Select Page

Halo, bertemu lagi dengan saya pada artikel kali ini saya akan membahas tentang cara ternak sapi agar menjadi ladang bisnis yang menguntungkan bagi teman-teman yang ingin mencobanya atau memang benar-benar mau menjalaninya. Beternak sapi bukanlah hal yang mudah, maka dari itu anda bisa belajar dahulu dengan membaca artikel ini.

Untuk memulai beternak sapi sebagai ladang bisnis bukanlah perkara yamg mudah, di perlukan keahlian khusus, ketelitian, dan kesabaran yang baik. Hal ini di karenakan sapi membutuhkan perhatian dan perawatan intensif, oleh karena itu banyak lulusan sarjana peternakan yang menekuni jurusannya untuk menjadi seorang peternak sapi.

Usaha ternak sapi berbeda dengan usaha ternak lainnya seperti ternak kambing, ayam, burung, cacing, kelinci, kroto ngangkrang, dan lainnya. Mengurus ternak sapi membutuhkan tenaga ekstra jadi ternak sapi bukanlah usaha ternak yang mudah.

Bagi anda yang tidak mempunyai bekal ilmu pengetahuan maupun sarjana peternakan sama sekali di bidang peternakan sapi, tetapi anda ingin melakukan usaha ternak sapi. Jika benar-benar ingin anda harus punya niat dan keseriusan yang kuat.

Hal itu di buktikan dengan cara menambah wawasan wawasan cara untuk beternak sapi dan mempelajari berbagai trik yang bisa di lakukan untuk memulai usaha peternakan.

Mengenal Sapi

CARA TERNAK SAPI

Sapi merupakan hewan ternak dari anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Hewan ini biasanya digunakan untuk membajak sawah dan dinamakan “Lembu”. Di pelihara untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia. Hasil sampingannya seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia.

Di beberapa tempat, sapi di manfaatkan sebagai penggerak alat transportasi, mengolah lahan tanam (bajak sawah), dan alat industri lain (seperti peremas tebu). Karena banyak kegunaannya ini, hewan ini telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.

Sapi ternak merupakan keturunan dari jenis liar yang dikenal sebagai Auerochse atau Urochse, yang dalam bahasa Jerman berarti “sapi kuno”, nama ilmiah : Bos primigenius. Di Eropa sejak tahun 1627 Sapi liar sudah punah. Namun, terdapat beberapa spesies sapi liar lain yang keturunannya di domestikasi, termasuk sapi bali yang juga di ternakkan di Indonesia.

Cara Ternak Sapi 

Persaingan pasar ekonomi yang ketat membuat sapi menjadi bahan baku pokok untuk rebutan, hewan ternak sapi lokal bersaing dengan sapi impor. Sehingga para peternak sapi lokal harus berhadapan dengan berbagai macam ancaman pasar.

Maka dari itu, para peternak sapi selain pandai dalam beternak juga  harus mempunyai pengetahuan yang luas agar dapat memanfaatkan berbagai peluang yang ada pada saat bisnis ternak sapi sedang dijalankan.

Untuk teman teman yang masih bingung dan takut untuk memulai usaha ternak sapi, berikut ini ada beberapa langkah awal yang harus di ikuti bagi para pemula untuk memulai atau menjalankan usaha ternak sapi.

Jenis Jenis Sapi

Setelah teman teman mengetahui informasi tentang dana yang di butuhkan dan mendapatkan banyak relasi dengan sesama peternak sapi sekarang kita pindah ke langkah nomor dua yaitu memilih jenis sapi yang akan di budidayakan.

Sapi Brahman

Sapi ini merupakan sapi keturuna Zebu yang berasal dari India (sapi impor). Ciri khas dari sapi Brahman adalah memiliki punuk besar dan berkulit nggelamber atau longgar, gelambir terdapat dibawah leher sampai perut. Mempunyai telinga panjang menggantung dan berujung runcing. Sapi ini adalah tipe sapi potong terbaik dan di gemari para peternak di Indonesia

Sapi Limousin

Hewan ternak ini juga termasuk impor karena berasal dari Perancis. Dan sapi limousin dapat bertahan hidup di berbagai iklim salah satunya iklim tropis seperti Indonesia. Hewan ini memiliki bulu berwana cokelat. Ciri cirinya adalah memiliki tubuh yang panjang, besar, dan berotot padat.

