Select Page

Hewan Pemakan Rumput atau sering kita sebut Herbivora, merupakan golongan hewan pemakan tumbuhan. Hewan ini bertahan hidup dengan memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar sebagai sumber tenaga utamanya. Kebanyakan semua hewan pemakan tumbuhan atau bisa disebut dengan herbivora, tidak memiliki gigi taring yang tajam. Karena memiliki gigi yang tidak terlalu tajam menyebabkan mencerna makanannya dengan mudah.

Hewan pemakan rumput termasuk hewan yang jinak dan mudah untuk dikendalikan, lain dengan hewan yang buas. Hewan herbivora sangat pandai untuk mencari makanan yang tersedia di alam bebas seperti di padang rumput, semak-semak dan hutan. Suapaya kita lebih memahami mengenai hewan pemakan rumput, kita harus tau terlebih dahulu tentang ciri-ciri hewan pemakan rumput.

Ciri – Ciri Hewan Pemakan Rumput

  • Memiliki gigi geraham yang lebar.
  • Kebanyakan hewan ini Hidup di daratan.
  • Hewan pemakan tumbuhan tergolong hewan Mamalia.
  • Berdarah panas.
  • Termasuk kedalam perkembangbiakan secara vivipar (beranak)

Berikut Rekomendasi Hewan Pemakan Rumput Yang Untuk Diternakan

Setelah mengetahui pengertian dan ciri-ciri hewan pemakan rumput selanjutnya, kita akan membahas beberapa contoh hewan ternak pemakan tumbuhan. Berikut rekomendasi hewan pemakan rumput :

Sapi

Hewan Pemakan Rumput

Hewan sapi adalah salah satu contoh yang sangat mudah dari hewan pemakan rumput lainnya. Sapi pada umumnya memakan rerumputan dan dedaunan. Hewan ini termasuk herbivora yang makanan utamanya tidak bergantung pada rumput. Rumput akan lebih mudah dicerna oleh sapi jika sudah diproses menggunakan mesin chopper rumput perajang rumput.

Sapi sering dimanfaatkan tenaganya untuk transportasi dan untuk membajak sawah. Zaman yang semakin canggih dan modern, kebanyakan sapi dijadikan binatang ternak. Bukan hanya pemanfaatan dagingnya yang mengandung kaya akan gizi. Namun sapi juga termasuk sumber protein hewani seperti susu sapi yang dimanfaatkan untuk memperbaiki nilai gizi pada manusia.

Bukan hanya tenaga, daging dan susunya yang bisa dimanfaatkan, tetapi kotoran sapi pun juga bisa bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan dapat digunakan sebagai bahan bio gas.

6 Tips Ternak Sapi

1. Tetapkan Modal Awal Usaha Ternak Sapi

Jangan merasa takut untuk mengeluarkan modal yang besar. Dari modal yang besar tersebut, Anda juga akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda!

Modal awal yang Anda tetapkan harus bisa mencukupi kebutuhan ternak sapi seperti kandang, pangan, bibit sapi unggul, obat-obatan, dan lainnya. Selain itu, Anda juga perlu jaringan informasi untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai merawat dan berbisnis ternak sapi.

2. Pilihlah Jenis Sapi yang Tepat

Ada berbagai jenis sapi ternak yang Anda bisa Anda pilih. Pada dasarnya, Anda harus mengetahui secara terperinci jenis-jenis sapi lokal dan impor, jadi Anda baru bisa memilih jenis sapi mana yang ingin Anda budidayakan karena setiap jenis sapi memiliki perawatan yang berbeda-beda

Sedikit informasi, untuk sapi lokal seperti sapi Madura dan Bali membutuhkan perawatan yang lebih karena pertumbuhan yang cenderung lama namun memiliki kualitas daging yang sangat bagus. Anda dapat memilih sapi berumur 2.5 tahun (jantan atau betina) dan yang pastinya harus sehat. Biasanya harga beli untuk anakan sapi berkualitas tinggi sekitar Rp 300 juta.

3. Menyiapkan Kandang Sapi yang Nyaman

Anda harus memastikan luas tempat untuk kandang sapi sesuai dengan jumlah sapi yang Anda ternak. Kandang yang memuat 25 ekor sapi biasanya membutuhkan modal kurang lebih Rp 50 juta. Usahakan membuat kandang sapi jauh dari pemukin penduduk dan berikan jarak minimum 10 meter antara kandang dan rumah peternak. Kandang sapi juga memerlukan sinar matahari yang cukup untuk menjaga suhu didalam kandang.

