Cara Membuat Pakan Sapi Dari Jerami Agar Lebih Untung

Bagi peternak di Indonesia, jerami padi pasca panen adalah pemandangan umum. Di tengah naiknya harga pakan dan kondisi iklim yang tidak menentu, pemanfaatan bahan lokal seperti jerami. Dengan cara Membuat Pakan Sapi Dari Jerami menjadi solusi penting untuk menjaga keberlanjutan usaha.Meski sering dianggap limbah, jerami punya potensi besar sebagai pakan sapi.

Namun, pemberian langsung kurang efektif karena nilai gizinya rendah. Melalui teknik fermentasi, jerami bisa diubah menjadi pakan berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna. Artikel ini akan memandu Anda secara praktis dalam mengolah jerami menjadi pakan unggulan untuk ternak. Mari simak Cara Membuat Pakan Sapi Dari Jerami.

Cara Membuat Pakan Sapi dari Jerami

mesin jerami dan pencacah rumput

1. Bahan dan Peralatan  Membuat Pakan Sapi dari Jerami

Keberhasilan cara membuat pakan sapi dari jerami, tak luput proses fermentasi sangat bergantung pada kelengkapan dan kualitas persiapan. Berikut adalah daftar yang Anda butuhkan:

Bahan-Bahan

Molase. salah satu bahan yang dibutuhkan dalam Cara Membuat Pakan Sapi Dari Jerami

1. Jerami Padi Kualitas Baik

Siapkan sekitar 1 ton (1.000 kg). Pilihlah jerami yang kering sempurna (warna kuning cerah, bukan coklat kehitaman), tidak berlumpur, dan tidak berjamur dari awal. Jerami yang baru saja dipanen dan segera dikeringkan merupakan yang terbaik. Hindari jerami yang sudah terlalu lama tergeletak di sawah karena kualitasnya sudah menurun.

2. Aktivator Mikroba

Gunakan produk probiotik seperti EM4 Peternakan (sekitar 2 liter). Pastikan produk masih aktif (periksa tanggal kedaluwarsa) karena mikroba hidup adalah kunci utama proses ini.

3. Sumber Energi (Molase)

Siapkan molase atau tetes tebu (2-3 kg). Ini adalah “gula” atau makanan instan bagi mikroba untuk mulai berkembang biak. Jika sulit ditemukan, Anda bisa menggantinya dengan larutan gula merah atau gula pasir dengan perbandingan yang sama.

4. Sumber Nitrogen (Urea)

Gunakan Urea (2-3 kg). Urea adalah sumber Nitrogen Non-Protein (NPN). Mikroba akan mengubah nitrogen ini untuk membangun tubuh mereka sendiri, yang kemudian menjadi sumber protein bagi sapi saat pakan dicerna.

5. Air Bersih:

Siapkan air secukupnya (sekitar 200-300 liter) yang tidak mengandung kaporit atau bahan kimia lain. Air dari sumur atau sungai biasanya lebih baik daripada air PAM untuk tujuan ini.

Peralatan

alat - alat yang dibutuhkan dalam Cara Membuat Pakan Sapi Dari Jerami

1. Wadah Fermentasi

Anda bisa memilih sesuai skala usaha. Drum plastik bertutup cocok untuk skala kecil (100-200 kg). Bunker semen atau silo semi-permanen ideal untuk skala besar (di atas 1 ton). Pilihan kontemporer yang praktis adalah kantong silase plastik tebal yang memungkinkan porsi lebih sedikit dan penyimpanan yang mudah

2. Terpal Kedap Udara

Ini adalah alat krusial. Investasikan pada terpal yang tebal (tipe A12 atau lebih) dan pastikan ukurannya cukup lebar untuk menutup seluruh tumpukan dengan rapat tanpa ada celah.

3. Alat Pencacah (Chopper)

Sangat direkomendasikan. Mesin ini akan memotong jerami secara seragam dan cepat.Jika tidak ada, siapkan golok yang tajam dan papan kayu yang kokoh.

4. Alat Penyiram

Gembor atau sprayer punggung untuk memastikan larutan starter tersebar merata.

5. Alat Bantu

Sekop untuk membalik jerami dan pemberat (ban bekas, karung pasir, batu) untuk menahan terpal agar tidak terangkat oleh angin.

2. Persiapan dan Pencacahan Jerami

Langkah pertama yang menentukan adalah pencacahan. Jeraminya dicacah aja pake mesin, potong pendek-pendek sekitar 5-10 sentian. Jika tidak memiliki mesin, lakukan secara manual dengan parang. Meskipun melelahkan, jangan lewatkan langkah ini.