Sapi jenis ini memiliki keunggulan pertumbuhan yang cepat dengan daging yang banyak sehingga peternak sapi menyukai sapi ini dan dijadikan sebagai sapi pedaging.

Sapi Metal

Berasal dari daerah Simme, salah satu wilayah di negara Swiss. Dengan berkembangnya budidaya sapi metal, kini dapat di jumpai di berbagai negara lain, seperti Amerika Serikat dan Australia, termasuk Indonesia. Juga termasuk dalam jenis sapi perah pedaging. Karena sifatnya yang cenderung jinak, maka banyak para peternak lokal yang ternak dalam porsi besar.

Sapi Bali

Jenis ini memiliki ciri-ciri  bulu berwarna merah dan bulu warna putih pada kaki mulai lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya mempunyai garis warna hitam atau garis belut. Keunggulan dari sapi ini adalah dapat beradaptasi dengan baik dengan lingkungan baru.

Sapi Madura

Ini mempunyai ciri ciri tubuh berwarna merah dan kuning dan memiliki punuk. Pertumbuhan sapi jenis ini termasuk lambat dan mengalami proses pertumbuhan berat badan lumayan lama tetapi cocok dalam bisnis peternakan karena juga menambah keuntungan.

Langkah Langkah Cara Ternak Sapi

Persiapan Dana atau Modal

Untuk memulai usaha ternak sapi anda membutuhkan modal yang tidak sedikit dan juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk merawatnya. Jadi bagi anda yang ingin memulai usaha ternak sapi harus mempunyai modal yang cukup untuk melakukan usaha ternak sapi. Jangan lupa untuk membangun relasi agar bisnis anda mampu berkembang.

Kita coba untuk melakukan perhitungan modal secara kasar :

  • Pembelian bibit sapi harganya sekitar Rp 7 sampai 8.000.000 juta/ekor, membeli 5 ekor sapi jadi harganya Rp 40.000.000 juta.
  • Membuat kandang sapi seharga Rp 6.500.000 .
  • Alat kebutuhan ternak seperti tempat minum, ember, terpal, ayakan, sorokan, dan peralatan lainnya senilai Rp 900.000
  • Lahan atau tanah, jika tidak memiliki lahan anda juga bisa menyewa lahan seharga 3.500.000/tahun

Jadi kira kira modal yang harus anda keluarkan adalah sekitar Rp 50.900.000 juta.

Syarat Pemilihan Bibit

Setelah teman teman sudah mengetahui jenis jenis sapi ternak pedaging di atas dan sudah mantap dengan pilihan sapi yang ingin anda ternak, ada beberapa hal yang harus d iperhatikan karena dalam membeli atau memilih bibit sapi tidak boleh sembarang pilh. Sapi anda juga harus harus memnuhi syarat sebagai berikut :

  • Jenis kelamin jantan
  • Bibit minimal berumur 2,5 tahun
  • Bulu halus dan pandangan mata bersinar cerah
  • Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang tubuh minimal 170 cm, tinggi pundak 135 cm ke atas, dan lingkar dada 133 cm ke atas.
  • Sapi dalam keadaan sehat
  • Kotoran bersih atau normal

Membangun Kandang

CARA TERNAK SAPI

Jika sekarang anda sudah memahami syarat syarat dalam membeli bibit sapi, sekarang adalah saatnya untuk menyiapkan lokasi kandang sapi sapi anda yang akan di jadikan usaha ternak. Luas kandang sapi harus sesuai dengan kebutuhan atau kapasitas sapi yang akan di budidayakan.

Kandang sapi yang ideal adalah kandang yang memiliki jarak dari rumah peternak minimal 10 meter dan jauh dari pemukiman penduduk. Harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, mudah di jangkau, dekat lahan pertanian (kalau bisa), ada halamannya. Biaya pembuatan kandang kira kira mencapai Rp 6.500.000 juta (harga bisa berbeda tergantung bahan).

Sebelum pembuatan kandang di mulai anda harus menentukan tipe kandang apa yang ingin anda bangun. Pada umumnya ada dua tipe kandang yaitu kandang kelompok dan kandang individu. Kandang kelompok adalah kandang di mana sapi  diletakkan berjejer tanpa pembatas sedangkan individu menempati kandang sendiri dengan gerak terbatas.

