Cara Mengolah Rumput Paragis

Perbedaan Rumput Odot Dan Kolonjono

Hallo sobat tani, dalam artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang perbedaan rumput odot dan kolonjono.

Hijauan pakan merupakan salah satu faktor penentu dalam pengembangan usaha peternakan khususnya untuk ternak ruminansia karena berperan vital untuk menunjang pertumbuhan, produksi, reproduksi dan kesehatan ternak.

Ketersediaan hijauan pakan yang tidak memadai baik kuantitas maupun kualitasnya, menjadi salah satu kendala dalam pengembangan usaha peternakan.

Sehingga perlu adanya upaya untuk menyediakan hijauan pakan yang cukup baik dan bisa terjamin kontinuitasnya. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah memelihara, meningkatkan produksi, serta pertumbuhan dan perkembangan hijauan pakan.

Contoh Hijauan pakan yang sangat potensial dan sering diberikan pada ternak ruminansia adalah rumput odot dan rumput kolonjono. Tidak jarang yang salah terka bibit rumput odot disamakan dengan bibit kolonjono, padahal kedua jenis rumput ini sangat berbeda jauh.

Maka dari itu para peternak harus dapat melihat perbedaan rumput odot dan kolonjono. Nahh, dalam artikel ini akan saya jelaskan perbedaan rumput odot dan kolonjono, yukk kita simak.

Perbedaan Rumput Odot Dan Kolonjono

Rumput Odot

perbedaan rumput odot dan kolonjono

Salah satu jenis rumput ini merupakan salah satu varietas  rumput gajah (Pennisetum purpureum), sering dikenal dengan sebutan Dwarf Elephant Grass atau Mott Elephant Grass di luar negeri, tanaman ini mampu tumbuh pada saat musim kemarau dengan tanah yang tingkat kesuburannya rendah.

Di Indonesia sendiri, cikal bakal rumput ini dikembangkan pada tahun 2007 oleh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Kanada yang kemudian dikembangkan di seluruh Indonesia.

Secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek.

Rumput ini dapat hidup diberbagai tempat, tahan lindungan, respon terhadap pemupukan, serta menghendaki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Jenis rumput ini tumbuh merumpun dengan perakaran serabut yang kompak dan terus menghasilkan anakan apabila dipangkas secara teratur.

  • Ciri – Ciri Rumput Odot

perbedaan rumput odot dan kolonjono

Morfologi Rumput Gajah Odot yang rimbun dapat mencapai tinggi lebih dari 1 meter sehingga dapat berperan sebagai penangkal angin (wind break) terhadap tanaman utama.

Adapun ciri – ciri rumput odot yang lain adalah sebagai berikut.

  1. Pertumbuhan cepat.
  2. Tumbuh berumpun dan bertunas atau rhizoma.
  3. Perakaran kuat dan dalam.
  4. Daun dan batang halus tidak berbulu.
  5. Batang lunak mudah dimakan ternak.
  6. Dapat beradaptasi pada lahan yang kering.

Dalam satu rumpun terdapat 50 sampai 80 batang dan sangat disukai ternak ruminansia dibandingkan rumput lainnya. Tinggi batang dapat mencapai 2 sampai 3 meter, dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas atau buku.

Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek, helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, dan ujungnya runcing.

  • Keunggulan Rumput Odot

Keunggulan rumput odot antara lain tahan kekeringan, hanya bisa dipropagasi melalui metode vegetatif, zat gizi yang cukup tinggi dan memiliki palatabilitas yang tinggi bagi ternak ruminansia.

Produksi yang cukup tinggi menjadi keunggulan tersendiri bagi rumput odot, terlebih pada musim penghujan batang rumput odot terasa lebih lunak sehingga sangat digemari oleh kambing dan domba.

Hasil pengujian rumput odot pada ternak domba menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering tidak dipengaruhi umur panen tetapi nilai nutrisi mulai menurun pada umur regrowth yang semakin panjang terutama pada interval 70 hari.

Ibrahim (1989) melaporkan bahwa rumput gajah mini memiliki daya cerna N dan bahan kering tertinggi dibandingkan rumput-rumput tropis lainnya. Memiliki keunggulan yang dapat menjadi harapan baru bagi pengembangan peternakan ruminansia.

Rumput odot bagus diberikan untuk sapi, kambing, dan domba setelah menempuh perjalanan jauh atau ternak yang mengalami dehidrasi. Yang memiliki kadar air lebih tinggi hingga diatas 80% dengan kandungan protein bahan segar diatas 14%.