Pembuatan kandang sapi juga perlu diperhatikan. Posisi kandang sapi yang bisa Anda buat, ada yang satu baris sejajar atau dua baris yang berhadapan atau dengan posisi mengelilingi kandang saling berhadapan atau berlawanan. Hal ini bergantung kepada jumlah sapi yang Anda ternak. Jangan lupa memberikan lubang ventilasi agar cahaya matahari bisa masuk dan kandang tidak lembab.

4. Memilih Bibit Sapi Ternak yang Unggul

Tips memilih bibit sapi ternak yang ungul adalah yang memiliki mata bersih dan cerah, tidak memiliki lendir di hidung. Adanya lendir pada hidung berarti sapi tersebut memiliki gangguan pernapasan.

Kulit dan bulu sapi juga harus bersih dan tidak rontok sebagai tanda bahwa sapi tersebut terhindar dari infeksi dan zat bahaya, kukunya tidak panas dan dubur serta ekor perlu diperiksa ada gejala diare atau tidak.

5. Pemberian Pakan

Pemberian pakan yang benar juga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan sapi tersebut. Diberi pakan rerumputan saja kurang efektif, perlu menggabungkan antara pakan hijau dengan pakan yang mengandung konsentrat seperti ampas tahu, kulit kacang kedelai, bekatul, dan kulit nanas.

Makanan seperti jerami, daun-daunan, tebu, dan alang-alang adalah makanan yang berkualitas rendah. Rumput gajah dan setaria kolonjono juga dapat meningkatkan kualitas pakan sapi. Jangan lupa juga memberikan zat vitamin, mineral, dan protein untuk menjaga daya tahan tubuh. Biaya pakan sapi kurang lebih Rp 100juta untuk 1 tahunnya.

6. Perawatan Sapi

Perawatan sapi ekstra juga perlu diberikan, Anda perlu melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing untuk menjaga kekebalan tubuh sapi.

Kandang juga harus dibersihkan setiap hari agar tetap kering dan bersih sehingga terhindar dari berbagai virus dan penyakit.

Berternak sapi memang menggiurkan, namun perlu pengalaman dan pelatihan ekstra untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Berkembangnya teknologi juga membuat jual beli sapi ternak menjadi semakin mudah.

Kambing

Kambing

Hewan kambing juga merupakan hewan pemakan rumput lainnya, kambing mempunyai gigi geraham yang berfungsi untuk mengunyah rumput-rumputan dan dedaunan. Hewan kambing memiliki kaki empat yang sangat memungkinkan untuk berlari kencang sehingga bisa menghindar dari serangan binatang buas. Kambing sering dijadikan sebagai hewan ternak.

Hewan kambing bermanfaat penting dari mulai dagingnya samapai kotorannya pun, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia, terutama para petani. Kambing juga memiliki banyak manfaat yang manfaat utamanya untuk konsumsi karena mengandung banyak protein yang baik untuk tubuh manusia. Saat ini terdapat banyak jenis kambing salah satunya yaitu kambing etawa yang bisa menghasilkan susu. Susu kambing etawa mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi dari susu sapi perah, sehingga sering dimanfaatkan sebagai barang konsumsi yang menyehatkan.

Cara Beternak Kambing Yang Benar

1. Pemilihan Bibit
A. Etawa
B. Gibas / Domba
C. Kacang / Jawa

Jika sudah memutuskan kambing mana yang akan diternak, anda juga harus memperhatikan syarat pemilian bibit yang baik. Berikut syaratnya :

  • Kambing berumur 6–8 bulan.
  • Berekor gemuk.
  • Garis pinggang dengan garis punggung harus lurus.
  • Bulu bersih.
  • Badan panjang, utamakan jantan
  • Sehat, tidak cacat, tidak buta, hidung dan anus bersih.
2. Membangun Kandang

Berikut tips dalam membangun kandang :

  • Jarak dari rumah minimal 10m.
  • Kokoh.
  • Usahakan mendapatkan sinar matahari dan jauh dari rumah warga.
  • Tidak lembab dan mudah dibersihkan.
  • Persebaran udara dalam kandangdan kandang pejantan disendirikan (kecuali jika mau dikawinkan).
  • Sebaiknya menggunakan kandang panggung dengan tinggi 0.5 m.
3. Pemberian Pakan

Untuk pakan diberikan sebanyak 2 kali sehari, yakni pagi dan sore. Konsentrat sebaiknya diberikan sebelum pakan hijauan. Tidak lupa juga untuk memberikan komboran pada kambing yaitu berupa bekatul di campur air, pemberiannya pada sore hari. Serta vitamin untuk menambah daya tahan tubuh dan mengurangi bau kotorannya.

