Select Page

Mungkin sebagian dari kita masih kurang tau dengan cara menanam indigofera. Di daerah Jawa Barat, tumbuhan ini dikenal dengan nama Tarum, yang dimana dulu sering dimanfaatkan untuk pewarna alami pakaian.

Dulunya tanaman ini sebenarnya dibawa oleh bangsa Eropa menuju Indonesia dan sekarang tersebar disegenap penjuru negeri ini sebab tanaman ini cepat beradaptasi.

Dengan seiring waktu berkembangnya ilmu pengetahuan maka diketahui cara menaman indigofera ini adalah sumber pakan ternak yang baik sebab memiliki kandungan fosfor, kalsium serta nitrogen yang tinggi.

Alhasil, saat ini banyak orang terutama peternak yang pengen tahu cara menanam indigofera. Tentunya untuk pakan ternak selain dari rumput liar serta tanaman gajah yang ditanam dengan cara menanam rumput gajah yang benar.

Memang banyak sekali keuntungan menanam indigofera ini sebagai pakan ternak. Karena cara menanam indigofera ini cepat tumbuh serta minim perawatan sehingga tak akan menguras banyak waktu, tenaga dan biaya. Untuk mendapatkan pakan ternak anda.

Tanaman indigofera ini juga bisa hidup dengan subur baik di dataran tinggi ata udataran rendah karena tanaman ini mudah beradaptasi terhadap lingkungan.

Jadi, anda tak perlu khawatir akan gagal membuddidayakan tanaman indigofera ini sebab cara menanam indigofera ini memang sangatlah mudah.

Saya akan memberikan informasi mengenai cara menanam indigofera yang benar bagi anda supaya anda bisa memahami terlebih dahulu tekniknya sebelum mulai membudidayakan indigofera ini. Langkah dan tata cara menanam indigofera ialah sebagai berikut :

Cara-Cara Menanam Indigofera :

 

1. Pertama, Persiapan Lahan Tanam Indigofera

Lahan tanam indigofera tidaklah sulit kalau dicari. Berikut ialah beberapa kriteria lahan tanam indigofera yang baik :

  1. Terkena sinar matahari secara optimal (lebih dari 5 jam per hari)
  2. Tanahnya gembur atau subur
  3. Mengandung cukup unsur hara dalam tanah
  4. Dekat dengan sumber air yang banyak
  5. Setelah anda mendapatkan lokasi tanam yang sesuai kriteria tadi, maka segera lakukanlah pengolahan lahan yang selanjutnya.

2. Kedua ,Penggemburan Tanah

Tentunya dalam cara menanam indigofera harus melewati Penggemburan tanah ini bertujuan supaya memudahkan perkembangan akar nantinya dan mencegah air menggenang. Untuk menggemburkan tanah maka anda bisa menggunakan cangkul atau traktor mesin.

Anda hanya menggemburkan bagian yang ingin ditanami saja yakni membentuk alur-alur tanam sebagaimana pada cara menanam cabe dan cara menanam semangka. Hanya saja, nantinya jarak bedengan lumayan kecil.

Tanah yang sudah digemburkan ini langsung dibentuk lubang aluran untuk penempatan pupuk dsar nantinya.

3. Pemberian Pupuk Dasar Tanaman Indigofera

Dengan indigofera Anda tidak perlu megeluarkan biaya mahal untuk membudidayakan tanaman indigofera ini.

Begitu juga untuk penyediaan pupuknya. Anda cukup menggunakan pupuk kandang untuk pupuk dasarnya. Akan tetapi jika ingin pertumbuhan serta perkembangan tanaman lebih pesat lagi.

Maka sebaiknya gunakanlah tambahan pupuk buatan seperti NPK, ZA, UREA dan TSP. Serta Yang paling praktis digunakan ialah pupuk NPK 15-15-16.

Komposisi pupuk kandang serta pupuk NPK nya ialah 30 : 1 atau dapat mencapai 50 : 1 yang mana pupuk kandang harus lebih banyak.

Supaya hasil lebih optimal, maka anda dapat membuat bokashi serta fermentasi pupuknya terlebih dahulu.

Hal ini nantinya bisa membuat nutrisi pupuk dan cepat diserap tanaman. Anda dapat memanfaatkan EM4 untuk membuat bokashi tersebut.

