Cara Membuat Kompos Rumput yang Berguna Bagi Pertumbuhan Tanaman
Hai, ketemu lagi dengan saya, kali ini saya akan menulis artikel yang akan membahas tentang tutorial cara membuat kompos dari rumput. atau lebih tepatnya cara membuat kompos atau pupuk organik dari rerumputan.
Di sekitar tempat tinggal kita pasti ada banyak rumput yang tumbuh berserakan dan jumlahnya tak terhitung. Yang setiap hari akan di cabut atau di potong untuk di masukan tempat sampah maupun di bakar. Tapi, tahukah kamu ? Kalau rumput tadi jika di olah juga dapat dijadikan kompos.
Jika kita memang pintar dalam mencari kesempatan, rumput tak berguna tadi bisa kita olah kembali menjadi pupuk kompos, lalu kita jual atau dapat di gunakan sendiri.
Karena saat ini para petani mulai memakai kembali pupuk kompos setelah sekian lama menggunakan pupuk kimia. Hal ini di sebabkan kompos yang sebagai pupuk organik sudah terbukti kemanjurannya dalam memberi kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Kompos mempunyai peran penting dalam membangun kesuburan tanah. Kompos mempertahankan dan memperbaiki tanah yang rusak. Pupuk yang di berikan ke dalam tanah meningkatkan produktivitas tanah.
Cara Membuat Kompos Dari Rumput

Memberi kompos rumput ke tanaman menjadi pilihan terbaik karena memiliki sifat yang alami. Akibatnya tanaman yang di hasilkan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan rumput-rumputan yang ada di sekitar kita, seperti rumput, dedaunan dan sampah dapur, sebagai pupuk tanaman. Berikut adalah cara membuat kompos dari rumput.
1. Persiapan Cara Membuat Kompos dari Rumput
Langkah pertama yang harus anda persiapkan dalam membuat kompos dari rumput adalah mempersiapkan peralatan dan bahan terlebih dahulu. Berikut uraiannya :
- Siapkan alat kebun seperti sekop, cangkul, penyemprot air ,dan mesin pencacah rumput. Mesin ini bisa kalian dapatkan di situs web resmi di Rumah Mesin.
- Menyiapkan wadah seperti ember, kantung kompos yang berupa mulsa plastik hitam atau plastik hitam, dan tali.
- Alat lainnya yang anda persiapkan untuk di gunakan adalah paku, palu, dan gergaji.
- Selanjutnya ada bahan yang paling berpengaruh dalam pembuatan kompos yaitu air, dan larutan EM4. Larutan EM4 bisa membelinya di toko pertanian. Larutan ini berperan penting dalam mendukung dan mempercepat proses pengomposan.
- Masih ada lagi, yaitu menyediakan kayu atau bambu, dan terpal sebagai bahan untuk membuat media pembuatan kompos.
2. Cara Membuat Media Kompos
Sebelum kita memulai pembuatan kompos dari rumput kita harus membuat media untuk membuat kompos terlebih dahulu. pembuatan media pengomposan harus sesuai dengan standar yang sudah di tentukan. Berikut langkah langkahnya :
- Pertama, tempat yang akan di gunakan sebagai tempat media pengomposan. Tempat untuk pengomposan, sebaiknya pilih tempat yang tidak terkena sinar matahari atau lebih tepatnya lembab.
- Kedua usahakan tempat mudah di jangkau dan cukup luas. Supaya mempermudah kalian mengontrol pengomposan nantinya.
- Untuk pembuatan media, tempat seperti kotak persegi atau persegi panjang dengan penutup di atasnya. Kalian bisa menggunakan kayu atau bambu dengan ukuran 1 x 2 x 1 m.
- Setelah itu, buatlah kantung pengomposan dari mulsa plastik berwarna hitam dengan ukuran yang menyesuaikan dengan media pengomposan.
- Bagian bawah plastik lubangi kecil-kecil, yang berguna untuk penyaringan air. Lubangi juga pada bagian samping kantong yang di gunakan sebagi sirkulasi udara.