4. Perawatan

Selalu merawat kambing agar kesehatannya terjaga. Jika kambing terkena penyakit, maka tumbuh kembang kambing akan terhambat bahkan menyebabkan kematian. Maka dari itu kalian perlu memberikan vaksin maupun obat obatan kepada kambing.

Jaminan untuk keberhasilan usaha ternak kambing juga memerlukan perawatan. Dalam merawat ternak bisa berupa memberi makan dan minum, pencukuran bulu, pemotongan kuku. Mandikan kambing minimal 2 kali dalam setahun. Kambing yang jarang dimandikan akan lebih mudah terserang penyakit yang disebabkan bakteri dan jamur.

6. Pemanenan

Direkomendasikan untuk masa panen kambing per tahun bebarengan dengan Hari Raya Idul Adha atau hari besar lainnya, seperti dibuat menjadi sop gulai kambing dan sate kambing, kambing bisa dibuat menjadi sate, bumbu sate kambing juga mudah pembuatannya, agar harga jual kambing menjadi lebih tinggi dan keuntungan yang didapatkan lebih banyak.

Kerbau

Kerbau

Hewan kerbau sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu, bahkan lebih dahulu populer dibandingkan dengan sapi. Daging kerbau memang memiliki nilai gizi yang baik, walaupun saat ini daging yang tersedia dipasaran lebih banyak daging sapi namun masih banyak yang menggunakan daging kerbau sebagai bahan dasar masakannya. Budidaya ternak kerbau masih banyak dilakukan di daerah-daerah baik perorangan maupun skala besar.

Budidaya ternak kerbau yang dilakukan oleh peternak kecil biasanya juga di sewakan untuk membajak sawah. Sedangkan untuk peternakan kerbau sekala besar sudah sangat jarang dan digantikan dengan ternak sapi, biasanya masih ada didaerah yang memiliki tanah kurang subur untuk pertanian seperti NTT dan NTB.

Cara  Beternak Kerbau

1. Pemilihan Bibit

Anak ternak. Ternak kerbau betina dapat melahirkan anak setiap tahun. Selang waktu beranak (calving interval) adalah antara 12-18 bulan. Anak ternak yang lahir merupakan produksi paling potensial bagi pengembangan usaha.

Langkah terpenting dalam budidaya ternak kerbau adalah pemilihan bibit, ada beberapa jenis bibit kerbau yang bisa dipilih

  • Murrah (Kerbau asal India, warna hitam / kelabu kehitaman)
  • Nilli / Kerbau Ravi (asal India, warna hitam / coklat tua)
  • Surti (Kerbau asal India, warna hitam / coklat)
  • Belang / Kerbau Tedong Bonga (asal Sulawesi Selatan / Toraja, Produksi susu ± 3 liter/hari).
2. Kandang Kerbau

Setelah memutuskan memilih bibit yang sesuai, maka kita harus memulai dengan menyiapkan kandang. Kandang yang baik jauh dari pemukiman penduduk untuk menghindari pencemaran udara dari kotoran kerbau. Kandang juga harus mampu melindungi kerbau dari serangan hama dan pemangsa yang bisa saja datang. Lengkapi kandang dengan tempat makan dan minum serta harus tersedia tempat pembuangan dan penampungan kotoran.

Ukuran kandang kerbau harus disesuaikan dengan ukuran dan umur kerbau :

  • Dewasa = 1,5 meter X 2 meter/ekor
  • Anak = 1 meter X 0,8 meter/ekor
  • Kandang jepit = 1,2 meter X 0,55 meterX 1,5 meter/ekor
3. Pemberian Pakan
  • Rumput atau dedauan 20kg
  • Jerami pada hasil pengelolahan petani 7kg
  • Dedak seberat 2,3kg
  • Kacang atau biji-bijian 0,5kg
  • Garam 100gr
  • Vitamin Dan mineral

Kacang-kacangan antara lain :

  • Lamtaro
  • Glirisidia
  • Turi

Ransum Campuran juga bisa diberikan sebagai pakan:

  • Rerumputan = 35 – 50 Kg (terdiri dari 70% rumput-rumputan dan 30% kacang-kacangan)
  • Sari = 2- 5 Kg/hr/ekor (terdiri dari dedak halus, bungkil-bungkilan)
4. Kesehatan Kerbau

Kesehatan pada hewan budidaya ternak kerbau juga harus di perhatikan, walaupun pada umumnya lebih tahan dari penyakit. Namun ada beberapa penyakit khusus yang justru mengincar kerbau seperti:

1. Antrax
Penyebab : Bakteri Antrax
Gejala : Bengkak pada dada leher dan perut, keluar darah dari lubang hidung, rongga mulut, anus dan kelamin menjelang kehamilan.
Pencegahan : Vaksinasi Antrax.

2. Brucellosis
Penyebab : Kuman Brucella
Gejala : Biasanya terjadi keguguran pada kebuntingan 5 – 8 bulan.
Untuk mencegah : Pemeriksaan darah secara berkala, menjaga kebersihan kandang ternak, dan Vaksinasi.

3. Penyakit Ngorok
Penyebab : Kuman Pasteurella multocida
Gejala : Gangguan pernapasan/ngorok
pencegahan : vaksinasi

4. Penyakit Kuku dan mulut

5. Panen dan Pasca Panen ternak Kerbau

Kerbau di panen saat sudah cukup umur dan mencapai berat maksimal dan menghasilkan produk berupa daging, kulit, susu dan lain-lain. Penanganan pascapanen berternak kerbau adalah memelihara anak ternak setelah umur penyapihan untuk dijadikan bibit (induk). Sementara anak yang kurang baik dapat dibesarkan atau langsung dijual.

6. Hasil Panen Tambahan

Kotoran ternak. Hasil Panen Tambahan dalam budidaya ternak kerbau adalah kotorannya. Kotoran ini dapat digunakan sebagai bahan pupuk organik, pupuk kompos dan sumber energi.

Domba

Domba

Banyak orang selalu kebingungan untuk membedakan antara domba dan kambing. Domba atau biri-biri memiliki rambut yang tebal dan dikenal sebagai hewan ternak untuk diambil rambutnya, dagingnya serta susunya. Saat ini, setidaknya ada 7 spesies domba di dunia yang tersebar dari Asia hingga Eropa. Layaknya hewan pemakan rumput yang lain, domba juga suka menyantap rerumputan, dedaunan dan jerami untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari.

Cara Ternak Domba

1. Memilih Bibit Unggul

Beternak domba diawali dengan pemilihan bibit domba yang tepat dan benar. Jika salah dalam memilih bibit domba, maka pengeluaran akan jauh lebih banyak. Selain itu pertumbuhan domba akan tidak optimal.

Sebab pemilihan bibit adalah faktor yang penting dalam menghasilkan domba-domba berkualitas tinggi. Bibit domba unggul didapat dari indukan yang baik.

Syarat Calon Induk Betina
  • Memiliki badan yang panjang, besar, dan simetris
  • Selaput mata tidak pucat
  • Badan tidak terlalu gemuk
  • Bulu tidak kusam dan kaku
  • Tidak cacat fisik
  • Ambing besar, putting lengkap dan tidak bepotensi penyakit
  • Umur 1,5 – 2 tahun
  • Bentuk perut normal
  • Memliki nafsu kawin yang tinggi dan ekor normal

Syarat Calon Induk Jantan

  • Memiliki badan yang panjang, besar, seimbang, dan simetris
  • Selaput mata tidak pucat
  • Badan tidak terlalu gemuk
  • Bulu tidak kusam dan kaku
  • Tidak cacat fisik
  • Cuping hidung lembab
  • Terdapat sepasang testis, bentuk normal, tonjolan tulang pada kaki besar
  • Umur minimal 1,5 tahun
  • Dari indukan yang melahirkan anak 2 ekor atau lebih
2. Kandang Domba

Mempersiapkan kandang untuk memelihara ternak domba. Karena domba termasuk hewan yang cukup sensitif, sehingga diharapkan untuk mengusahakan kandang yang bersih dan lebih tinggi sehingga tidak berdampak banjir. Sesuaikan ukuran kandang dengan jumlah ternak domba yang akan dipelihara.

Upayakan kandang mendapatkan sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Bahan untuk kandang bersifat tahan lama, kebersihan terjaga, serta atap kandang yang ringan dan tidak menyerap panas, Anda dapat memanfaatkan rumbia.