Untuk cara pemberian pupuknya ialah sebagai berikut :

  1. Siapkan pupuk kandangnya terlebih dahulu.
  2. Larutkan 1/4 – 1/2 kg gula pada 1 ember air
  3. Siram 500 ml EM4 pada larutan gula tersebut lalu tutup serta diamkan minimal 24 jam
  4. Setelah itu siramlah larutan EM4 tadi secara merata pada pupuk kandang dan tutup pupuk tersebut dengan terpal.
  5. Diamkan selama minimal 1 minggu (semakin lama makin baik.
  6. Setelah 1 minggu atau lebih maka pupuk tersebut dimasukkan dalam lubang alur dengan bersama pupuk NPK 15-15-16
  7. Tutup kembali alur tadi sembari dibentuk bedengan dengan lebar 1 meter dn tinggi sekitar 15 cm.
  8. Kini pemberian pupuk dasarnya telah selesai. Sembari menunggu, anda dapat mempersiapkan bibitnya terlebih dahulu.

4. Persiapan Bibit Tanaman Indigofera

bibit indigofera ini dapat dibibit secar generatif biji atau vegetatif cangkok. Karena kita ingin memanfaatkannya untuk pakan ternak. Maka yang kita pilih adalah teknik pembibitan yang akan menghasilkan tanaman berdaun lebat dan berusia panjang.

Maka dari itu, teknik pembibitan yang lebih dipakai adalah teknik secara generatif biji. Keuntungan yang diperoleh dari teknik generatif biji dibandingkan vegetatif ialah akar tanaman yang lebih kuat. Ukuran tanaman yang lebih besar serta usia tanaman yang lebih lama.

Cara pembibitan tanaman indigofera secara generatif biji yaitu sebagai berikut :

  1.  Carilah tanaman indigofera yang telah besar dan berbuah. Pastikan anda mempunyai bibit unggul yakni yang berdaun lebat
  2. Ambil buahnya yang telah matang kering (kehitaman)
  3. Jemur buah tersebut hingga kulitnya kering serta pecah sehingga isinya keluar
  4. Siapkan dahulu plastik polybag ukuran medium untuk menyemaikan benih indiofera
  5. Isi polybag tersebut menggunakan tanah humus yang gembur
  6. Tanam biji indigofera dengan kedalaman kurang lebih 2 cm
  7. Biarkan bijinya tumbuh dulu
  8. Setelah tumbuh, maka anda dapat melakukan penyiraman secara rutin untuk mempercepat pertumbuhannya.
  9. Setelah berusia 1,5 bulan maka bibit indigofera telah siap ditanam di lahan tanam yang sudah disiapkan sebelumnya.

5. Penanaman Pada Lahan Tanam

Setelah tanaman pada plastik polybag berusia 1,5 bulan maka sekarang tanaman dapat ditanam pada lahan tanam yang teldiah dibuat dengan sebelumnya. Langkah menanam tanaman indigofera yaitu sebagai berikut :

  1. Galilah lubang pada bedengan dengan kedalaman sekitar 15 – 20 cm serta jarak sekitar 30 – 50 cm saja.
  2. Sirami bibit sebelum biibit ditanam
  3. Tanam bibit indigifera ke lubang tanam tersebut dan pastikan membuka plastiknya
  4. Tutup tanah dan segera sirami tanahnya
  5. Sebaiknya waktu penanaman ini dilakukan saat sore hari untuk mencegah tanaman layu karena terik siang.
  6. Setelah selesai ditanam, maka selanjutnya tinggal perawatannya saja. Perawatan tanaman indigofera ini cukup mudah sebagaimana pada cara menanam bunga krokot serta cara menanam daun kelor yang tentunya sedikit perawatan.
  7. Lebih bagus lagi, tanaman ini tahan hama serta penyakit sehingga anda tak perlu repot-repot menggunakan bahan pestisida kimia.
  8. Lagipula bukankah hendak dipanen daunnya sebagai pakan ternak jadi sebaiknya tak perlu disemprot pestisida sebab memang hama yang menyerang daun seperti ulat sangatlah jarang.

6. Penyiraman Tanaman Indigofera

Salah satu cara perawatan tanaman indigofera yang penting adalah dari segi penyiramannya. Sebenarnya tanaman ini tergolong tahan hidup walaupun tidak disiram setelah dewasa.

Akan tetapi karena tujuan penanaman indigofera ini ingin diambul daunnya untuk pakan ternak maka diusahakan supaya rutin disirami untuk memacu pertumbuhan daun dan batang baru.

Anda dapat melakukan penyiraman 10 hari sekalai atau 2 minggu sekali. Gunakanlah bantuan pompa air supaya memudahkan mengalirkan air ke bedengan.

Pada musim penghujan maka penyiraman dapat dihentikan agar air tidak terlalu menggenang yang dimana nantinya dapat membusukkan akar tanaman ini.