Sehingga sangat membantu untuk menghilangkan dehidrasi sekaligus memberikan energi dan protein yang cukup untuk rekondisi.

Keunggulan lain yang dimiliki oleh Rumput Odot adalah merupakan salah satu jenis hijauan yang mudah dibudidayakan, memiliki umur panen yang relatif singkat yaitu 40 hari dengan hasil produksi mencapai 250 ton/ha.

Untuk program penggemukkan sapi, sebaiknya rumput odot digunakan dalam jumlah 50%. Jumlah ini berpotensi meningkatkan keuntungan mencapai 44,53%.

Sampai saat ini budidaya Rumput Odot masih menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan dibidang pertanian. Selain itu, para peternak juga banyak melakukan budidaya rumput odot untuk menekan biaya pengeluaran pakan.

  • Kandungan Nutrisi Rumput Odot

Keunggulan lain dari rumput odot adalah jumlah nutrisi yang cukup tinggi dibanding rumput Gajah, sebagai ilustrasi jumlah protein kasar yang ada dalam daun rumput odot mencapai 12 sampai 14% bahkan ada yang mencapai angka 17 %, disamping itu tingkat kecernaan rumput odot mencapai 65 sampai 70%.

Adapun kandungan – kandungan nutrisi lain yang terdapat pada rumput odot ini yaitu.

  1. Kadar lemak daun 2,72 %.
  2. Protein kasar daun 14,35 %.
  3. Kadar lemak batang 0,19 %.
  4. Protein kasar batang 8,10 %.
  5. Digestibility daun 72,68 %.
  6. Protein kasar 14 %.
  7. Digestibility batang 62,56 %.

Rumput odot memiliki palatabilitas yang baik dan tekstur yang lembut sehingga membuatnya lebih unggul dibandingkan rumput lapangan.

  •  Trik Pembibitan Rumput Odot

perbedaan rumput odot dan kolonjono

Bibit rumput odot berasal dari stek, bibit tersebut dipotong sepanjang 15 cm hingga 25 cm. Selanjutnya dibenamkan ke lahan, sebelum dilakukan penanaman lakukan pemupukan dasar terlebih dahulu pada lahan dengan menggunakan pupuk kandang.

Pada umumnya lahan yang digunakan dalam penanaman rumput odot tersebut harus mendapat sinar matahari yang cukup. Berikut adalah cara membuat pembibitan rumput odot.

  1. Panjang stek minimal 20 cm.
  2. Berbatang besar, halus, dan tidak berbulu.
  3. Warna hijau kekuningan.
  4. Layak untuk tanam.
  5. Kemungkinan gagal tanam kecil.
  6. Umur sudah tua.
  • Pola Tanam Rumput Odot

Monokultur artinya pada lahan hanya di tanami rumput gajah odot saja. Karena tanaman ini ukurannya lebih pendek rumput ini bisa ditanam sebagai tanaman sela di kombinasikan dengan hijauan pakan yang lain.

Bagaimana cara penanaman rumput odot? cara penanaman ini biasanya disebut dengan tanaman sela, di pematang sawah atau disela sela tanaman perkebunan dengan memperhatikan intensitas matahari. Rumput ini juga bisa digunakan untuk menahan erosi lahan dengan penanaman pada tanah.

  • Cara Penanaman Rumput Odot

Bersihkan lahan yang akan ditanami rumput odot dari tanaman gulma dan semak belukar. Buat gundukan tanah dengan ukuran kurang lebih lebar 60 sampai 80 cm dengan tinggi 20 cm.

Tanam bibit rumput berupa stek dengan 3 ruas, dimana 2 ruas ditanam didalam tanah di tengah gundukan dan 1 ruas diluar. Jarak tanaman dalam barisan 50 sampai 75 cm, jarak tanam antar barisan 75 sampai 150 cm.

  • Pemupukan Rumput Odot

Untuk pemupukan rumput odot kita bisa menggunakan pupuk dasar, dengan campur pupuk kandang yang jumlahnya 3 ton/ha.

Jika ingin mempercepat pertumbuhan dapat dilakukan pemupukan pada umur 15 hari setelah tanam dengan pupuk urea atau dengan pupuk NPK sebanyak 60 kg / Ha.

Pupuk cair (urine ternak) sapi, kambing, kelinci fermentasi juga dapat digunakan sebagai bahan pupuk cair untuk pemupukan dengan aplikasi disemprot ke tanaman tanah.

  • Pemanenan Rumput Odot

Dalam pemanenan rumput odot, kita harus menggunakan sabit yang tajam untuk memotongnya. Potong pendek sejajar dengan tanah, jika pemotongannya tinggi batang akan lebih kecil dan jika terkena hujan terus menerus akan busuk dan mati.