Ukuran kandang untuk penggemukan dapat dibuat dengan ukuran 1 × 1 m, kandang induk dengan ukuran 1,5 × 1 m, sedangkan anaknya memerlukan ukuran kandang 0,75 × 1 m. Pada kandang pejantan membutuhkan ukuran 2 × 1,5 m.

3. Tahap Pemeliharaan

Umumnya di lapangan banyak dijumpai bahwa beberapa peternak tidak mau dipusingkan dengan permasalahan pembibitan.

Karena, beberapa masalah yang kerap kali mereka temui seperti kematian pada anak domba, kematian dini, kebengkakan pada kambing domba betina dan lain – lain. Selalu perhatikan kebersihan kandang untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut.

Untuk pemeliharaan penggemukan, Anda dapat melakukan kombinasi beberapa bahan pakan ternak asal mampu memenuhi kebutuhan ternak Domba Garut.

Adapun jenis – jenis pakan yang dapat diberikan pada domba ialah hijauan pakan ternak (rumput gajah, rumput lapang, brachiaria, benggala, raja dan meksiko).

Hasil limbah pertanian (daun jagung, daun pisang, daun nangka) dan tambahan beberapa pakan konsentrat (ampas tahu, bekatul, ikan, garam dapur biji kapas, ampas kecap dan tepung jagung).

Pada domba dewasa dapat diberikan pakan sebanyak 3 : 1 untuk pemberian pakan rumput dan daun. Untuk induk bunting mungkin akan membutuhkan beberapa tambahan asupan nutrisi lainnya sehingga Anda bisa memberikan pakan dengan perbandingan 3 : 2 untuk pakan rumput dan daun, Anda juga bisa menambahkan 2 – 3 gelas untuk konsentrat.

Pemberian pakan untuk induk menyusui dengan perbandingan 1 : 1 pakan rumput, dan daun dengan tambahan 2 – 3 gelas untuk pakan konsentrat.

4. Panen Domba

Hasil akhir yang diharapkan dalam budidaya ternak domba ialah karkas/daging. Anda bisa melakukan kerjasama dengan beberapa pasar tradisional terdekat, untuk hari raya kurban umumnya lebih banyak permintaan.

Untuk beberapa kepentingan lainnya, bulu domba banyak dimanfaatkan sebagai bahan tekstil. Selain itu, kotoran domba sangat baik dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk membantu kesuburan tanah dan memberikan nutrisi pada tanaman.

Kelinci

Kelinci

Hewan kelinci yang merupakan mamalia dari famili Leporidae adalah salah satu hewan yang cukup sering kita jumpai. Tempat tinggal utama kelinci awalnya adalah di Afrika dan Eropa yang kemudian ditemukan spesies kelinci sumatera pada tahun 1972. Saat ini, kelinci kerap dijadikan hewan peliharaan karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan. Kelinci menyukai berbagai macam sayuran dan buah-buahan sebagai pakan kelinci.

Tips beternak Kelinci

1. Menyiapkan Kandang

Jenisnya terdapat dua tipe kandang yakni, sistem terbuka dan tertutup. Hamparan lahan cocok untuk kandang terbuka kemudian sekelilingnya diberi pagar. Kelinci dibiarkan bebas berkeliaran dalam area tersebut. Diberi tempat untuk istirahat atau tidur dan berteduh dalam kandang. Jenis kandang terbuka ini sudah menjadi tipikal usaha ternak kelinci tradisional di Indonesia. Dengan sistem seperti ini pemeliharaan relatif lebih mudah. Terutama jika hamparannya luas, kelinci dibiarkan mencari makan sendiri jadi kalau sekali-kali telat dalam memberi pakan tidak perlu khawatir. Kelemahan sistem ini memerlukan lahan yang luas. Hanya layak dilakukan di pedesaan dimana ketersediaan lahan cukup besar.

Kandang tertutup merupakan kandang yang dibatasi lantai, dinding dan atap. Kandang jenis ini cocok untuk usaha ternak intensif. Beternak kelinci dengan sistem kandang tertutup memerlukan dua tipe kandang, yaitu tipe postal dan tipe baterai. Kandang untuk menempatkan beberapa ekor kelinci sekaligus merupakan kandang tipe postal. Digunakan sebagai kandang perkembangbiakkan dan merawat anak-anak kelinci. Kandang yang dirancang untuk mewadahi satu ekor kelinci per kandang merupakan kandang tipe baterai, biasanya berbentuk rak bersusun. Cocok digunakan untuk pembesaran.

