Select Page

Assalamualaikum. wr. wb. Teman – teman Ingin cari tau mengenai Fermentasi Rumput Segar yang Cocok Untuk Hewan Ternak kalian?..Yuk Kita Simak di Bawah ini!

Untuk anda yang mempunyai peliharaan ternak ataupun yang menjalankan usaha ternak, cocok sekali jika membaca artikel ini karena kita akan membahas serta mempelajari tentang cara fermentasi rumput segar yang cocok untuk hewan ternak .

Selain itu, letak peternakan yang dekat dengan sumber daya pakan hijauan membuat peterak dapat dengan mudah mendapatkan pakan sesuai dengan kebutuhan saja, sehingga ketika pakan yang disediakan habis, peternak  bisa deengan mudah mendapatkan pakan.

Berbeda dengan peternakan yang letaknya jauh dari tempat yang terdapat sumber bahan pakan yang menyebabkan peternak harus mencari bahan pakan dengan jumlah yang banyak untuk ketersediaan lalu di simpan, akan tetapi itu akan membuat pakan jadi tidak segar lagi dan nutrisi yang terkandung berkurang.

Buruknya lagi apabila hewan ternak tidak menyukai pakan yang tidak segar lalu napsu makannya turun dan banyak pakan yang tersisa sehingga menyebabkan pertumbuhan hewan ternak tidak bisa maksimal.

Namun tidak sedikit juga peternak yang tidak bisa mendirikan peternakannya di daerah yang banyak terdapat sumber pakan hijauan, sehingga sulit untuk mendapatkannya secara langsung dan harus mengeluarkan biaya yang lebih untuk mencarinya.

Tetapi tenang saja.Ada beberapa cara yang biisa dilakukan peternak untuk menjaga kualitas nutrisi pakan yang sudah di simpan dalam jangkau waktu yang cukup lama, yaitu dengan cara fermentasi rumput segar pakan ternak.Dengan cara ini, penyediaan pokok bahan pakan akan lebih efisien.

4 Cara Fermentasi Rumput Segar Yang Kandungan Nutrisinya Tinggi

Untuk anda yang mempunyai peliharaan ternak ataupun yang menjalankan usaha ternak. Cocok sekali jika membaca artikel ini karena kita akan membahas tentang cara fermentasi rumput segar yang cocok untuk hewan ternak .

Selain itu, letak peternakan yang dekat dengan sumber daya pakan hijauan membuat peternak dapat dengan mudah mendapatkan pakan sesuai dengan kebutuhan saja. Sehingga ketika pakan yang disediakan habis, peternak  bisa deengan mudah mendapatkan pakan.

Berbeda dengan peternakan yang letaknya jauh dari tempat yang terdapat sumber bahan pakan yang menyebabkan peternak harus mencari bahan pakan yang banyak. Untuk ketersediaan lalu di simpan, akan tetapi itu akan membuat pakan jadi tidak segar lagi dan nutrisi yang terkandung berkurang.

Buruknya lagi apabila hewan ternak tidak menyukai pakan yang tidak segar. Lalu napsu makannya turun dan banyak pakan yang tersisa sehingga menyebabkan pertumbuhan hewan ternak tidak bisa maksimal.

Namun tidak sedikit juga peternak yang tidak bisa mendirikan peternakannya di daerah yang banyak terdapat sumber pakan hijauan. Sehingga sulit untuk mendapatkannya secara langsung dan harus mengeluarkan biaya yang lebih untuk mencarinya.

Tetapi tenang saja. Ada beberapa cara yang biisa dilakukan peternak untuk menjaga kualitas nutrisi pakan yang sudah di simpan dalam jangkau waktu yang lama. Yaitu dengan cara fermentasi rumput segar pakan ternak. Dengan cara ini, penyediaan pokok bahan pakan akan lebih efisien.

1)Fermentasi Rumput Gajah

Salah satu jenis pakan rumput gajah ini merupakan salah satu bahan yang dapat di jadikan fermentasi rumput segar. Tumbuh ketika musim hujan sehingga petani di indonesia ketika musim hujan menanam rumput ini untuk persediaan pakan hewan peliharaan ternaknya.

Karena rumput ini adalah kesukaan hewan ternak dan juga mempunyai nutrisi yang tinggi. Akan tetapi seperti yang kita ketahui bahwa pakan hijauan tidak akan tahan lama.

Karena itu agar pakan hijauan dapat tetap digunakan sebagai bahan persediaan pakan pada musim kemarau di perlukannya pengolahan fermentasi.

Hal ini agar dapat di simpan dalam jangka waktu yang cukup lama tanpa mengurangi kandungan nutrisinya.

Anda juga perlu mengetahui cara menanam rumput gajah agar bisa menanamnya di rumah sendiri.