7. Penyiangan Lahan

Sebenarnya penyiangan lahan ini dapat anda lakukan sambil mengumpulkan rumput guna pakan ternak. Penyiangan ini bertujuan supaya nutrisi dalam tanah tidak dicuri oleh gulma.

Maka dari itu anda dapat melakukan penyiangan sekitar 1 bulan sekali menggunakan sabit dan cangkul. Jangan menggunakan herbrisida sebab nantinya malah dapat mengenai tanaman indigofera secara langsung dan mematikan daunnya.

8. Pemupukan Susulan

Kalau anda ingin tanaman indigofera bertumbuh pesat dan berdaun lebat. Maka lakukanlah pemupukan susulan. Anda dapat kembali memakai campuran pupuk kandang dengan pupuk buatan seperti sediakala.

Anda juga dapat memakai metode kocoran seperti pada cara menanam melon agar pupuk buatan segera terserap akar tanaman.

Dengan dilakukannya pemupukan secara susulan, maka kandunagn nutrisis dalam tanah terus terjaga sehingga dapat pertumbuhan tanaman stabil bahkan lebih pesat.

9. Pemanenan Daun Indigofera

Panen indigofera Sebenarnya tak ada batasan pasti dalam usia pemanenan daun indigofera sebab yang dipanen ini daun. Akan tetapi akan lebih baik kalau anda menunggu hingga tanaman indigifera ini mempunyai banyak cabang serta daun terlebih dahulu.

Pangkaslah daun lalu sisakan batag utama dengan ketinggian sampai 80 cm supaya memudahkan proses panen selanjutnya.

Anda dapat memanen daunnya setiap 2 sampai 3 bulan sekali. Jadi kalau anda ingin memanennya dalam interval lebih dekat. Anda perlu menanam lebih banyak pohon indigofera yang nantinya dapat dipanen secara bergilir tiap pohonnya.

10. Perawatan Pasca Panen

Setelah dipanen tetunya tanaman akan membutuhkan nutrisi lebih banyak supaya memacu pertumbuhannya kembali.

Oleh karena itu anda dapat melakukan beberapa langkah berikut ini supaya mempercepat tumbuhnya cabang serta daun baru pada tanaman indigofera yang baru dipanen :

  1. Kocorkan laruta NPK 15-15-15 dengan dosis 1 gelas minum NPK dilarutkan saat 35- 45 L air.
  2. Anda juga dapat menambahkan POC (Pupuk Organik Cair) pada larutan kocoran tadi. POC biasa juga disebut untuk pupuk daun yang banyak dijual di toko pertanian.
  3. Lakukan penambahan pupuk kandang disekitar pangkal tanaman secara rutin menerus
  4. Semprotkan POC pada daunnya agar daun menjadi subur dengan baik
  5. Diharapkan dengan dilakukan prawatan pasca panen maka tanaman indigofera akan selalu produktif menghasilkan daun.

Selain itu usaha pembibitan serta produksi benih Indigofera juga menjadi usaha baru yang menggiurkan, mengingat harga bibit yang lumayan dan harganya yang melesat.Dibawah ini saya akan menjelaskan tentang peluang usaha cara menanam indigofera :

Peluang Usaha Dari Menanam Indigofera :

Tanaman ini sangat mudah dibudidayakan serta dapat tumbuh dengan baik sampai ketinggian 1200 m di atas permukaan laut.

Mudah menghasilkan benih sehingga cepat diperbanyak, tahan terhadap kekeringan, mempunyai perakaran dalam serta dapat mempertahankan kesuburan jadi sangat cocok untuk konservasi lahan. Cepat dipanen sejak tanam hanya dengan waktu 4 bulan.

Selain dari itu Indigofera juga dapat dipanen setiap 40-60 hari sekali, produksi hijauan segar tinggi 10-20 ton per panennya.

Dapat digunakan sebagai berbagai ternak sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, kelinci serta unggas. Sangat baik untuk meningkatkan produksi serta kualitas daging, telur dan susu.

Sehingga menghasilkan produk pangan hewani yang sehat karena rendah kolesterol serta kandungan vitamin lebih tinggi.

Saat ini Indigofera sudah banyak dikembangkan diberbagai wilayah di Indonesia. Khususnya di Jawa Barat Indigofera telah ditanam oleh masyarakat sekitar 110 ha tersebar di Bogor, Cianjur, Garut, Kuningan dan Bandung Barat.

Penggunaan konsentrat hijau berbahan Indigofera pesat merebak di tanah air sebab peternak sudah merasakan manfaatnya terhadap produksi serta penghematan. Biaya pakan hingga 41%. Selain itu Indigofera juga bisa menjadi lapangan kerja baru bagi petani serta peternak yang dapat meningkatkan pendapatan.