Agar pertumbuhan lebih cepat, di anjurkan anda membangun kandang sapi dengan tipe individu. Karena pertumbuhan akan lebih cepat, hal ini terjadi karena sapi tidak rebutan pakan dan mempunyai ruang gerak terbatas. Sehingga energi sapi yang  di gunakan sedikit dan terfokus dalam produksi daging. Untuk kandang kelompok berkebalikan dengan kandang individu.

Ukuran kandang sapi individu yang ideal adalah 1,5 X 2 dan 2,5 x 2 meter untuk satu ekor sapi jantan. Sedangkan untuk satu ekor sapi betina dewasa ukurannya 1,8 x 2 meter. Dan ukuran ideal untuk seekor betis adalah 1,5 x 1 meter, dan untuk sapi anakan berukuran 1,5 X 1 meter.

 

Langkah Cara Ternak Sapi : Pemberian Pakan

Pakan adalah kebutuhan bahan yang dikonsumsi ternak setiap hari yang di dalamnya mengandung energi dan zat bergizi. Dapat di artikan juga sebagai bahan yang dicerna oleh seekor hewan yang mampu menyajikan unsur hara atau nutrien. Pakan memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang ternak.

Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air liur, dan di fermentasi secara rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan enzimatis setelah melewati rumen.

Pemberian pakan dengan cara tertentu pada ternak sapi bertujuan untuk mempercepat proses penggemukan sapi, karena peternak pada dasarnya ingin mendorong pertumbuhan dan perkembangan sapi dengan cepat.

Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan hijauan saja, cara ini di nilai kurang efektif dan memerlukan waktu yang  lama. Cara efektif mempercepat penggemukan adalah dengan metode pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat.

Konsentrat yang digunakan adalah ampas tahu, ampas bir, ampas tebu, bekatul, kulit nanas, kulit kacang kedelai dan buatan pabrik pakan. Konsentrat harus di berikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan.

Kebutuhan pakan kering sapi adalah 2,5% berat badannya. Hijauan tersebut adalah damen, daun jagung, dan rumput liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, rumput odot sebagai pakan berkualitas tinggi.

Kualitas pakan tersebut di tentukan berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang mempunyai kualitas rendah banyak mengandung serat kasar yang bersifat susah untuk dicerna karena terdapat zat kayu yang sulit larut oleh enzim pencernaan.

Guna meningkatkan pertumbuhan bobot harian pada sapi, meningkatkan daya tahan tubuh ternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Pupuk organik cair yang mengandung mineral mineral harus di berikan untuk pertumbuhan ternak, seperti Bioboost, Nasa, Biogan dan lainnya serta dilengkapi protein dan lemak nabati.

 

Perawatan Kandang

Hal yang tak kalah penting lainnya adalah kebersihan kandang. Bersihkan kandang setiap hari dan jaga agar kandang tetap kering dan bersih untuk menghindari berbagai virus dan penyakit yang menyerang sapi.Berikan lubang udara agar terdapat sirkulasi udara yang baik bagi sapi.

Jangan lupa untuk membuat atap yang teduh  sampai luar kandang (halaman luar) agar tidak terkena cipratan air hujan, hal itu dapat menyebabkan kandang sapi kotor, lembab, bau, dan mudah menjadi sarang bakteri, virus, kuman penyakit.

Kotoran sapi yang telah Anda bersihkan dari kandang, sebaiknya jangan dibuang begitu saja. Olah kotoran tersebut untuk dijadikan pupuk kompos yang baik bagi tanah, dan bisa dijadikan sebagai produk pemasukan Anda.Pengolahan pupuk kompos cukup sederhana jika Anda memiliki niat untuk mengolah dan tidak menyia-nyiakannya.

Tempat makan dan minum sapi jangan sampai kosong. Harus dilakukan pengecekan rutin pada tempat minum, jika airnya kotor maka harus segera diganti dengan yang bersih.Pisahkan dan beri jarak antara tempat makan dan tempat minum agar air tidak tumpah ke tempat makan, atau air kotor karena makanan yang mengendap di tempat minum.

