Cara Buat Fermentasi Jerami Sebagai Alternatif Pakan Ternak

cara buat fermentasi jerami

Jerami merupakan bagian dari tanaman padi yang merupakan limbah pertanian terbesar di Indonesia. Jerami padi sering dianggap limbah oleh sebagian besar orang, hal ini juga di latar belakangi oleh melimpahnya sisa – sisa jerami hasil panen. Salah satu cara buat fermentasi jerami yang mudah dan murah dapat dilakukan dengan bahan sederhana seperti probion, urea, atau garam.

Fermentasi yaitu proses perombakan dari struktur keras secara fisik, kimia dan biologi sehingga bahan dari struktur yang komplek menjadi sederhana, maka daya cerna ternak menjadi lebih efisien. Pakan fermentasi memiliki nutrisi dan protein yang tinggi baik untuk pakan ternak.

Cara Buat Fermentasi Jerami Padi Murah Berkaulitas

Pada subab ini merupakan beberapa contoh cara buat jerami padi fermentasi, jika kalian ingin mencobanya silahkan bisa memilih contoh yang diinginkan:

1. Cara Buat Fermentasi Jerami Padi dengan Probion dan Urea

cara buat fermentasi jerami

Saat ini hasil hijauan pakan ternak semakin terbatas karna sulitnya lahan hijau akibat pertambahan penduduk dan perluasan lahan pertanian. Oleh karna itu, solusi untuk sektor peternakan dengan cara mengoptimalkan penggunaan limbah pertanian. Berikut cara buat fermentasi jerami padi menggunakan probion dan urea:

Alat dan Bahan:

  • 1 ton jerami segar yang masih memiliki kadar air sekitar 40 – 60%
  • Mesin pencacah
  • Probion 2,5 kg
  • Urea 2,5 kg
  • Air 200 L

Alur proses pembuatan fermentasi jerami:

  1. Pertama siapkan Jerami padi segar dari sawah, dikumpulkan pada tempat yang di sediakan.
  2. Selanjutnya potong jerami sepanjang 10 – 15 cm, bisa menggunakan mesin pencacah.
  3. Siapkan probion dan urea.
  4. Campurkan 2,5 kg probion dan 2,5 kg, lalu campur sampai merata.
  5. Setelah itu, timbun jerami dengan ketebalan kurang lebih 20cm kemudian di taburi campuran probion dan urea yang sudah di campur.
  6. Kemudian ulangi secara bertahap sampai jerami habis.
  7. Setelah pencampuran, kemudian didiamkan selama 21 hari atau 3 minggu agar proses fermentasi dapat berjalan dengan lancar dan baik.
  8. Tumpukan jerami padi yang sudah selesai mengalami fermentasi dikeringkann di bawah sinar matahari atau di oven dengan suhu 80o – 100o dan dianginkan sampai cukup kering, hingga kadar air pada jerami sekitar 10%.
  9. Setelah proses pengeringan fermentasi jerami padi siap diberikan ke ternak sebagai pakan pengganti hijau.

2. Cara Buat Fermentasi Jerami Padi dengan Garam

cara buat fermentasi jerami

Garam bukan hanya bumbu dapur, tetapi garam juga bisa digunkan untuk fermentasi. Garam membantu mengawetkan jerami, garam juga mencegah adanya pertumbuhan bakteri pada jerami, yang membantu proses fermentasi cepat. Dengan begitu waktu penyimpanan pakan akan lebih lama dan tidak takut akan adanya pembusukan. Berikut cara buat fermentasi jerami padi menggunakan garam:

Alat dan Bahan:

  • Jerami, sebaiknya memakai yang sudah layu atau kering
  • Mesin pencacah
  • Probiotik
  • Pollard / dedak
  • Garam
  • Air
  • Terpal
  • Wadah

Alur proses pembuatan fermentasi jerami:

  1. Potong jerami sekitar 30 – 50 cm, bisa menggunkan mesin pencacah.
  2. Tamburkan probiotik dengan aktivator yg sudah di campur air, di atas jerami hingga rata.
  3. Lakukan berulang kali ke permukaan jerami hingga menyeluruh.
  4. Taburkan pollrad / dedak.
  5. Kemudian taburkan garam.
  6. Taburkan secara berulang sampai habis.
  7. Tutup jerami dengan terpal.
  8. Fermentasi selama 3 minggu atau 21 hari supaya mendapat hasil yang maximal.
  9. Setelah selesai di fermentasi, biarkan jerami terkena angin selama kurang lebih 10 menit.
  10. Setelah proses penganginan, fermentasi jerami padi siap diberikan ke ternak sebagai pakan pengganti hijauan.