- Jika tidak mempunyai plastik, kalian bisa menggunakan terpal yang berukuran kecil. Ikat pada setiap ujung terpal agar kuat dan tidak jatuh.
3. Penyortiran Rumput untuk Membuat Kompos
Setelah selesai pembuatan media pengomposan, langkah selanjutnya adalah pemilihan rumput yang akan di gunakan untuk membuat kompos. Untuk bahan utama pembuatannya ada 2 jenis, yaitu rumput basah dan kering. Berikut langkah langkahnya :
- Rumput yang harus anda siapkan ada dua macam yaitu daun basah dan kering, untuk daun basah yang harus di siapkan anda bisa menggunakan jenis rumput apapun.
- Pastikan jenis rumput yang basah merupakan jenis rumput yang masih segar yang sudah tua namun belum berwarna kuning.
- Selain rumput basah, anda juga perlu menyiapkan rumput yang kering. Rumput kering bisa anda dapatkan dari berbagai tempat. Pastikan jenis rumput yang anda kumpulkan merupakan rumput bersih yang belum tercemar atau belum terkena residu dari kendaraan .
- Untuk perbandingan jenis rumput yang anda butuhkan yaitu sebanyak 1 : 3 antara rumput basah dan rumput kering.
- Setelah semuanya sudah terkumpul, masukkan dalam ember untuk melakukan penghancuran rumput.
4. Penghancuran Rumput
Jika semua rumput terkumpul masukkan ke dalam wadah seperti ember untuk proses penghancuran rumput. Berikut arahannya :
- Hancurkan rerumputan pada hari yang sama saat anda telah mengumpulkan semua rumput yang terdiri dari 2 jenis yaitu basah dan kering.
- Dalam penghancuran anda dapat menggunakan gunting, sabit, atau mesin pencacah rumput. Kalian dapat memberikan bahan tambahan yang berupa potongan potongan rumput guna menghemat waktu ketika menambahkan nitrogen nanti.
- Campurkan kedua jenis rumput dan potongan rumput tadi pada satu tempat atau wadah, lalu mulailah untuk menghancurkan bahan tadi.
- Habis itu, semua bahan yang sudah di hancurkan, masukkan bahan kedalam media pengomposan.
5. Pengomposan
Rerumputan yang sudah di hancurkan sekarang di masukkan kedalam media pengomposan untuk memulai pengomposan daun agar menjadi pupuk organik. Berikut langkahnya :
- Siapkan tanah gembur atau humus untuk digunakan sebagai pelapis nantinya.
Sebelum rerumputan di masukan ke dalam media pengomposan, masukan sedikit tanah sebagai pelapis pada media pengomposan. - Setelah itu masukkan rumput yang sudah dicincang dan lapisi atas rumput dengan sedikit tanah.
- Ulangi tahapan tersebut hingga rumput yang anda kumpulkan habis tak bersisa, padatkan rumput dan tanah menggunakan sekop dan siramkan cairan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.
- Langkah selanjutnya tutup bagian atasnya dengan plastik atau terpal dan tutup dengan media yang tertutup rapat lalu biarkan selama 6 minggu.
6. Penambahan Nitrogen
Setelah ditempatkan di media pengomposan, jangan lupa untuk menambahkan nitrogen ke dalam pupuk. Nitrogen sendiri memiliki manfaat bagi tanaman karena membuat tanaman terlihat lebih hijau, mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kandungan protein tanaman. Berikut langkahnya :
- Campurkanlah kurang lebih 20 hingga 25 persen bahan yang kaya akan nitrogen ke dalam kompos anda. Cara termudah adalah dengan menggunakan beberapa kantong potongan rumput yang diambil dari mesin pencacah rumput Anda.
- Jika Kalian tidak memilikinya kalian bisa membelinya atau menggunakan pupuk kandang.
- Campurkan sisa makanan dari dapur, seperti sisa sayur sayuran, ampas teh, dan kopi.Hindari produk susu serta daging atau roti padat.