Pertama kali penanaman rumput odot bisa dipanen pada umur sekitar 60 hari. Ciri rumput yang sudah dapat dipanen adalah adanya ruas batang yang sudah berukuran 15 cm.

Pada musim penghujan umur panen sekitar 35 sampai 45 hari, pada musim kemarau 40 sampai 50 hari. Cara memotong rumput odot yaitu dengan memotong pendek sejajar dengan tanah.

  1. Pada penanaman pertama kali rumput odot bisa dipanen pada umur 60-70 hari.
  2. Ciri – ciri rumput sudah bisa dipanen adalah adanya ruas pada batang berukuran minimal 15 cm.
  3. Usia panen pada musim penghujan 35-40 hari. Usia panen pada musim kemarau 40 sampai 50 hari.
  4. Jika ingin pada musim kemarau tetap panen optimal lakukan pengairan.
  5. Untuk pemanenan pertama kali sebaiknya dipanen lebih dari 60 hari atau ditunggu sampai ukuran batang yang ada ruasnya 30 sampai 40 cm. Menurut orang yang berpengalaman jika rumput odot dipanen lebih muda, maka hasil panennya berbeda dengan yang dipanen pertama pada saat sudah tua.
  6. Jumlah anakan dalam satu rumpun setelah pemanenan 2 dan seterusnya minimal 40 batang dengan potensi produksi bisa mencapai 15 kg per rumpun pada kondisi hara yang baik.

Rumput Kolonjono

Tanaman Kolonjono (Brachiaria mutica) adalah spesies rumput yang dikenal dengan nama umum seperti para grass dan buffalo grass. Tanaman Kolonjono ini berasal dari Afrika utara, Afrika tengah dan sebagian Timur Tengah.

Di mana ia dibudidayakan untuk makanan ternak karena kandungannya yang sangat bernutrisi karena mengandung protein kasar 10,2% dan serat kasar 23,6% di rumput segar.

Tanaman Kolonjono dipilih diantara beberapa tanaman yang dapat bertahan dan tumbuh dalam kondisi lingkungan yang keras di Pakistan. Rumput abadi ini memiliki panjang stolon kasar yang dapat tumbuh hingga 5 meter.

Rumput Kolonjono ini digunakan secara luas di seluruh dunia untuk mendapatkan fitoremediasi tanah yang terkontaminasi.

  • Ciri – Ciri Rumput Kolonjono

Ciri morfologi yang tampak pada rumput kolonjono yaitu sebagai berikut.
  1. Tumbuhnya semi tegak sampai tegak.
  2. Berumur panjang.
  3. Membentuk hamparan lebat.
  4. Tinggi hamparan dapat mencapai 30 sampai 45 cm.
  5. Rhizoma pendek.
  6. Tinggi batang sekitar 30 sampai 200 cm.
  7. Bentuk daun linear.
  8. Warna daun hijau gelap.

Selain itu, rumput ini memiliki tekstur kaku, tumbuh dengan cara merayap, bersifat parennial atau tahunan, dan memiliki akar pada tiap batang yang menyinggung tanah.

  • Keunggulan Rumput Kolonjono

Keunggulan rumput ini selain dapat untuk penggembalaan dan tumbuh dengan cepat, efektif juga dalam mengatasi erosi tanah pada daerah yang miring. Budidaya rumput kolonjono ini tergantung mudah karena dapat digabungkan dengan budidaya rumput pakan ternak yang lain.

Penggunaan rumput kolonjono untuk hijauan pakan ternak sangat membantu dalam produktivitas pemberian pakan. Namun, tanaman yang dihasilkan dari pemanenan rumput ini tergolong rendah dibandingkan dengan jenis rumput gajah.

Salah satu jenis rumput ini memiliki keunggulan lainnya yaitu dapat tumbuh dengan baik meski ditanam ditanah yang basah dan tahan terhadap genangan air.

  • Kandungan Nutrisi Rumput Kolonjono

Banyak peternak seperti peternak sapi dan peternak kerbau melakukan penggemukan dengan menggunakan rumput kolonjono sebagai hijauan pakan ternak mereka.

Rumput kolonjono memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi pada usia muda. Batang kolonjono yang masih muda dapat dijadikan sebagai silase dan hay atau rumput kering. Berikut adalah kandungan – kandungan nutrisi yang terdapat pada rumput kolonjono.