3. Cara Buat Fermentasi Jerami Padi dengan Dedaunan Hijau

cara buat fermentasi jerami

Dedauan hijau yaitu makanan pokom hewan ternak. Kelemahan dedaunan hijau yaitu pakan yang terbatas, tidak selalu tersedia setiap musimnya terutama pada musim kemarau. Hal ini memerlukan solusi untuk mengatasinya, berikut proses cara buat fermentasi menggunakan dedaunan hijau:

Alat dan Bahan:

  • 1 ton jerami padi yang sudah kering.
  • Probiotik
  • EM4
  • 250 – 300L Air dan 20 – 25L gula pasir untuk per 15L air untuk jerami basah
  • Pisau, golok, mesin pemotong atau bisa juga alat pencacah
  • Ember

Alur Proses pembuatan fermentasi jerami:

  1. Pertama potong jerami kering dengan ukuran sekitar 20 – 25cm, bisa menggunakan alat pencacah.
  2. Sediakan tempat untuk tempat proses fermentasi.
  3. Campurkan air, gula pasir, probiotik, EM4 sesuai takaran.
  4. Lalu, jerami yang sudah dipotong disusun sedikit demi sedikit selanjutnya disiram sedikit demi sedikit dengan campuran tadi sampai jerami terlihat basah.
  5. Setelah jerami sudah semuanya tersiram oleh campuran tadi, taruh jerami ke tempat fermentasi.
  6. Injak ijak jerami sehingga menjadi padat, sesudah padat tutup rapat dan biarkan selama kurang lebih 1 minggu.

4. Cara Buat Fermentasi Jerami Padi Basah dengan Air

cara buat fermentasi jerami

Merendam jerami padi dapat menghilangkan hama serta kotoran yang ada pada jerami membuatnya lebih bersih dan sehat. Dalam praktiknya jerami padi direndam dalam air bersih dengan perbandingan jerami 1 : 3 air, berikut cara buat fermentasi jerami padi basah menggunakan air:

Alat dan bahan:

  • Jerami basah
  • Air
  • Wadah fermentasi bisa berupa plastik maupun drum besar, jangan lupa penutup wadah yang sesuai.
  • Benda berat untuk menekan jerami agar bisa tetap terendam air selama proses fermentasi.
  • Ember atau wadah untuk mengangkut air.

Alur proses pembuatan fermentasi jerami:

  1. Pertama bersihkan jerami dari kotoran atau benda – benda asing.
  2. Setelah itu potong jerami dengan ukuran 5 – 10cm, bisa menggunakan alat pencacah.
  3. Selanjutnya bersihkan wadah fermentasi.
  4. Masukan jerami kedalam drum besar lalu isi air, lalu pastikan jerami tetap terendam air. Perbandingan untuk jerami dam air yaitu 1: 3.
  5. Periksa secara berkala untuk mencegah jamur, pastikan jerami tetap terendam air.
  6. Diamkan selama 15 hari – 3 minggu untuk hasil yang maximal.

Ciri-Ciri Fermentasi Jerami yang Berhasil

1. Warna

Jerami padi yang difermentasi diketahui berpengaruh terhadap perubahan warna yaitu warna coklat dan coklat muda. Perubahan warna yang terjadi disebabkan karna selama proses fermentasi mengalami pencoklatan ezim. Pada saat proses fermentasi menyebabkan kerusakan pada pigmen warna jerami padi.

2. Bau / Aroma

Perubahan bau / aroma setelah proses fermentasi yaitu menjadi berbau asam tetapi tidak busuk. Hal ini disebabkan adanya proses perombakan karbohidrat yang terkandung sehingga menjadi asam organik.

3. Tekstur

Perubahan tekstur setelah proses fermentasi yaitu perubahan dari kasar menjadi sangat halus. Hal ini disebabkan turunnya kandungan kasar pada jerami akan mengakibatkan perubahan tekstur jerami menjadi halus. Jerami yang di fermentasi juga tidak berjamur.

Manfaat Cara Buat Fermentasi Jerami untuk Ternak

1. Solusi Penyediaan Pakan Ternak pada Musim Kemarau

Dengan demikian, fermentasi jerami padi bisa bertahan hingga kurang lebih 6 bulan jika dikeringkan. Sehingga menjadi solusi yang tepat untuk ternak pada musim kemarau.

2. Peningkatan Kualitas Gizi dan Nutrisi pada Ternak

Selain itu, jerami fermentasi mengandung nutrisi yang tinggi dan mudah diserap oleh tubuh ternak. Kandungan gizinya mampu meningkatkan stamina serta kesehatan ternak secara keseluruhan.

3. Peningkatan Protein serta Penurunan Serat Kasar

Jerami hasil fermentasi mengandung protein yang lebih tinggi serta kadar serat kasar yang lebih rendah.

4. Meningkatkan Kesehatan Sistem Pencernaan Bagi Ternak

Mengandung serat kasar yang penting untuk pencernaan ternak tetap sehat. Hal ini menjadikan pakan lebih mudah dicerna dan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh ternak.

5. Mendukung Pertumbuhan Ternak Supaya Lebih Baik

Kandungan nutrisi yang terkandung dalam pakan fermentasi lebih baik karena mampu meningkatkan pertumbuhan ternak.