Saat ini kondisi di lapangan menunjukkan jika Indigofera bisa mampu memberikan penghasilan hinggaRp. 2,8- 3,6juta/ha/bulan dari usaha hijauannya.

Pembibitan Indigofera :

Selain itu usaha pembibitan serta produksi benih Indigofera bisa menjadi usaha baru yang menggiurkan. Mengingat harga bibit yang lumayan ekonomis serta diperlukan dalam jumlah banyak.

Jenis tanaman Indigofera ini seringkali kita temukan ditempat-tempat terbuka dengan adanya sinar matahari penuh seperti halnya lahan-lahan terlantar.

Contohnya pinggir jalan, pinggir sungai dan padang rumput serta dengan ketinggian hampir 2000 mdpl.

Indigofera sp sangatlah baik dimanfaatkan untuk hijaun pakan ternak serta mengandung berupa protein kasar 27,9%, serat kasar 12,25%, kalsium 0,22% dan fosfor 0,18%.

Sedangkan jenis Leguminosa Indigofera sp, mempunyai kandungan protein yang tinggi. Sangat baik jika hidup dimusim kering, dan tahan dengan genangan air.

Keistimewaannya. Dengan mempunyai kandungan yang tinggi (26-31%) dengan disertai serat yang lumayan rendah dan tingkat kecernaan yang besar (77%).

Menjadikan Indigofera sangat baik untuk sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun untnuk pakan suplemen sumber protein dan energi sebagai pakan ternak selama musim kemarau.

Kelebihan lainnya dari tanaman Indigofera yaitu memiliki kandungan taninnya begitu rendah sekitar 0,6-1,4 ppn (jauh dibawah bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat ainti nutrisi ).

Rendahnya kandungan tanin ini, juga banyak berdampak positif terhadap palatibilitasnya (sangat disukai oleh ternak).

Jenis spesies Indigofera hendecaphylia bisa menghasilkan hijauan pakan sebanyak 5 ton/ha. Setelah berumur 2 bulan serta 25 ton/ha jika telah berumur 6 bulan. Sedangkan Indigofera schimperi, bisa tumbuh kembali dengan pesat.

Kalau sudah dipotong dan digembalai dipadang rumput. Indigofera schimperi mempunyai kandungan protein kasar sekitar 10% pada batangnya, 20 % pada daunnya serta 28-36 % pada ADF nya. Indigofera schimperi , ternyata juga tak mengandung racun sama sekali.

Potensi Pasar Indigofera

Potensi pasar konsentrat hijau Indigofera per bulannya di Jawa Barat berdasarkan market scan begitu tinggi, yaitu jatah sapi potong 11 ribu ton, jatah sapi perah 6 ribu ton, kambing serta domba 9 ribu ton, unggas 4 ribu ton.

Tantangan terbesar untuk mengembangkan konsentrat hijau berbasis Indigofera yaitu ketersediaan lahan. Oleh karena itu aksi multi pihak sudah dikonsolidasikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Asisten Daerah bidang Ekonomi.

Dinas Peternakan serta Kesehatan Hewan dan BP3IPTEK yang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor agar mengupayakan pengembangan konsentrat hijau Indigofera.Dengan mengajarkan cara menanam indigofera.

Upaya melibatkan BUMN dan BUMD adalah Perhutani, PTPN, Grojabar dan BJB telah dilakukan sebagai berbagai forum dan rencana aksi.

Anda berharap bahwa kedepan konsentrat hijau bisa dikembangkan menjadi Industri berbasis komunitas yang dapat menyerap tenaga kerja.

Serta dapat mendukung usaha peternakan di Indonesia. Kalian juga berharap agar Jawa Barat menjadi salah satu provinsi pelopor pakan murah se Indonesia.

Pemprov Jabar Jabar Dorong Gerakan Indigofera (Gendir)

Gendir adalah gerakan rakyat Jabar untuk menanam Indigofera. Penanaman bisa dilakukan di halaman rumah, di pinggir jalan, serta lahan- lahan kosong.

Melalui Gerakan Indigofera ini diharapkan bisa menjadi Gerakan serempak cara  menanam indigofera serta mengembangkan Indigofera sebagai sumber pakan ternak berupa konsentrat hijauan pakan ternak yang murah dan yang pasti berkualitas.

Itu tadi ulasan mengenai Cara Menanam indigofera yang benar dan baik serta peluang usaha yang bisa kita dapat kan dengan cara menanam indigofera.Sekian dari saya salam sukses:)

 

× Whatsapp Kami!