Cara Proses Fermentasi Rumput Segar Gajah

Alat dan Bahan :
  • Rumput gajah
  • Tetes tebu 3% dari bahan
  • Dedak yang halus sekitar 5% dari bahan
  • Menir 3,5% dari bahan
  • Wadah silo dan kantong plastik
Langkah-Langkah Fermentasi Rumput segar gajah :
  1. Potong atau cacah rumput gajah kecil-kecil agar rumput gajah dapat di masukkan ke dalam silo dengan keadaan rapat dan padat.
  2. Campurkan baha-bahan yang sudah di siapkan tadi, seperti tetes tebu, dedak, menir, dll.
  3. Masukkan semua campuran ke dalam silo bersama dengan rumput yang sudah di cacah atau di potong tadi lalu padatkan hingga tidak tersisa rongga udara. Masukkan hingga melebihi permukaan wadah kantong plastik  untuk menghindari penyusutan isi.
  4. Setelah semua bahan sudah dimasukkan dan di campurkan. Berikan lapisan plastik untuk menutupi dan beri benda berat untuk menindihinya. Agar tidak ada rongga udara yang masuk.
  5. Diamkan sselama 6-8 minggu.
  6. Setelah 6-8 minggu bungkus plastiknya sudah boleh di buka dan diambil hasil fermentasinya. Jika dalam proses fermentasinya benar biasanya hasilnya dapat bertahat sampai 1 atau 2 tahun.
  7. Pakan fermentasi sudah siap di berikan hewan ternak sesuai dengan kebutuhan saja.
  8. Setelah mengambil sesuai kebutuhan tutup lagi hingga rapat agar tidak rusak.
  9. Setelah hasilnya sudah di ambil lalu angin-anginkn terlebih dahulu hasil fermenasinya sebelum di berikan untuk hewan peliharaan ternak

2)Fermentasi Rumput Segar Tebon Jagung

Pada dasarnya pengolahan hasil fermentasi menggunakan tebon jagung ini sama dengan rumput gajah. Tetapi jika di nilai dari kandungan nutrisi yang dimiliki lebih banyak jika menggunakan tebon jagung daripada menggunakan rumput gajah.

Meskipun mahal harganya, tebon jagung ini lebih banyak mengandung gizi jik dibandingkan dengan rumput gajah. Tetapi jika di daerah anda hanya tersedia rumput gajah tau harga tebon jagung yang terlalu mahal. Menggunakan rumput gajahan untuk fermentasi bahan pakan ternak pun jadi.

Untuk pengolahan fermentasi bahan pakan ternak yang menggunakan tebon jagun sebaiknya pilihlah tebon jagung yang umur panennya agak tua. Karena tebon jagung yang umur panennya sudah agak tua tidak terlalu memiliki kadar air dan bagus  dijadikan pengolahan fermentasi pakan ternak.

Pengolahan rumput maupun tebon dengan membuatnya menjadi fermentasi pakan. Salah satu tujuannya adalah untuk mengantisipasi kemarau karena seperti yang sering terjadi sepanjang tahun. Kondisi kemarau bisa berubah-ubah kadang waktunya panjang kadang waktu kemarau pendek.

Sebagai antisipasi kemarau yang panjang inilah kita butuh membuat fermentasi saat panen tebon jagung maupun rumput gajah berlimpah. Dengan penyimpanan bentuk segar berupa fermentasi ini.

Maka kualitas gizinya tidak menurun secara dratis ketika digunakan 2 – 6 bulan kemudian bahkan kita bisa menyimpan fermentasi ini sampai selama 1 tahun lebih.

Kandungan Nutrisi Yang Dimiliki Tebon Jagung

No. Jenis bahan BK(%) PK(%) LK(%) SK(%) TDN(%

1.   Tebon jagung 35-56      91,1               10,7               2,1               30,5                 59
2.   Tebon jagung 57-70      92,2                 9,9               1,9               29,6                 54,3
3.   Tebon jagung 100-112    91,3                 9,2               2,3               25,7                 49,6

3)Berikut Cara Pengolahan Fermentasi Tebon Jagung

Bahan dan Alat :

  • Tebon jagung
  • Dedak atau jika tidak ada bisa menggunakan tepung gaplek
  • Tetes tebu secukupnya
  • Arit atau sabit
  • Pengaduk(bisa menggunakan sekop)
  • Silo dan wadah kantong kresek