6. Meningkatkan imun daya tahan tubuh ternak

Banyaknya nutrisi dan gizi yang terkandung dalam fermentasi jerami membantu meningkatkan daya tahan tubuh ternak. Dengan begitu, ternak menjadi lebih tahan terhadap penyakit.

7. Menghemat Biaya Pakan

Jerami padi merupakan limbah dari pemanen padi, sehingga sering kali tersedia dalam jumlah besar tanpa biaya tambahan. Hal ini membuat jerami padi menjadi pilihan yang ekonomis untuk makanan ternak, mengurangi beban biaya produksi pakan.

8. Alternatif Pakan Bagi Ternak

Jerami fermentasi bisa menjadi alternatif pakan pada saat musim kemarau, ketika hijauan sulit ditemukan. Dengan cara ini, pasokan pakan ternak tetap terjaga sepanjang tahun.

9. Mengurangi Limbah Pertanian

Menggunakan jerami padi sebagai pakan ternak, membuat jumlah limbah pertanian dapat berkurang secara signifikan, serta mengurangi dampak negatif pada lingkungan. Dengan demikian, langkah ini mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kualitas Nutrisi dari Cara Buat Fermentasi Jerami Padi

1. Bahan Kering (BK)

Hasil fermentasi mengalami penurunan nilai bahan kering bisa juga disebabkan oleh penambahan air pada saat fermentasi berlangsung. Kandungan Bahan Kering (BK) akan turun saat proses fermentasi berlangsung, terjadinya  kandungan bahan nkering dikarnenakan proses respirasi, yaitu saat fermentasi selain menghasilkaqn energi juga dihasilkan air dan karbondioksida (CO2).

2. Protein Kasar (PK)

Hasil fermentasi mengalami peningkatan kandungan protein kasar dikarenakan mikroorganisme yang berkembang pada saat proses fermentasi berlangsung. Mikroorganisme merupakan sumber protein sel tunggal menjadi peningkat saat proses fermentasi membuat protein kasar mengalami penimgkatan.

3. Serat Kasar (SK)

Hasil fermentasi mengalami penurunan Serat Kasar (SK) disebabkan karna adanya aktifitas enzim yang terurai oleh air menjadi glukosa, sehingga kandungan serat kasar akan turun.

4. Lemak Kasar

Hasil fermentasi mengalami peningkatan kadar lemak kasar jerami dikarenakan terjadinya peningkatan protein kasar dan penurunan kadar serat kasar. Hal ini juga disebabkan oleh mikroorganisme untuk memenuhi yang kebutuhan energi dari karbohidrat.

 

Cara Memberikan Hasil dari Fermentasi Jerami pada Ternak

Untuk pemberian pakan fermentasi, tentunya berikan pakan secara bertahap kepada ternak dan pantau respon pencernaanya apakah ada gangguan perncernaan. Jika hal ini terjadi, harus mengambil langkah untuk meningkatkan kualitas pakan. Dengan demikian cara ini membantu perncernaan ternak beradaptasi terhadap mikroorganisme baru dalam pakan.

Pemberian Bertahap

  1. Sebaiknya mulai dengan porsi yang kecil, lalu campurkan fermentasi jerami padi dalam jumlah kecil dengan pakan yang sudah biasa di konsumsi para ternak.
  2. Di samping itu amati respon trernak, apakah ternak mengalami gangguan percernaan. Jika menunjukkan tanda-tanda tidak sehat atau penurunan berat badan, mungkin ada yang salah dengan kualitas pakan.
  3. Tingkatkan porsi secara bertahap, jika ternak menunjukan respon yang baik dan tanpa gangguan pencernaan bisa di beri peningkatan pakan yang bertahap.

Penutup

Secara keseluruhan, fermentasi jerami padi menjadi solusi tepat bagi para peternak dalam mengatasi keterbatasan pakan hijauan, terutama saat musim kemarau. Dengan proses sederhana dan bahan yang mudah didapat, jerami padi yang awalnya dianggap limbah dapat diubah menjadi pakan bergizi tinggi.

Selain itu, fermentasi juga membantu meningkatkan kandungan protein, menurunkan kadar serat kasar, serta memperbaiki sistem pencernaan ternak. Penerapan berbagai metode seperti menggunakan probion dan urea, garam, dedaunan hijau, maupun air, memberikan alternatif yang sesuai kebutuhan peternak.

Proses yang benar akan menghasilkan jerami fermentasi berwarna coklat muda, beraroma asam segar, dan bertekstur lembut. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan setiap langkah agar hasilnya maksimal dan aman dikonsumsi ternak.

Dengan memanfaatkan fermentasi jerami padi, tidak hanya dapat menghemat biaya produksi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. Melalui inovasi sederhana ini, peternakan menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan produktif sepanjang tahun.

Similar Posts