Jerami yang utuh memiliki luas permukaan yang sangat kecil, sehingga proses fermentasi akan berjalan sangat lambat dan tidak merata. Jerami yang dicacah memungkinkan mikroba menembus ke seluruh bagian dengan lebih efektif.

3. Pembuatan Larutan Starter Ajaib

Siapkan sebuah drum besar, lalu masukkan air bersih. Larutkan molase dan urea terlebih dahulu, aduk hingga benar-benar homogen. Molase menyediakan energi cepat, sementara urea menyediakan nitrogen. Setelah keduanya larut, baru tuangkan aktivator EM4. Aduk perlahan, jangan terlalu kencang. Diamkan larutan ini selama 15-20 menit untuk memberi waktu bagi mikroba yang “tertidur” di dalam botol untuk aktif dan siap bekerja.

4. Proses Pencampuran dan Pemadatan Inti

Sebarkan jerami yang telah dipotong di atas permukaan terpal yang bersih, buatlah lapisan pertama dengan ketebalan sekitar 20-25 cm. Siram lapisan ini secara merata dengan larutan starter. Kunci di sini adalah kelembapan yang pas. Lakukan “tes genggam”: ambil segenggam jerami lalu peras sekuat tenaga.
Jika terasa lembab namun tidak ada air yang menetes, maka kadar airnya sudah ideal (sekitar 60%).  Segera padatkan lapisan tersebut dengan cara menginjak-injaknya secara merata, terutama di bagian pinggir, hingga tidak ada rongga udara tersisa. Ulangi prosedur ini, lapis demi lapis, hingga semua bahan jerami habis.

5. Proses Pemeraman (Fermentasi Anaerob)

Setelah tumpukan selesai dan padat, segera tutup dengan terpal kedap udara. Ini adalah momen krusial. Pastikan tidak ada celah sedikit pun. Tindih seluruh pinggiran terpal dengan pemberat.

Selama beberapa jam pertama, sisa oksigen akan dihabiskan oleh bakteri aerob. Setelah oksigen habis, kondisi anaerob tercipta, dan bakteri asam laktat yang menguntungkan akan mulai bekerja. Biarkan proses pemeraman ini berlangsung tanpa diganggu selama 14 hingga 21 hari di tempat yang teduh.

6. Panen dan Evaluasi Hasil dari Cara Membuat Pakan Sapi dari Jerami

Setelah masa pemeraman selesai, saatnya memanen. Buka terpal dan evaluasi hasilnya dengan cermat.

6.1. Tanda-Tanda Keberhasilan

Aroma pakan yang baik ditandai dengan bau fermentasi yang harum dan khas, menyerupai campuran asam manis seperti pada tape atau silase. Warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan yang cerah, dan teksturnya menjadi jauh lebih lunak. Saat diraba, pakan terasa sejuk dan tidak ada gumpalan jamur.

6.2. Tanda-Tanda Kegagalan

Jika tercium bau busuk, bau amonia yang menyengat, atau terlihat banyak jamur (terutama yang berwarna hitam, hijau, atau putih berlendir), berarti fermentasi gagal.

Jangan sekali-kali memberikan pakan yang gagal pada ternak. Buang dan jadikan pupuk kompos saja. Penyebab kegagalan paling umum adalah penutupan yang bocor, bahan terlalu basah, atau pemadatan yang kurang sempurna.

Kenapa Jerami Mentah Kurang Ideal untuk Pakan Sapi?

Jerami

Sebelum melangkah lebih jauh, sangat penting untuk memahami secara detail mengapa jerami mentah tidak direkomendasikan sebagai pakan utama. Terdapat beberapa alasan mendasar yang menjadikan proses pengolahan sebagai suatu keharusan mutlak.

1. Kandungan Nutrisi Sangat Rendah

Alasan utama adalah kandungan gizinya yang minim. Jerami padi kering hanya memiliki protein kasar sekitar 3-4% dan energi yang rendah. Angka ini sangat jauh di bawah kebutuhan sapi untuk bisa bertumbuh, bunting, atau berproduksi secara optimal.

Bagi sapi perah, ini berarti produksi susu anjlok. Bagi sapi pedaging, pertambahan bobot harian akan melambat drastis. Sementara bagi induk sapi, dapat mengganggu siklus kesuburan.

2. Tingginya Serat Kasar dan Lignin

Tantangan berikutnya adalah struktur fisiknya. Jerami kaya akan serat kasar seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Ia mengikat serat selulosa dan hemiselulosa, secara fisik menghalangi enzim pencernaan di dalam rumen sapi untuk mengakses dan menguraikan nutrisi tersebut. Akibatnya, penyerapan gizi menjadi sangat tidak efisien.