- Tumpuklah secara berlapis antara rerumputan dan tambahan nitrogen tadi. Anda juga harus menaruh beberapa kantong (3 atau 5) rumput menjadi satu tumpukan, kemudian tambahkan sekantong pupuk kandang atau potongan daun, atau sisa sayur-mayur.
7. Pengadukan Kompos
Pengadukan kompos di lakukan supaya bakteri atau mikroorganisme bisa merata dan menyeluruh dan bisa menguraikan untuk proses dalam pembuatan kompos. Hal ini dikarenakan bakteri atau mikroorganisme berperan penting dalam penguraian rumput menjadi pupuk.
Yang di perhatikan juga adalah untuk selalu menjaga kelembapan pupuk saat masa pengomposan. Maka, pada saat cuaca kering siramlah pupuk dengan air. Dan jangan lupa untuk tidak membuat genangan air supaya jamur tidak tumbuh.
Untuk memastikan kompos selalu lembab anda dapat mengambil segenggam kemudian memerasnya, ketika basah kompos hanya akan mengeluarkan beberapa tetes air.
Proses pengadukan kompos yang pertama kali anda harus menunggu sekitar 1 – 2 minggu. Panas yang muncul di dalam gundukan daun dan potongan rumput yang lembap adalah bagian dari proses pengomposan. Atau yang sering kali disebut dengan istilah “sedang memasak.” Untuk pengadukannya lihat cara di bawah ini :
- Gunakan sekop atau garpu rumput untuk gali bagian bawah tumpukan kompos dan balikkan. Lapisan teratas harus dipendam dan kompos rumput harus terlihat segar dan basah pada bagian atas.
- Pengadukan kompos dilakukan 3 kali per minggu, atau minimal dua kali setiap dua minggu. Hal tersebut jika di lakukan akan mempercepat pengomposan saat pengomposan atau memasak.
- Jangan lupa untuk menutup media pengomposan dengan terpal atau plastik agar panas tidak keluar dari tumpukan kompos. Serta sesekali anda perlu menambahkan sedikit air, tetapi jangan terlalu banyak karena dapat menyebabkan timbulnya jamur.
- Campurkan kompos ke dalam tanah setelah 4 sampai 9 bulan, ketika kompos telah berubah menjadi warna coklat tua yang seragam, ketahuilah bahwa saat ini adalah waktu untuk menggunakannya.
8. Penggunaan Kompos
Hasil kompos dari rumput yang kalian buat sangat simple di gunakan, selain itu pupuk kompos juga lebih praktis. Cara pemakaian pada tanaman dan berikut penjelasannya:
- Seperti halnya pupuk pada umumnya untuk menggunakan kompos dari rumput, anda hanya perlu mencampurnya dengan tanah pada media tanam.
- Pupuk organik bisa digunakan untuk berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman pertanian, tanaman hias, dan buah.
- Adapun ciri ciri dari kompos yang sudah siap di pakai yaitu ketika anda membuka tutup media pengomposan maka tidak akan tercium bau busuk. Begitupun dengan tekstur kompos yang menyerupai tanah.
- Sebelum menggunakannya, kalian perlu menyaringnya terlebih dahulu untuk memisahkannya dari kotoran ataupun pupuk yang menggumpal.
Baca juga : Cara Membuat Pupuk Kompos Dari Rumput Liar Yang Manjur Untuk Tanaman
Ciri – Ciri Kompos yang Sudah Matang

Mungkin bagi anda yang baru mencoba atau pertama membuat kompos masih ragu untuk memastikan bahwa kompos sudah siap pakai atau belum. Lalu, bagaimana cara mengetahuinya ? Secara fisik cara lebih gampang untuk di raba dan di lihat.
Akan tetapi secara kimia pasti berbeda caranya, karena harus melewati uji laboratorium terlebih dahulu. Berikut adalah ciri ciri fisik dari kompos yang sudah siap pakai :
- Pupuk yang sudah siap pakai memiliki warna gelap ke hitam – hitaman atau dengan warna seperti tanah.