Proses Pembuatan Fermentasi Tebon Jagung

  1. Pertama potong tebon jagung kira kira sepanjang 5cm
  2. Setelah pemotongan tebon jagung selesai lalu campurkan bahan-bahan yang tadi sudah di siapkan seperti dedak padi atau tepung gaplek. Sedangkan untuk takaran tetes tebu adalah 2% dari berat bahan baku. Selanjutnya aduk bahan baahan tersebut secara merata.
  3. Masukkn bahan bahan yang sudah dicampur secara merata tadi ke dalam silo atau kantung plastik dan padatkan
  4. Tutup silo atau wadah tersebut dengan rapat jangan sampai ada rongga udara yang masuk. Tutup atas dan tindih dengan benda berat seperti batu atau karung yang di isi dengan tanah atau pasir. Proses ini kurang lebih 30 hari.
  5. Jika masa fermentasi sudah mencukupi maka fermentasi pakan pakan sudh bisa diberkan untuk hewan ternak. Salah satu tanda jika fermentasi tebon jagung ini berhasil tidak adanya jamur dan baunya masam.
  6. Simpan hasilnya di tempat yang benar benar kedap udara agar dapat awet ketika di simpan dalam jangka waktu kurang lebih 1 tahun. Jangan lupa perhatikan penyusutan beratnya fermentasi pakan yang sudah jadi tersebut selama masa penyimpanan. Jika penyusutan beratnya terlalu banyak maka akan menjadikannya lebih mahal dan tidak ekonomis lagi.
  7. Jika akan mengambil pakan fermentasinya harus secara cepat cepat di tutup agar udaranya tidak masuk terlalu banyak
  8. Sebaiknya fermentasi yang sudah di keluarkan dari silo segera diberikan untuk hewan ternak anda.

3)Cara Fermentasi Jerami Padi

Cara Fermentasi Jerami Padi

Jerami padi merupakan bahan pakan yang ketersediaannya cukup melimpah dan mudah di dapatkan di hampir setiap daerah. Ketika musim panen tiba banyak sekali jerami jerami yang dihasilkan.

Akan tetapi banyak di daerah lain yang belum bisa mengoptimalkan pemanfaatna jerami padi dan hanya terbuang atau mubadzir. Padahal jika bisa memanfaatkannya, jerami padi dapat di gunakan sebagai pakan dan sebagian kecil digunakan untuk pupu.

Jerami padi ini memiliki banyak kandungan nutrisi dan protein kasar yang di butuhkan oleh hewan peliharaan ternak.

Kandungan Yang Terdapat Pada Jerami Padi

No Kandungan Persentase (%)
1 Serat Kasar 32%
2 Protein Kasar 3,5%
3 Lemak 1,2%
4 BETN 41,5%
5 Abu 16,4%
6 Silicia 13,5%
7 Lignin 4,5%
8 Ca 0,25%
9 P 0,15%

Jika di lihat dari kandungan yang berada pada jerami padi di atas, jerami sangat bagus juga di gunakan untuk pupuk. Akan tetapi, jika di gunakan untuk bahan pakan ternak jerami padi masih kurang memenuhi syarat kandungannya.

Jadi sebenarnya jika jerami padi langsung di berikan untuk hewan ternak akan sia sia. Baiknya jika di berikan setelah menjalankan proses fermentasi.

Maka dari itu dibutuhkan proses fermentasi yang khusus untuk meningkatkan kualitas jerami padi. Sehingga menghasilkan pakan dengan tekstur yang baik, memperpanjang jangka waktu penyimpanan, dan menghiilangkan zat yang dapat menghambat penyerapan nutrisi.

Cara Membuat Fermentasi Jerami Padi

Alat dan Bahan

  • Siapkan tempat yang aman dari sinar matahari langsung, curah hujan, dan genangan air.
  • Jerami keriing
  • Tetes tebu atau kalau tidak ada bisa di gantikan dengan gula pasir.
  • Siapkan suplemen oraganik cair
  • Air secukupnya
  • Ember atau wadah lainnya
  • Siakan plastik atau terpal yang jika di gunakan untuk memeram jerami kuat.
  • Alat penyiram air

Langkah – Langkah Membuat Fermentasi Jerami Padi

  1. Siapkan jerami yang sudah di potonng – potong. Supaya lebih praktis dan cepat kita dapat mengunakan alat mesin
  2. Isi air dengan ember lalu campurkan dengan tetes tebu atau gula pasir dan juga suplemen organik cair. Aduk hingga merata.
  3. Tata jerami yang sudah di siapkan dengan tebal 15-20 cm
  4. Semprotkan campura cairan tetes tebu atau gulapasir dan suplemen organik cair secara betul – betul merata sembari di injak.
  5. Setelah proses penyemprotan sudah selesai. Tutup jerami yang suda di semprot tadi dengan plastik tebal atau terpal.
  6. Ikat dengan kuat dan rapat agar tidak ada udara yang masuk
  7. Diamkan tumpukan jerami selama 12 atau 15 hari agar proses penguraian jerami dapat terurai secara ilmiah. Pada proses ini memang membutuhkan waktu yang agak lama supaya jerami padi benar – benar lapuk dan nutrisinya bertambah.
  8. Setelah memenuhi 12-15 hari. Sebaiknya fermentasi tersebut di angin – anginkan terlebih dahulu sebelum di berikan untuk pakan hewan peliharaan ternak anda.
  9. Setelah beberapa saat di angin – anginkan, fermentasi jerami ini langsung bisa di berikan untuk hewan peliharaan ternak. Dengan secara rutin setiap hari pada pagi hari dan sore hari agar hasilnya baik