Langkah Cara Ternak Sapi : Perawatan Sapi

Perawatan sapi harus di lakukan secara rutin dan kandang sapi juga harus selalu terlihat bersih, karena kandang yang kotor akan menyebabkan datangnya bebagai penyakit pada sapi. Sapi juga harus selalu di perhatikan kesehatannya jangan sampai ada gerak gerik aneh pada sap andai, jika sampai sapi tidak sehat itu akan mengurangi nilai jual pada sapi anda.

Untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menyerang ternak anda, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu melakukan karantina pada setiap sapi baru yang akan dimasukkan ke dalam kandang. Tidak hanya itu saja, vaksinasi juga    di perlukan untuk menjaga kekebalan tubuh sapi, kemudian memberikan obat cacing.

Jangan lupa untuk selalu memprhatikan kebersihan sapi ternak anda usahakan minimal sapi di mandikan 1 dalam 1 bulan agar supaya tetap terlihat bersih dan sehat, serta bulunya tidak terlihat kumal. Dan pembeli akan tertarik untuk membelinya

Pemeliharaan dan perawatan sapi membutuhkan waktu yang cukup lama. Anda harus bersabar, apalagi jika beternak sapi dengan jumlah yang banyak, harus membutuhkan banyak tenaga (orang). Setelah 4-5 tahun (dewasa) sapi siap dipasarkan, dan itu adalah saatnya untuk mulai menghitung keuangan, keuntungan dan merencanakan untuk bisnis ternak sapi Anda ke depannya.

 

Cara Ternak Sapi : Harga Penjualan Sapi

CARA TERNAK SAPI

Jika sapi sapi anda sudah berumur cukup atau dewasa maka sapi anda sudah siap untuk di jual. Agar keuntungan yang di dapatkan lebih besar saya sarankan sapi anda di jual saat saat hari besar tiba, seperti hari besar agama Islam : Hari Raya Idul Adha dan bulan Ramadhan. Pada hari besar harga penjualan sapi dapat meningkat banyak daripada di jual pada hari biasa.

Berikut ini adalah contoh tabel harga jual sapi pada tahun 2017.

Daftar Harga Sapi Kurban per Tahun 2017 / 1438 H
Kelas  Bulan Juni 2017 (Rp)  Juli 2017 (Rp)  Agustus 2017 (Rp)
A  / 200-250 Kg 17.500.000 18.000.000 19.000.000
B / 251-300 Kg 19.500.000 20.000.000 21.000.000
C / 301-350 Kg 22.500.000 23.000.000 24.000.000
D / 351-400 Kg 24.000.000 25.000.000 26.000.000
E / 401-450 Kg 26.000.000 27.000.000 28.000.000

 

UPDATE Daftar Harga Sapi Kurban per Tahun 2017 / 1438 H
Kelas Bulan Agustus 2017 (Rp)
A 19.000.000,-
B 21.000.000,-
C 24.000.000,-
D 26.000.000,-
E 28.000.000
F 31.000.000,-
G 34.000.000,-
SUPER 37.000.000,-

Harga yang fantastis bukan, maka dari itu jika ingin mendapatkan keuntungna lebih banyak sebaiknya melakukan penjualan sapi di Hari Raya Idul Adha.

 

Bagian Bagian Sapi Yang di Manfaatkan

  1. Daging Sapi : bagian ini adalah bagian yang paling di gemari masyarakat, mereka biasanya memasaknya secara langsung, contohnya rendang. Atau bisa juga di buat oalahan lain seperti daging kornet, bakso, sosis, abon, dan masih banyak lagi.
  2. Susu : dapat di minum langsung atau di olah menjadi UHT dan Pasteurisasi. Olahan lainnya adalah pai susu, keju, es krim, dodol susu, dan lainnya.
  3. Kotoran : bagian ini di manfaatkan para petani sebagai pupuk untuk tanaman mereka.
  4.  Tulang : biasa di buat masakan sup tulang sapi, seperti sup tulang iga sapi. Bahkan juga bisa di buat menjadi kerajinan.
  5. Kulit : bagian ini dapat di buat menjadi kerupuk, rambak, pakainan, salah satu bahan membuat bedug atau kendang.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai artikel yang menjelaskan tentang cara ternak sapi, semoga dengan membaca artikel ini akan menambah ilmu dan wawasan anda. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.