- Suhu dari kompos mendekati suhu ruangan atau kamar (rendah).
- Seluruh rerumputan dan bahan tambahan lainnya sudah hancur menjadi satu, serta sudah tidak dapat di bedakan kembali.
- Tidak menyebabkan polusi yang menyengat atau bau yang busuk seperti sampah.
- Kompos tidak menggumpal, hampir seperti tanah.
- Memiliki kadar air yang rendah, jadi beratnya lebih ringan.
- Jika kita pegang maka rasanya tidak lengket atau rapuh.
- Saat kita taruh ke air maka kompos awalnya akan mengapung dan sulit untuk larut.
Manfaat Kompos dari Rumput
Pupuk kompos lebih unggul dari pupuk kimia, hal ini karena harganya juga lebih murah dibandingkan pupuk non organik. pupuk kompos juga memiliki banyak manfaat, berikut manfaatnya. :
- Menambah tingkat kesuburan tanah.
- Memperbaiki struktur dan kerusakan tanah.
- Dapat meningkatkan kapasitas daya serap air tanah.
- Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
- Meningkatkan hasil kualitas panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen).
- Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman.
- Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman.
- Menaikan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah.
Perbandingan Kompos Rumput dengan Kompos Hewan
Meski cara membuat kompos rumput itu lumayan mudah, prakteknya tinggal sedikit yang melakukan. Kita bisa melihatnya dari produk-produk pupuk organik yang dijual di pasaran atau penjual bunga. Hampir semua pupuk organik hanya berasal dari kotoran sapi, kambing, kotoran ayam atau limbah RPH. Sebaliknya hanya sedikit yang terbuat dari sampah rumput.
Biasanya kompos rumput di atas umumnya dipakai sebagai media tanaman hias, taman-taman perumahan dan kebun toga. tetapi jika kita melihat pesanan, pupuk kompos sudah dikenal di perkotaan. Sangat disayangkan kompos yang dibuat dari rumput kering belum terselesikan dengan baik. Sementara itu bagi yang punya hobi berkebun, dan sering merawat tanaman, mengganti media tanam, cara membuat kompos dari rumput liar bisa lebih menghemat biaya.
Bahan baku cara membuat kompos juga gratis. Setidaknya kita bisa mengumpulkannya sedikit demi sedikit dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Jadi, secara bertahap, ketika kompos sudah siap, waktunya bisa sama dengan rencana pengisian tanaman dengan pupuk organik.
Kandungan Unsur Hara Pada Kompos dari Rumput

Nitrogen atau N merupakan unsur hara dalam tanah yang berperan sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Lebih dari 98% unsur N di dalam tanah tidak tersedia untuk tanaman karena terakumulasi di dalam bahan organik. Oleh karena itu, penggunaan bahan organik yang telah diubah menjadi pupuk dapat membantu menyediakan N.
Suplai unsur N melalui pemupukan sangat diperlukan, karena N merupakan unsur yang paling banyak hilang dari tanah setelah panen, karena tanaman yang kekurangan N akan terus menyusut bahkan daun akan cepat menguning, karena N tersedia tidak cukup untuk membentuk protein dan klorofil.
Kekurangan klorofil menurunkan kemampuan tanaman untuk menghasilkan karbohidrat, sedangkan kekurangan protein dapat mengganggu pertumbuhan sel vegetatif.Padahal protein berperan penting sebagai katalisator dan pengatur metabolisme.
Fosfor
Selain unsur N, bahan organik juga berperan dalam penyediaan unsur fosfor atau P. Unsur P merupakan unsur hara yang penting, tetapi tanah biasanya selalu dalam keadaan kekurangan. Unsur P sangat penting sebagai sumber energi. Oleh karena itu, kekurangan unsur P dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan reaksi metabolisme.
Sedangkan kandungan fosfor pada tanaman membantu dalam pertumbuhan bunga, buah dan biji, serta mempercepat pematangan buah. Ketika tanaman kekurangan unsur ini, daun dan batang cenderung mengerut, warna daun berubah menjadi pigmen merah gelap, mengkilap, abu-abu-hijau terlihat di bagian bawah daun.