  1. Protein kasar 1,31%.
  2. Bahan kering 8,59%.
  3. Lemak kasar 43,41%.
  4. Serat kasar 12,80%.
  5. Bahan ekstrak tanpa nitrogen 33,89%.
  • Bibit Rumput Kolonjono

Rumput ini paling bagus ditanam pada tanah yang basah tapi bisa terhambat pada musim kemarau tiba. Daerah yang mempunyai ketinggian kurang dari 1200 meter diatas permukaan laut sangat cocok untuk budidaya tanaman rumput kolonjono.

Ditambah dengan curah hujan 1000 mm/th. Biasanya sering tumbuh di aliran sungai. Beralih ke proses perbanyakan rumput kolonjono. Hijauan ini berkembangbiak secara vegetatif.

Yaitu setiap ruas mengeluarkan pucuk baru dan dalam jangka waktu relatif singkat akan mulai menutupi area lahan tanam. Anda juga bisa memakai teknik stek untuk membudidayakan rumput kolonjono. Biasanya satu batang kolonjono terdiri dari 3 ruas bahkan lebih.

Selain perbanyakan secara vegetatif ternyata penggunaan biji atau secara generatif juga bisa dilakukan. Dalam 1 kg terdapat 300 benih yang siap dibudidayakan.

Menurut pengalaman cara budidaya tanaman rumput kolonjono lebih efektif menggunakan perbanyakan secara vegetatif. Cara ini juga lebih mudah dilakukan karena kamu tinggal memotong batang rumput kemudian menanamnya dilahan budidaya yang lebih luas.

  • Persiapan Lahan Tanam

Cara menanam rumput kolonjono biasanya dapat ditanam dipinggiran ladang. Jika kamu adalah peternak dengan skala besar tanamlah pada lahan yang luas dan jangan lupa buat rotasi.

Rotasi itu adalah pergantian penanaman dan pemotongan yang dilakukan pada setiap petak lahan agar rumput dapat tersedia terus. Jangan terlalu lama antara jarak waktu pengolahan lahan dan penanaman.

Hal ini untuk menghindari pertumbuhan gulma dan sejenisnya dilahan yang telah diolah. Tips mengolah lahan yang bagus yaitu pada saat terakhir musim kemarau jadi penanamannya bisa berlangsung pada awal musim penghujan.

Jika kamu ingin mendapatkan hasil yang melimpah lakukan pengolahan lahan sebelum menanam rumput. Terdapat beberapa tahapan pengolahan yang meliputi pembersihan lahan dari gulma, pembalikan tanah dan penggemburan tanah.

Kegiatan pembalikan tanah gunakan alat berupa cangkul atau dibajak. Tujuannya agar setelah kamu melakukan pembalikan tanah proses penggemburan jadi lebih mudah. Kemudian biarkan selama 2 hari.

Jika didaerahmu memiliki tanah yang kurang subur lakukan pemupukan dengan pupuk organik dan dibarengi proses penggemburan tanah tersebut. Diharapkan hujan dengan frekwensi 3 hari sekali sudah mulai turun karena merupakan keadaan yang bagus untuk penanaman rumput.

  • Jarak Tanam Rumput kolonjono yang Ideal

Dengan metode penanaman barisan dan kebutuhan stek atau hektar 20 sampai 30 lakukan penanaman dengan jarak 60 x 60 cm. Supaya rumput dapat berkembangbiak banyak.

  • Cara Menanam Rumput Kolonjono

Perawatan tanaman makanan ternak sebenarnya tidak begitu ribet. Bahkan bisa tumbuh tanpa perawatan skalipun dengan syarat sedang terjadi musim penghujan. Jika kamu perlu melakukan perawatan lakukan penyulaman, penyiangan, membuat guludan, pengairan dan pemupukan.

Rumput pakan ternak memiliki berbagai jenis sehingga kamu bisa keliru untuk membedakannya. Perbedaan rumput kolonjono, odot dan gajah dapat dilihat dari fisiknya.

Rumput kolonjono memiliki ros yang lebih panjang dari pada odot. Secara sekilas ros kolonjono hampir mirip dengan tebu. Postur rumput kolonjono lebih tinggi, daun lebih panjang dan banyak bulu halus yang menempel pada daun.

Anda dapat melakukan pemotongan rumput dengan panjang maksimal dari tanah sekitar 5 cm saja. Karena jika dipotong dengan keadaan panjang yang berlebihan dari tanah akan menyusahkan pemotong rumput berikutnya.

Berbeda dengan rumput odot. Perbedaan rumput odot dan kolonjono selanjutnya juga dapat diamati dari fisiknya.

Similar Posts