadikan induk pejantan adalah yang mempunyai postur punggung yang lurus, besar, kaki kokoh,bersih dari penyakit maupun cacat fisik, serta sudah berumur lebih dari 1,5 tahun.

Sedangkan kambing indukan betina yang bagus memiliki ciri berkaki lurus, bentuk tubuh proporsioal, bersikap jinak, mempunyai jumlah puting ada dua dan jika diraba terasa kenyal, serta kambing bebas dari penyakit.

3. Persiapan Lokasi dan Kandang Ternak

Untuk melakukan usaha ternak kambing etawa ada satu persyaratan wajib yang perlu anda ketahui dan pertimbangkan yaitu lingkungan. Dalam beternak kambing usahakan lokasi kandang anda jauh dari pemukiman warga, jangan sampai anda mambangun kandang di daerah padat penduduk, karena akan menimbulkan polusi udara yang cukup menyengat.

Dengan begitu, lokasi kandang peternakan sebaiknya jauh dari area perumahan, atau jika anda memiliki tempat yang luas tempatkanlah di situ, sebab peternakan kambing memutuhkan sirkulasi udara yang cukup dan matahari.

Dalam membangun kandang untuk kambing etawa pada dasarnya tak jauh beda dengan kambing lainnya. Kandang sebaiknya dibuat dari bahan yang kuat serta murah, yaitu dengan ventilasi cukup, wadah makanan mudah di jangkau, memiliki tempat penampungan kotoran dan mendapat sinar matahari untuk mengurangi kondisi kandang yang lembab.

Syarat Pembuatan Kandang Kambing

Ada beberapa hal penting yang harus di perhatikan dalam membangun dan lokasi kandang, di antaranya :

  • Jarak kandang dengan rumah minimal 10 m (jauh dari pemukiman warga).
  • Kandang di bangun dengan desain pangggung / modern (minimal 0,5 m) agar terhindar dari genangan air dan memudahkan dalam mengambil kotoran.
  • Beri terpal di bawah kandang untuk mempermudah dalam pengambilan kotoran.
  • Tempat wadah pakan setinggi bahu kambing.
  • Pisahkan antara kambing jantan dan betina, kecuali jika mau di kawinkan.
  • Mendapatkan cukup sinar matahari.
  • Melindungi dari tiupan angin langsung (terutama pada malam hari).

Lalu berapa ukuran kandang kambing yang efektif ? Ukuran kandang kambing yang di butuhkan dalam beternak kambing tidaklah harus besar, yaitu untuk ukuran sepuluh ekor kambing hanya memerlukan kandang ukuran 15 m². Agar lebih jelas lihat gambar di bawah ini.

budidaya kambing etawa

Material yang perlu di pakaipun juga simpel anda dapat mengunakan bambu sebagai tembok pinggir, dan kayu sebagai tiang tiang dan wadah pakan, serta kaki panggung kandang menggunakan semen agar tidak mudah rapuh tergerus air.

Kandang kambing modern tidak perlu ruang yang besar, hal ini di karenakan untuk menghemat ruang. Selain ukurannya yang minimalis, pemeliharan kebersihan kandang kambingpun menjadi lebih mudah. Membersihkan kandang kambing mudah karena bentuk kandang yang kecil dengan lantai panggung.

Berikut ukuran kandang ideal yang dapat anda terapkan dalam budidaya kambing etawa :

  • Kambing beranak: 120 cm x 150 cm
  • Indukan: 100 cm x 150 cm
  • Anakan: 100 cm x 125 cm
  • Pejantan: 120 cm x 150 cm
  • Dewasa: 120 cm x 150 cm

4. Pemberian Pakan

Hal penting lainnya yang harus anda lakukan adalah pemberian pakan kepada ternak. Karena pakan memiliki andil besar dalam tumbuh kembang kambing anda, lebih tepatnya wajib karena tanpa pakan ternak anda akan mati kelaparan.

Pada umumnya pakan ternak kambing terbagi menjadi dua yaitu pakan hijauan (berupa dedauan / rerumputan) dan pakan tambahan (berupa konsentrat), serta ada tambahan lainnya yaitu silase yang merupakan pakan fermentasi dari rumput. Pemberian pakan kambing etawa tidak bisa disamakan. Harus kita sesuai dengan kebutuhan gizi kambing pada usia tertentu.

Untuk anda yang baru ternak kambing etawa dapat membuat pakan tambahan bernutrisi dengan mencampurkan konsentrat dan bekatul dengan perbandingan 3:1, mudahnya bekatul 50%, bungkil kelapa 25%, dan bugkil kacang kacangan 25%. Pakan di berkan sebanyak 2 kali yaitu pada pagi hari dan sore.

Untuk pakan hijauan anda dapat memberinya dedaunan seperti daun lamtoro, mahoni, ketela karet, mahoni, pepaya, nangka dan lainnya, serta untuk rumput anda dapat memberinya rumput odot (di sarankan) maupun lainnya. Hijauan yang di berikan memiliki berat10% dari bobot kambing.

Jangan lupa untuk memberi minum sebanyak 1,5 – 2,5 liter tiap ternak per hari, dengan campuran garam beryodium secukupnya sebagai kebutuhan. Sementara itu, untuk kambing hamil, menyusui, dan pejantan yang sering dikawinkan perlu makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari. Waktu yang baik adalah 08-09.00 dan 15-16.00 .

Jangan lupa untuk memberikan komboran pada kambing yaitu berupa bekatul di campur air, pemberiannya pada sore hari. Serta vitamin untuk menambah daya tahan tubuh dan mengurangi bau kotorannya.