Melainkan, pembungaan terhambat dan produksi buah atau biji rendah, kondisi ini menyebabkan tanaman mati lama kelamaan.
Kalsium
Kalsium memiliki beberapa manfaat sebagai berikut:
- Sangat membantu dalam penyerapan air
- Berperan dalam mengaktifkan pembentukan rambut akar dan biji serta memperkuat batang.
- Dapat digunakan untuk menetralisir kondisi senyawa dan kondisi tanah yang rusak.
Kekurangan unsur ini dapat menghambat pertumbuhan tunas, cabang dan batang tanaman. Padahal, jika kekurangannya parah, ujung akar dan bulu akar akan mati dan tanaman akhirnya mati.
Kalium
Kalium berperan dalam pembentukan protein dan karbohidrat. Unsur ini juga berperan penting dalam pembentukan pertahanan tanaman untuk melawan penyakit. Ciri-ciri fisik tanaman yang kekurangan kalium adalah daunnya yang terlihat keriting dan mengkilat di antara jari-jari daun.
juga berwarna kuning.Sedangkan jari-jari tetap hijau ciri fisik lain dari defisiensi unsur ini adalah tangkai daun melemah sehingga mudah rontok dan kulit biji berkerut.
Belerang
Belerang merupakan unsur terpenting kedua dalam pembentukan asam amino setelah nitrogen, unsur ini juga membantu proses pertumbuhan lainnya, seperti pembentukan bintil akar, pertumbuhan tunas dan pembentukan daun hijau (klorofil).
Ciri-cirinya seperti daun muda mengkilat yang agak keputihan kemudian berubah menjadi kuning kehijauan, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, malah tanaman menjadi kerdil, kurus, dan berbatang pendek.
Kesimpulannya
Di sekitar tempat tinggal kita pasti ada banyak rumput yang tumbuh berserakan dan jumlahnya tak terhitung. Yang setiap hari akan di cabut atau di potong untuk di masukan tempat sampah maupun di bakar. Tapi, tahukah kamu ? Kalau rumput tadi jika di olah juga dapat dijadikan kompos. Jika kita memang pintar dalam mencari kesempatan, rumput tak berguna tadi bisa kita olah kembali menjadi pupuk kompos, lalu kita jual atau dapat di gunakan sendiri.
Kompos mempunyai peran penting dalam membangun kesuburan tanah. Kompos mempertahankan dan memperbaiki tanah yang rusak. Pupuk yang di berikan ke dalam tanah meningkatkan produktivitas tanah.
cara membuat kompos sangatlah mudah. Langkah-langkahnya terdiri dari
- Persiapan membuat kompos dari rumput
- Membuat media kompos
- Penyortiran rumput untuk membuat kompos
- Penghancuran rumput
- Pengomposan
- Penambahan nitrogen
- Pengadukan kompos
- Penggunaan kompos
Pupuk kompos lebih unggul dari pupuk kimia, hal ini karena harganya juga lebih murah dibandingkan pupuk non organik. pupuk kompos juga memiliki banyak manfaat, berikut manfaatnya. :
- Menambah tingkat kesuburan tanah.
- Memperbaiki struktur dan kerusakan tanah.
- Dapat meningkatkan kapasitas daya serap air tanah.
- Meningkatkan aktivitas mikroba tanah.
- Meningkatkan hasil kualitas panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen).
- Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman.
- Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman.
- Menaikan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah.
kandungan unsur hara sangat berperan penting bagi pertumbuhan tanaman seperti nitrogen, fosfor, kalsium, kalium, dan belerang.
Itulah cara membuat pupuk dari rumput yang gampang di lakukan dan langkah yang lengkap dari awal hingga akhir. Semoga saja dengan kalian membaca artikel di atas tadi, kalian jadi bisa cara membuat kompos sendiri dari rumput yang ada di sekitar anda.