4)Fermentasi Em4 dan Turi

Fermentasi Em4 dan Turi

Daun turi suka pada musim kemarau disaat rumput cukup sulit ditemukan untuk sumber pakan kambing

Daun turi ini mempunyai lebih banyak zat seperti untuk kambing yang sedang hamil, saat menyusui dan juga cempe. Pada masa pertumbuhan yang cocok digunakan dalam cara berternak kambi etawa.

Turi tidak tersedia di sepanjang musim sebab hanya bisa tumbuh subur ketika musim kemarau. Membuat pakan fermentasi dari daun turi ini dengan cara terbaik agar bisa mencukupi kebutuhan pakan kambing dan lebih awet

  • Pertama potong daun turi lalu tambahkan molases atau tetes tebu yang bisa diganti dengan air gula, garam dapur, dedak, onggok.
  • Masukkan dalam wadah kemudian padatkan dan tutup dengan rapat.
  • Diamkan selama 3 sampai 4 minggu agar fermentasi dapat berjalan dengan bau harum serta manis.
  • Pakan inibisa bertahan antara 4 samapi 6 bulan dan juga bisa untuk pakan kambing selama 3 sampai 4 minggu.

Dari proses fermentasi rumput segar di atas jika dilakukan dengan baik dan di berikan secara rutin setiap hari pada pagi dan sore. Ini akan membantu atau mempercepat pertumbuhan hewan peliharaan ternak sehingga dapat menghasilkan hasil yang memuaskkan.

Tidak hanya itu, banyak juga manfaat dari fermentasi rumput segar untuk pakan hewwan ternak.

 

Manfaat Fermentasi Rumput Segar Untuk Hewan Ternak

  • Dapat mempertahankan pakan tanpa harus mengurangi nutrisi yang dikandungnya.
  • Dapat membantu dan menjaga sistem pertumbuhan hewan peliharahaan ternak.
  • Menambah napsu makan hewan ternak sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhannya.
  • Bobot hewan peliharaan ternak akan bertumbuh secara alami, gemuk, dan sehat.
  • Mengurangi efek samping dari pakan hijauan yang mengandung terlalu banyak air yang dapat menyebabkan hewan ternak peliharaan menjadi kembung dan mencret.
  • Dapat mengurangi stres hewan peliharaan ternak.
  • Hewan ternak akan tidak mudah sakit karena pakan ternak yang di fermentasikan bisa menjaga kekebalan tubuh hewan ternak.
  • Mengurangi bau kotoran hewan ternak yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
  • Khusus hewan ternak kambing dapat membuat daging yang dihasilkan tidak prengus, rendah kolestrol, dan lebih berisi.
  • Khusus hewan ternak kambing jenis etawa dapat meningkatkan produksi susu yang dihasilkan.
  • Meningkatkan kualitas limbah kotoran dan urine hewan ternak yang di hasilkan sehingga dapat di gunakan untuk pupuk.
  • Mengurangi adanya cacing atau telur cacing yang terdapat pada pakan karena pada proses fermentasi dia akan mati.
  • Menghemat tenaga dan biaya karena bahan pakan dapat dibuat dari serat apa saja yang aman tidak beracun untuk diberikan hewan ternak.
  • Menghemat waktu peternak karena pakan fermentasi dapat di simpan dalam jangka waktu cukup lama.

Untuk saran saja untuk anda yang menjalankan usaha atau bisnis ternak sapi atau kambing atau yang lainnya. Anda harus memerhatikan jalannya perkembangan peternaan anda seperti kebutuhan pakan yang harus di berikan.

Kebersihan tempat atau kandang, dan juga keutuhan tambahan nutrisi bagi pertumbuhan hewan peliharaan ternak tersebut.

Dan sebaiknya jika mendirikan peternakan cari lokasi yang dekat dengan penghasil sumber daya pakan seperti hijauan agar lebih banyak mendapatkan pakan dengan mudah. Tanpa harus mencari dengan susah payah dan mengurangi biaya untuk membelinya jika menanamnya sendiri.

Sekian yang dapat saya tulis semoga bermanfaat bagi anda yang menjalankan bisinis atau usaha ternak dan sukses selalu. Wassalamualaikum.wr.wb.