3. Palatabilitas (Tingkat Kesukaan) Rendah

Sapi, seperti hewan lainnya, memiliki kesukaan akan rasa dan tekstur. Mereka cenderung tidak menyukai tekstur jerami yang keras, kaku, dan rasanya yang hambar. Hal ini berakibat pada menurunnya konsumsi pakan harian. Sapi mungkin akan memakannya jika terpaksa, namun tidak dengan lahap, sehingga asupan nutrisi totalnya tetap rendah.

4. Risiko Gangguan Pencernaan

Karena sifatnya yang sangat sulit dicerna, pemberian jerami mentah dalam jumlah besar dapat membebani sistem pencernaan sapi. Hal ini dapat memperlambat laju pencernaan dan bahkan berisiko menyebabkan impaksi atau penyumbatan pada saluran cerna, sebuah kondisi serius yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Analisis Nutrisi pada pembuatan Pakan Sapi dari Jerami 

1. Sebelum Fermentasi

Jerami untuk membuat pakan sapi

Guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses fermentasi, penting untuk terlebih dahulu mengamati kondisi jerami sebelum diolah. Selain itu, tingkat daya cernanya juga tergolong buruk, bahkan sering kali berada di bawah 40%. Artinya, lebih dari separuh jerami yang dikonsumsi oleh ternak hanya akan melewati saluran pencernaan tanpa diserap nutrisinya, dan akhirnya keluar sebagai kotoran.

Hal ini tentu berdampak langsung pada produktivitas ternak, baik dari segi pertambahan bobot, produksi susu, maupun tingkat reproduksi. Sapi yang hanya diberi jerami mentah cenderung mengalami kekurangan nutrisi kronis, terutama jika tidak ditunjang dengan pakan tambahan berkualitas.

2. Sesudah Fermentasi

Silase

Setelah melalui proses fermentasi yang benar, peningkatan yang terjadi sangat signifikan. Kandungan protein kasarnya dapat meningkat drastis hingga mencapai 7–9% atau bahkan lebih, tergantung pada jumlah urea yang ditambahkan.

Namun, yang lebih penting adalah lonjakan daya cernanya, yang bisa mencapai di atas 50–60%. Peningkatan ini terjadi karena kerja mikroba yang memecah ikatan lignin yang kompleks dan mensintesis protein baru, secara efektif mengubah pakan berkualitas sangat rendah menjadi sumber nutrisi yang jauh lebih bermanfaat.

Cara Pemberian dan Penyimpanan Pakan Sapi dari Jerami Fermentasi

cara menyimpan

Setelah proses panen, angin-anginkan jerami fermentasi selama 15-30 menit sebelum diberikan. Untuk sapi yang belum terbiasa, lakukan adaptasi selama 5-7 hari dengan mencampurkannya sedikit demi sedikit pada pakan lama.

Sebagai panduan, jerami fermentasi dapat menjadi pakan dasar yang mengisi 40-60% dari total kebutuhan pakan kering sapi. Sisanya harus dipenuhi dari sumber lain untuk diet seimbang. Sediakan pakan konsentrat (bekatul, ampas tahu, bungkil) untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein.

Porsi konsentrat untuk sapi perah tentu lebih tinggi daripada sapi pedaging. Berikan juga sedikit hijauan segar untuk vitamin dan serat segar. Pastikan sapi selalu memiliki akses tidak terbatas terhadap air minum bersih dan jilatan mineral. Untuk penyimpanan, simpan pakan yang sudah jadi dalam wadah tertutup rapat dan periksa secara berkala untuk memastikan tidak ada pembusukan.

Kesimpulan

sapi yang sedang makan

Fermentasi jerami menjadi alternatif yang cerdas dan ramah lingkungan, karena mengedepankan efisiensi, keberlanjutan, dan strategi pemanfaatan sumber daya.

Dengan memanfaatkan bahan utama yang melimpah dan murah serta menerapkan teknik yang benar, setiap peternak dapat meningkatkan kualitas pakan secara signifikan.

Menguasai metode pembuatan pakan sapi dari jerami fermentasi kini bukan hanya sekadar informasi tambahan, tetapi juga bisa membuat sapi mejadi gemuk. Ini merupakan keterampilan utama bagi peternak modern yang ingin berkembang, kompetitif, dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ini adalah investasi cerdas dalam bentuk ilmu dan tenaga yang akan membangun fondasi usaha peternakan yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Similar Posts