5. Perawatan Ternak

Perawatan untuk kambing etawa tentu tak jauh berbeda dengan cara merawat hewan ternak kambing jenis lainnya.

A. Perawatan Kandang 

Demi kenyamanan dan tumbuh kembang etawa sebaiknya kandang di buat kuat dan mempunyai ventilasi cukup. Anda juga harus selalu menjaga kebersihan kandang, antara lain dengan cara membersihkan kotoran kambing supaya kandang tidak terlihat kumuh dan jorok. Kandang juga harus selalu terkena sinar matahari untuk mencegah timbulnya kelembaban.

Usahakan untuk selalu membersihkan kandang kambing anda, minimal seminggu sekali.

B. Perawatan Kambing 

Agar menjamin keberhasilan usaha anda, anda perlu memperhatikan kambing anda. Caranya selalu menjaga pola makan ternak anda teratus. Jangan anda memberi makan terus menerus secara banyak karena kambing termasuk pemamah biak, jadi jika terlalu banyak makan nutrisi tidak masuk semua dan anda malah membuat kambing menjadi buncit bukannya gendut.

Perawatan lainnya berupa memmandikan kambing dengan tujuan menghidari tumbuhnya penyakit yang di sebabkan bakteri dan jamur, serta bulunya terlihat bersih. Dan untuk selalu memotong kuku kambing jika sudah panjang.

Dalam pemeliharaan dan perawatan kambing etawa, hal yang juga perlu anda pahami adalah pengertian beragam penyakit yang sering menyerang hewan ternak. Penyakit yang biasa menyerang kambing adalah cacingan, kudis, perut kembung, paru paru, orf, dan koksidiosis.

Jika salah satu atau beberapa kambing anda ada yang terserang penyakit tersebut, maka sebaiknya segera lakukan pemisahan dengan yang lain dan melakukan tindakan pengobatan untuk mencegah penularan.

6. Peranakan Kambing Etawa

Jika anda ingin memelihara kambing etawa betina untuk memproduksi anakan baru dan juga produksi susu, maka anda harus mempelajari tentang masa reproduksi ternak ini. Pada dasarnya, kambing etawa disebut mamalia yang mempunyai reproduksi tinggi.

Kambing etawa melahirkan dua sampai tiga kali dalam waktu dua tahun dimana sekali masa kehamilan rata-rata melahirkan 1-3 anak kambing. Ketika kambing mulai memasuki masa reproduksi atau musim kawin, kambing etawa betina bisa di kategorikan cukup dewasa setelah berumur 6 bulan, dan siap dikawinkan ketika telah berumur 10-12 bulan.

Umumnya lama waktu birahi kambing etawa sekitar  1 – 2 hari, dengan siklus birahi yang berselang selama 2-3 minggu. Untuk ciri-ciri kambing yang sedang memasuki musim kawin dapat dilihat dari tingkah lakunya, yaitu terlihat  gelisah, menurunnya nafsu makan dan minum, selalu mengibaskan ekornya, sering kencing, serta organ kemaluannya akan bengkak dan basah.

Jika tanda – tanda di atas terlihat, maka anda  harus segera mengawinkan kambing betina, baik dengan cara langsung maupun dengan suntik kawin atau inseminasi buatan (IB).

Lama waktu atau periode bunting (kehamilan) dari indukan kambing betina adalah kurang lebih 5 bulan. Dan setelah melahirkan, induk kambing memerlukan masa istirahat selama 2 bulan. Pada masa itu, anda harus selalu menjaga pola makan kambing dan kebersihan kandang guna mengantisipasi terjangkitnya penyakit cacingan dan kudisan.

7. Masa Panen

budidaya kambing etawa

Masa pemanenan di kelompokkan dalam 2 jenis, tetapi juga tergantung jenis kambing yang anda pelihara, yaitu kambing pedaging dan kambing susu perah. Namun masa panen dalam peternakan kambing etawa tergantung dari target pasar yang ingin di tuju.

Jika anda ingin memasarkan kambing pedaging untuk kebutuhan masyarakat dan pedagang tongseng atau lainnya, maka anda dapat menjualnya saat kambing  berumur antara 8-12 bulan. Sedangkan anda ingin menjual bobot kambing yang maksimal atau untuk di ikutkan kontes lomba, maka umur 1,5 tahun adalah yang paling ideal.

Karena setelah diatas 1,5 tahun biasanya bobot kambing sudah optimal dan sulit di naikkan lagi. Nah, jika ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar adalah pada saat menjelang hari raya keagamaan, seperti Lebaran dan Idul Adha dimana permintaan daging untuk konsumsi dan qurban sangat banyak dan harganya juga menjadi mahal.

Sama seperti hewan ternak lainnya, harga kambing etawa juga berbeda beda pada tiap daerah. Hal ini di pengaruhi oleh situasi dan kondisi. Misal pada saat hari raya jumlah, jumlah suplai di pasar, kualitas ternak, dan sebagainya.

Untuk harga jual anak kambing etawa betina berumur 6 bulan di hargai pada kisaran Rp.1,5 – 2.000.000 tiap ekor, dan pejantan yang sudah siap kawin dengan tinggi 90 cm ke atas di banderol dengan harga Rp.4 – 6.000.000 tiap ekor .

Selain memperoleh keuntungan dari penjualan kambing anda juga dapat menambah penghasilan dari bisnis yang kita jalani, yakni meliputi daging, susu, kulit, tanduk,dan kotoran yang dapat anda olah kembali menjadi pupuk dan di jual sebagai pupuk organik.


Itulah yang dapat saya sampaikan mengenai pembahasan cara budidaya kambing etawa. Semoga dapat memberi manfaat baik berupa ilmu maupun wawasan kepada kalian,. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.