2. Memilih Indukan
  • Cari kelinci yang memiliki riwayat kesehatan yang baik.
  • Berat indukan kelinci betina minimal 4-5 kg, jantan 3-5 kg.
  • Memiliki pinggul yang bulat penuh.
  • Punggung tidak cekung.
  • Mata cerah, tidak terlihat lesu dan ngantuk.
  • Bulu bersih, terutama di sekitar kelamin.
3. Memberi Pakan

Di alam bebas kelinci hanya mengkonsumsi hijauan. Bagi usaha ternak, kita bisa memberikan rerumputan, konsentrat, ditambah dengan vitamin. Rerumputan yang disenangi kelinci antara lain limbah sayuran, seperti sawi, wortel, lobak dan daun singkong. Juga jenis rumput-rumputan dan daun-daunan dari tanaman kacang tanah, jagung dan pepaya.

Sedangkan konsentrat biasanya berupa pelet buatan pabrik. Memberi pelet dilakukan untuk memudahkan dan membuat praktis pemberian pakan. Pelet biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi lengkap. Harga pelet memang cukup mahal, namun ketersediaan dan kontinuitasnya lebih terjamin. Sebab sangat diperlukan untuk usaha ternak kelinci secara intensif.

Memberi rerumputan dimulai sejak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Rerumputan yang diberikan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk mencegah kembung pada anak kelinci, yang bisa mengakibatkan kematian. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu.

Seluruh kebutuhan pakan untuk kelinci mencapai 4-5% dari bobot tubuhnya per hari. Umur 4 bulan membutuhkan rerumputan 20% dari total pakannya. Umur lebih dari 4 bulan membutuhkan 60% hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu pemberian pakan konsentrat dengan rerumputan. Seperti konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan bisa diberikan pada pukul 13.00-18.00.

4. Mengawinkan Kelinci

Kelinci bereproduksi dengan melahirkan anak. Umur memasuki tahap dewasa dan siap dikawinkan pada umur 6-12 bulan, tergantung pada jenis rasnya. Kelinci betina yang siap melahirkan anak akan menujukkan tanda-tanda birahi sebagai berikut:

  • Terlihat gelisah, perilakunya selalu mencari-cari pejantan.
  • Sering menggosok-gosokkan dagunya pada benda-benda di sekitarnya atau kelinci lain.
  • Vulva berwarna kemerahan dan basah.

Perkawinan bisa dengan dua cara, yaitu secara berkelompok atau berpasangan. Dengan cara memasukkan sejumlah betina dan pejantan dalam satu area merupakan cara mengawinkan secara kelompok. Satu pejantan bisa mengawini 5-10 betina.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

Hal yang perlu diketahui untuk mengawinkan kelinci:

  • Umur 6-12 bulan, tergantung jenis ras.
  • Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
  • Birahi satu ke masa birahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
  • Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
  • Masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu. Kelinci masa menyusui dilakukan selama 15-20 hari. Kemudian anak kelinci diberi hijauan agar belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci bisa disapih setelah 8 minggu.
  • Setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan kelinci betina bisa dibuahi lagi.
  • Setahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
  • Satu kali lahir 4-12 ekor anak kelinci, tergantung jenis ras.
  • Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah dan kualitas anakan menurun.
5. Panen Ternak Kelinci

Kelinci biasanya dijual anakannya sebagai peliharaan. Sebaiknya diatas umur 2 bulan untuk menjual anakan kelinci, setelah masa penyusuan. Sebab kelinci yang terlalu muda dikhawatirkan tidak akan bertahan terpisah dari induknya.

Daging kelinci biasanya dipanen setelah kelinci berusia 3,5 bulan atau mempunyai bobot 2-3 kg. Penggemukan memerlukan waktu yang lama untuk mencapai bobot tersebut berlangsung sekitar 2-3 bulan. Misal akan dijual lebih lama lagi, biasanya sudah tidak ekonomis karena kelinci membutuhkan pakan yang lebih banyak. Untuk menjual bibit atau calon indukan, biasanya dipelihara hingga kelinci berumur 10-12 bulan. Untuk harga indukan tidak lagi diperhitungkan per kg, tapi dilihat keunggulan keturunan dan kesehatannya.

Nah itu merupakan rekomendasi hewan pemakan rumput yang cocok diternakan dan untuk melihat artikel-artikel lainnya bisa Mesin Pencacah Rumput.

× Whatsapp Kami!