Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Kering Mudah dan Bergizi
Cara buat pakan kambing fermentasi kering ternyata tidak terlalu sulit, bahan yang digunakan pun sederhana. Pakan kambing fermentasi kering yang baik tidak hanya akan memenuhi kebutuhan nutrisi kambing, tetapi juga membantu mengurangi biaya pakan dan mempermudah penyimpanan.
Pakan fermentasi kering sangat cocok untuk kambing karena dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi serta protein pada kambing yang membuat kambing tumbuh sehat dan gemuk. Jadi, jika ingin memberikan pakan yang terbaik untuk kambing, pakan fermentasi kering adalah pilihan yang tepat.
Berikut Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Kering
1. Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Kering dari Bahan Jerami Padi

Jerami padi yang sering dianggap limbah ternyata bisa diolah jadi pakan kambing yang bergizi tinggi. Proses fermentasi membantu meningkatkan kualitas serat dan protein, sehingga kambing lebih cepat tumbuh sehat.
Alat dan Bahan
- 1 ton jerami padi
- 6 kg molase
- 10 liter SOC GDM ternak
- Air secukupnya
Cara Pembuatan
- Pertama, cacah jerami menggunakan mesin pencacah agar ukurannya lebih kecil dan mudah untuk difermentasi.
- Layukan jerami hingga hanya memiliki kadar air 60%.
- Selanjutnya, taburkan molase, SOC GDM Ternak, dan air secara merata pada tumpukan cacahan jerami.
- Lakukan secara berulang – ulang hingga seluruh jerami tercampur.
- Setelah itu, fermentasi selama 3 minggu atau 21 hari supaya mendapatkan hasil yang bagus. Jangan mencampurkan sesuatu atau pengembalikan apapun.
- Setelah proses fermentasi selesai, angin-anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke kambing.
2. Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Kering dari Bahan Rumput Odot / Kolonjono

Rumput odot atau kolonjono dikenal sebagai pakan favorit kambing karena teksturnya lembut dan kandungan nutrisinya tinggi. Dengan proses fermentasi kering, rumput ini jadi lebih awet, tidak mudah basi, dan tetap disukai ternak karena aromanya yang segar.
Alat dan bahan
- 1 ton rumput odot/kolonjono
- 6 kg molase
- 10 liter SOC GDM Ternak
- Air secukupnya
Cara pembuatan
- Pertama, cacah rumput odot menggunakan mesin pencacah agar ukurannya seragam dan mudah untuk difermentasi.
- Layukan odot/kolonjono hingga kadar airnya hanya tersisa 60%.
- Setelah itu, tumpuk odot/kolonjono hingga setebal 20 hingga 30 cm.
- Kemudian siramkan campuran molase, SOC GDM Ternak, dan air secara merata pada tumpukan odot/kolonjono.
- Lakukan langkah – langkah tersebut secara berulang hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.
- Selanjutnya, tutup wadah dan fermentasi odot/kolonjono tersebut minimal selama 3 minggu atau 21 hari, tidak perlu melakukan pencampuran atau pembalikan apapun.
- Setelah proses fermentasi selesai, angin-anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke kambing.
3. Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Kering dari Bahan Sekam Padi

Sekam padi sering dianggap sisa tak berguna, padahal bisa jadi bahan pakan alternatif jika diolah menjadi pakan kambing fermentasi kering. Dengan tambahan dedak jagung dan fermentasi sederhana, sekam bisa berubah jadi pakan tinggi serat yang menyehatkan kambing.
Alat dan Bahan
- 2-5 kg sekam padi
- 2-5 kg dedak kasar jagung
- 250 gram molase atau gula aren
- 500 ml SOC GDM Ternak
- 2 liter air
- Drum atau kantong plastik sebagai wadah fermentasi
Cara Pembuatan
- Pertama, larutkan molase / gula aren dan SOC GDM dengan 2 liter air.
- Selanjutnya, campurkan larutan air tersebut dengan sekam dan dedak jagung lalu aduk hingga merata
- Setelah itu, masukkan ke dalam wadah tertutup. Pastikan wadah tertutup rapat supaya tidak ada bakteri maupun serangga yang bisa masuk.
- Kemudian, simpan dan biarkan selama 1 hingga 2 minggu untuk menghasilkan hasil yang masimal.
- Setelah proses fermentasi selesai, angin-anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke kambing.
4. Cara Buat Pakan Kambing Fermentasi Kering dari Bahan Kulit Singkong

Kulit singkong juga bisa dijadikan pakan fermentasi kering yang hemat dan bergizi. Setelah dikukus dan difermentasi, teksturnya jadi lembut serta mudah dicerna, cocok untuk tambahan pakan kambing harian.
Alat dan Bahan:
- 100 kg kulit singkong
- 0,5 kg molase
- 1 liter SOC GDM Ternak
- Air secukupnya
Cara Pembuatan:
- Pertama, cuci kulit singkong, tiriskan, dan keringkan.
- Kemudian, cacah atau giling kulit singkong kering. Untuk hasil yang lebih halus bisa menggunakan mesin pencacah.
- Setelah itu, kukus kulit singkong giling tersebut selama kurang lebih 30 menit dan dinginkan.
- Lalu campurkan kulit singkong rebus tadi dengan larutan SOC GDM dan molase, kemudian simpan selama 1 minggu.
- Pastikan wadah yang digunakan benar – benar bersih agar tidak terkontaminasi bakteri maupun serangga.
- Pastikan saat fermentasi berlangsung tidak berbau busuk, pertanda fermentasi berhasil.
- Setelah proses fermentasi selesai, angin-anginkan dahulu pakan fermentasi hingga suhunya turun sebelum diberikan pada kambing ternak yang bertujuan untuk menghentikan proses fermentasi.
- Setelah proses fermentasi selesai, angin-anginkan terlebih dahulu sebelum diberikan ke kambing.
Kesalahan Umum Saat Membuat Pakan Kambing Fermentasi Kering
Membuat pakan kambing fermentasi kering memang terlihat dan terbilang mudah, tetapi tetap membutuhkan ketelitian. Kesalahan kecil bisa membuat hasil fermentasi gagal atau kualitas nutrisi pada pakan menurun.
1. Kadar Air Terlalu Tinggi
Kadar air yang berlebih akan menyebabkan pakan fermentasi lembab dan menjadikan pakan berjamur. Jamur membuat kualitas nutrisi pakan menurun dan bisa juga sampai membahayakan kambing.
2. Kadar Air Terlalu Rendah
Sebaliknya, jika bahan terlalu kering menyebabkan proses fermentasi menjadi tidak sempurna. Karena, mikroorganisme tidak dapat berkembang dengan sempurna dan membuat pakan fermentasi kurang bergizi.
3. Wadah Tidak Tertutup Rapat
Jika wadah terbuka atau tidak rapat dapat membuat udara masuk dan merusak proses fermentasi, yang memicu pembusukan.
4. Wadah Terlalu Kering
Wadah yang terlalu kering juga dapat menyebabkan mikroorganisme tidak dapat berkembang dengan baik saat proses fermentasi berlangsung. Hal ini bisa menyebabkan pakan fermentasi kurang bergizi.
5. Pencampuran Bahan Tidak Merata
Bahan seperti molase, SOC GDM, dan air tidak tercampur merata bisa menyebabkan sebagian bahan saat proses fermentasi tidak terfermentasi dengan baik dan merata.
6. Durasi Fermentasi Terlalu Singkat
Jika memulai fermentasi terlalu sebentar akan menghasilkan pakan fermentasi yang belum matang dan tidak memenuhi tujuan fermentasi. Idealnya untuk proses fermentasi minimal 7 – 21 hari, tergantung bahan yang digunakan.
Ciri – Ciri Hasil Fermentasi Kering Berhasil
1. Suhu Bahan Hangat dan Stabil
Suhu hangat ini menunjukan bahwa aktivitas mikroba masih berlangsung dan berjalan baik. Namun, jika terlalu panas bisa jadi proses fermentasi terlalu aktif dan perlu pengawasan supaya tidak merusak nutrisi yang terkandung.
2. Perubahan Warna Bahan
Warna bahan pakan biasanya akan berubah setelah proses fermentasi. Perubahan warna ini menunjukan mikroorganisme telah bekerja memecah serat kasar menjadi bentuk yang lebih mudah di cerna oleh sistem pencernaan kambing.
3. Tekstur Bahan Lunak
Salah satu ciri fermentasi yang berhasil yaitu dengan berubahnya tekstur bahan menjadi lebih lembut. Tekstur lembut ini membuat kambing lebih mudah mengunyah dan menyerap nutrisi dari pakan fermentasi kering.
4. Bahan Tidak Berbau Busuk
Pakan hasil fermentasi kering memiliki aroma yang khas seperti asam segar tetapi bukan aroma busuk, mirip dengan bau tape fermentasi. Jika muncul bau yang menyengat, busuk, atau bahkan berjamur, berarti proses fermentasi gagal karena terkontaminasi bakteri pembusuk.
Manfaat Pakan Kambing Fermentasi Kering
- Fermentasi kering memiliki nilai gizi dan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pakan biasa.
- Dapat meningkatkan protein dan serat kasar pada pakan kambing.
- Meningkatnya daya simpan pakan agar dapat di simpan dengan waktu yang lebih lama.
- Meningkatkan daya sistem pencernaan pada kambing sehingga lebih efisien dalam mencerna makanan.
- Menggunakan mikroorganisme probiotik juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan pada kambing.
- Membantu mengurangi risiko terkena penyakit karena proses fermentasi dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam pakan.
- Menekan biaya produksi karna efisiensi nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan pakan biasa.
- Pembuatan pakan secara mandiri secara ekonomis dapat mengurangi biaya.
- Meningkatkan bobot kambing.
Tips Penggunaan Pakan Kambing Fermentasi Kering
1. Penyimpanan
Pakan kambing fermentasi kering harus disimpan di tempat yang sejuk dan kering, pastikan tempat penyimpanan tidak lembab dan tidak terpapar sinar matahari langsung. Wadah usahakan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi bakteri dan menjaga keutuhan nutrisi yang terkandung.
2. Pemberian Bertahap
Saat pemberian pakan fermentasi kering kepada kambing, lakukan secara bertahap dan berkala dengan mengurangi jumlah pakan biasa sedikit demi sedikit. Takaran ukuran untuk pemberian pakan fermentasi yaitu bobot kambing x 3% pakan fermentasi kering dan ditambah pakan yang biasa di makan kambing sebanyak 0,5kg/ekor. Hal ini bertujuan untuk membantu sistem pencernaan pada kambing beradaptasi dengan pakan baru.
3. Waktu Pemberian Pakan
Waktu terbaik memberikan pakan fermentasi kering yaitu pada saat pagi dan sore hari. Hindari pemberian saat setelah kambing melakukan aktivitas berat dan sehabis minum. Saat pemberian pertama, bisa campurkan sedikit pakan fermentasi kering dengan pakan segar supaya kambing bisa beradaptasi dengan pakan fermentasi kering.
Setelah berhasil beradaptasi dengan pakan fermentasi, kambing akan lebih lahap dan sehat karena pencernaanya semakin sehat dan kuat. Agar ternak cepat gemuk bisa juga diberi makanan lain yang memiliki kadar protein yang tinggi seperti katul konsentrat.
4. Kondisi Kesehatan Kambing
Sebelum memulai memberikan pakan fermentasi kering, hendaknya memperhatikan kondisi kambing. Jika setelah di beri pakan fermentasi kering kambing mengalami tanda – tanda gangguan pada sistem pencernaanya, harus hentikan pemberian pakan fermentasi. Lakukan evaluasi secara berkala pada pakan fermentasi kering dan konsultasikan dengan dokter.
5. Frekuensi Pemberian Pakan
Pemberian pakan fermentasi kering baiknya diberikan secara teratur namun tidak diberikan secara berlebihan. Jangan memberi terlalu banyak pakan fermentasi dalam satu waktu karna bisa mengakibatkan gangguan percernaan pada kambing.
Kesimpulan
Cara buat pakan kambing fermentasi kering dari bahan sederhana seperti jerami, odot, sekam, atau kulit singkong sangat mudah untuk dilakukan. Selain hemat biaya, hasil fermentasi juga mampu membuat kambing lebih sehat, cepat gemuk, dan lebih produktif.
Pakan fermentasi kering terbukti memiliki banyak keunggulan dibandingkan pakan biasa. Kandungan nutrisi seperti protein dan serat meningkat setelah difermentasi, sehingga kambing lebih mudah mencerna pakan dan tumbuh lebih sehat serta cepat gemuk. Selain itu, pakan jenis ini juga lebih tahan lama, tidak mudah basi, dan bisa disimpan dalam waktu cukup lama tanpa mengurangi kualitasnya.
Metode fermentasi kering menjadi solusi praktis dan inovatif bagi peternak modern untuk menekan biaya, meningkatkan hasil ternak, serta mendukung sistem peternakan yang berkelanjutan. Cara ini juga menjaga kualitas pakan tetap baik meski disimpan lebih lama.
Untuk mempercepat proses pembuatan pakan, peternak bisa memanfaatkan mesin pencacah rumput agar bahan seperti jerami dan odot tercacah lebih halus dan mudah difermentasi. Dengan pencacahan yang merata, proses penyerapan molase dan probiotik juga jadi lebih sempurna, sehingga hasil fermentasi lebih berkualitas.
